Bupati Harap PLN Ikut Penuhi Kebutuhan Listrik Kukar
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah berharap PT PLN dapat ikut menjawab kebutuhan listrik masyarakat Kukar, khususnya di beberapa desa yang belum teraliri aliran listrik PLN.
“Pemenuhan energi dan ketenagalistrikan yang bersumber dari PT. PLN (persero) masih belum sesuai dengan harapan masyarakat Kukar, untuk itu kami harap perhatiannya kearah ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Kebutuhan akan listrik PLN itu terlihat pada data yang ada, yaitu masih banyaknya usulan-usulan pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), hasil reses DPRD, keluhan masyarakat lewat media massa, serta data pemerintah melalui Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Kukar yang mengiinginkan pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Edi selanjutnya mengatakan, pada 2018 jumlah penduduk Kukar sebanyak 674.759 jiwa (221.862 KK), dari jumlah penduduk tersebut yang mendapatkan energi listrik dari PT. PLN (persero) baru sebanyak 160.600 KK (72,40%), dan terdapat sekitar 3.015 KK menggunakan energi listrik bukan dari PT PLN (persero) atau Swadaya masyarakat, sehingga RE di Kukar baru mencapai 73,75%.
Melalui Rakor tersebut Edi berharap, agar Dirjen Ketenagalistrikan melalui PT. PLN (persero) Wilayah Kaltimtara membangun Gardu Induk (GI) di Kembang Janggut dan Muara Muntai termasuk jaringan 150 KV dari Kota Bangun ke Muara Muntai.
“Mengingat daerah dimaksud belum terkoneksi dengan sistem Mahakam yaitu masih dominan Unit Listrik Desa (ULD) atau masih of Grid dengan waktu beroperasi ULD rata-rata dari pukul 18.00 hingga pukul 24.00 Wita,” ujarnya.
Adapun upaya yang dilakukan Pemkab Kukar guna meningkatkan Rasio Elektifikasi (RE), antara lain pengadaan dan pemasangan PLTS (SHS 50 Wp), pengadaan Genset PNPM Mandiri, bantuan Genset PT. Rea Kaltim, serta mengembangkan PLTS Komunal di Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis dan PLTS Komunal di Dusun Benatti dan Desa Sepatin Kecamatan Anggana.
“Dan upaya lain dari Pemkab Kukar untuk pelayanan kelistrikan di Wilayah Kukar yaitu membantu PT. PLN (persero) dalam hal mempercepat pengembangan Jaringan Distribusi listrik melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kukar pada waktu itu, sebelum adanya Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dengan Membangun Jaringan Distribusi Listrik di beberapa Desa baik itu Jaringan Tegangan Menengah maupun Jaringan Tegangan Rendah,” kata Edi dihadapan peserta Rakor.
Potensi energi di Kutai Kartanegara (Kukar) cukup besar, baik yang dapat diperbaharui (renewable) maupun yang tidak dapat diperbaharui (non renewable). Diantaranya yang telah dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal (terpusat).
Selain itu telah dikembangkan juga Biogas dari limbah kelapa sawit oleh PT. Rea Kaltim di Kecamatan Kembang Janggut untuk melistriki di tiga Kecamatan yaitu Kembang Janggut, Tabang, dan Kenohan.
Menurut Edi, walaupun belum menjangkau seluruh desa yang ada di tiga kecamatan tersebut tetapi minimal telah meningkatkan Rasio Elektifikasi (RE) Kukar. Selain Biogas masih terdapat potensi energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tabang yaitu yang berada di hulu Sungai Belayan dengan kapasitas sebesar 3×68 MW (FS dan DED) 2008. (prokom01)*