Balitbangda Seminarkan Hasil Kajian Situs Kerajaan Kutai Martadipura
Tenggarong – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar seminar hasil kajian pengembangan terhadap kajian situs kerajaan Kutai Martadipura di Kecamatan Muara Kaman, Jumat (17/12) di aula Balitbangda Kukar.

Kepala Balitbangda Kukar Didi Ramyadi saat membuka acara itu mengatakan, kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang ada sekitar abad ke 5 masehi, hal itu dibuktikan dengan 7 prasasti Yupa. Kerajaan Kutai mengalami kejayaan pada masa Raja Mulawarman dengan wilayahnya yang luas dan masyarakatnya yang sejahtera.
Maka, menurutnya untuk menggali berbagai bukti arkeologi sejarah peninggalan Kerajaan Kutai, maka Balitbangda melakukan tahapan riset yang dimulai sejak 2004, bekerjasama dengan tim peneliti dari perguruan tinggi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kaltim.
“Harapan kita hasil riset dan pengembangan yang dilakukan dapat memperkaya referensi khususnya tentang keberadaan situs Kerajaan Kutai Martadipura,” harapnya.
Penelitian tersebut merupakan pengembangan dan pendalaman terhadap penelitian yang telah dilakukan pada 2006 lalu, dengan temuan jejak arsitektur dan candi A yang diduga situs atau non situs, kedua obyek tersebut terletak di Desa Muara Kaman Ulu Kecamatan Muara Kaman.
Jadi penelitian ini untuk memperoleh data dan informasi jejak peradaban sungai di sekitar Tanjung Serai dan mengetahui makna keberadaan dan manfaat jejak struktur bata yang diduga situs atau non situs
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Kaltim, Budi Istiawan yang juga narasumber kegiatan itu mengatakan, pertemuan tersebut penting tak hanya sekedar menyampaikan laporan progres kajian Balitbangda dan akademisi, tapi juga merupakan kesempatan baik untuk berdiskusi, dalam rangka mengetahui apakah studi yang dilakukan dua tahun terakhir tentang sejarah Kutai Kartanegara terdapat hal-hal yang baru untuk ditampilkan.

“Oleh sebab itu, kajian sejarah tentang Kutai Kartanegara menjadi lahan yang subur bagi para peneliti akademisi untuk menggaungkan bahwa negera kita ini termasuk Kukar, kaya warisan budaya,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri Organisasi Perangkat Daerah terkait, peneliti dan akademisi. (prokom04)




