Pembina Posyandu se Kukar Ikuti Sosialisasi Dan Peningkatan Kapasitas
TENGGARONG – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kukar Andi Deescha Pravidhia Aulia menghadiri kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas bagi pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten dan Kecamatan Se-Kukar yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kukar, yang berlangsung di Pendopo Bupati Odah Etam Tenggarong dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PMD Kukar Arianto. Kamis (18/9).
Menurut Arianto, tugas dan fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, mempunyai tugas pokok membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan di Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Peran Dinas PMD dalam transformasi posyandu berdasarkan Permendagri No 13 Tahun 2024 tentang posyandu.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar adalah satu – satunya yang menjalankan program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), konsep baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan enam bidang utama: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, dan Sosial. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan satu – satunya Pemkab Kukar di Kaltim yang telah melakukan menjalankan 6 Standar Pelayanan Minimal SPM Posyandu ini yang mana dibantu dengan OPD teknis terkait.
Dalam Posyandu sekarang tidak hanya menangani posyandu balita, posyandu lansia atau Posbindu tetapi sekarang di dalam pelayanan Posyandu ada 6 standar pelayanan minimal SPM yaitu sesuai dengan Permendagri No 13 Tahun 2024, didalamnya ada enam bidang SPM yang Diintegrasikan: yaitu tentang 1.Pendidikan, pelayanan pendidikan yang diberikan Posyandu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat, misalnya dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan remaja, serta membantu masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. 2.Dinas Kesehatan,
Layanan kesehatan yang menjadi fokus utama Posyandu, seperti pemberian vaksin, pemeriksaan tumbuh kembang anak, dan penyuluhan tentang gizi.3. Pekerjaan Umum:
Pelayanan di bidang pekerjaan umum mencakup berbagai hal, seperti perbaikan infrastruktur di wilayah kerja Posyandu, pemeliharaan lingkungan, dan penyediaan fasilitas umum. 4.Perumahan Rakyat: Layanan perumahan rakyat meliputi bantuan terkait perbaikan rumah, pembangunan rumah layak huni, dan penyuluhan tentang tata ruang dan perumahan. 5. Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Satpol) :
Bidang ini fokus pada upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, seperti sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan, pembentukan pos kamling, dan kerja sama dengan aparat kepolisian. 6.Dinas Sosial:
Pelayanan sosial mencakup bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pemberian bantuan sosial, pendampingan kasus sosial, dan pengembangan kegiatan sosial lainnya.

Dengan mengintegrasikan enam bidang SPM ini, Posyandu diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dan berdampak positif bagi masyarakat. Konsep ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Arianto juga menambahkan bahwa jumlah Posyandu 6 SPM di Kukar Tahun Anggaran 2025 total keseluruhan tercacat 827 posyandu,yang terdiri dari posyandu desa 582 dan kelurahan sebanyak 245. jumlah pengurus dan kades posyandu pengurus posyandu 7.359 orang, desa sejumlah 5.154 orang, kelurahan 2.205 orang, sedangkan jumlah kader posyandu 8.620 ,desa 5.933 orang dan kelurahan 2.687 orang. Kegiatan DPMD dalam memperkuat posyandu dalam memberikan layanan kepada ,asyarakat Tahun Anggaran 2023 s/d 2024 yaitu pelatihan kader posyandu dari 193 desa dan 44 kelurahan Tahun 2023 – 2024, kader terlatih sejumlah 2.397 orang, pembangunan gedung posyandu sejumlah 58 unit posyandu, pemberian bantuan mebeler 56 paket berupa 5 buah meja, kursi 5 buah dan almari 1 buah. pemberian alat permainan edukatif APE ke 799 posyandu, pemberian makanan bergizi, pelatihan kader pembangunan manusia yang menangani stunting.
Sementara yang sudah dilakukan DPMD terkait transformasi posyandu 6 SPM Tahun Anggaran 2025 yaitu melakukan sosialisasi posyandu 6 SPM berdasarkan Permendagri 13 Tahun 2024 tentang pos pelayanan terpadu secara virtual / via zoom, fasilitasi pembentukan tim pembina posyandu tingkat kabupaten, fasilitasi pembentukan tim pembina posyandu tingkat kecamatan dan desa, fasilitasi pembentukan pengurus dan kader posyandu 6 SPM, fasilitasi pendaftaran registrasi posyandu 6 SPM ke Dirjen Bina desa Kemendagri RI, fasilitasi penyusunan rancangan Peraturan Bupati tentang posyandu 6 SPM, pelantikan Tim Pembina Posyandu 20 kecamatan, pembinaan lapangan posyandu 6 SPM sejumlah 4 posyandu yang tersebar dalam 4 kecamatan ( Muara Badak, Anggana, Sebulu dan Samboja). serta mengikuti lomba TP Posyandu mewakili nasional yaitu Desa Handil Baru kecamatan Anggana dan Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu, jelas Arianto. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi dam diskusi dan tanya jawab yang disampaikan Ali Muchsin Ashari dari Gugus tugas pendamping Desa. (Prokom 03).




