Tim Satgas Saber Pantau Peternakan Ayam Petelur di Tenggarong Seberang, Pastikan Pasokan Telur Jelang Lebaran
Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga Pangan melakukan pemantauan di peternakan ayam petelur (layer) milik Nyoman di Desa Kertabuana L4, Kecamatan Tenggarong Seberang, Jumat (6/3/2026) siang.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.45 WITA tersebut bertujuan memastikan ketersediaan pasokan telur menjelang Hari Raya Idulfitri tetap aman serta memantau kondisi produksi di tingkat peternak.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap berbagai aspek peternakan, mulai dari sistem self-mixing pakan, kualitas pakan, kepadatan kandang, sanitasi, hingga pengelolaan limbah. Selain itu, tim juga meninjau langsung populasi ayam petelur yang dikelola oleh Nyoman.

Diketahui, peternakan tersebut mengelola sekitar 15 ribu ekor ayam petelur. Namun tidak seluruhnya dapat berproduksi setiap hari karena sebagian ayam masih berusia muda dan belum memasuki masa produksi.
Dalam satu hari, peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 750 hingga 800 butir telur. Produksi ini dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan telur masyarakat di wilayah Kukar. Selain peternakan milik Nyoman, di wilayah Kukar juga terdapat beberapa sentra peternakan ayam lainnya yang turut menopang pasokan telur daerah.
Anggota Satgas Saber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Yudhi, mengatakan dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi harga sejumlah komoditas pangan relatif stabil.
“Setelah sidak dan pantauan kami tadi, komoditas pangan seperti beras, telur, ayam, daging, cabai, dan bawang hampir semuanya relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan seperti cabai rawit merah. Beras juga stabil, begitu pula gula,” ujarnya.

Yudhi juga mengimbau para pedagang dan pelaku usaha pangan agar tidak memanfaatkan momentum menjelang hari besar keagamaan dengan menaikkan harga secara tidak wajar ataupun melakukan penimbunan bahan pangan.
Menurutnya, apabila ditemukan pelanggaran di lapangan, Satgas tidak akan ragu mengambil tindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya bersama Satgas dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.
“Kepala Badan Pangan Nasional juga telah menegaskan bahwa mulai Februari hingga April pengawasan harga pangan harus diperkuat agar harga tetap terkendali di masyarakat,” jelasnya.

Yudhi berharap pasokan dan harga pangan di daerah tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
“Kami berharap pasokan dan harga pangan tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan panic buying. Tim Satgas akan terus berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan,” pungkasnya.(Dokpim:Asih)




