TENGGARONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Dr H Sunggono menghadiri Deklarasi Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) bidang Pertanian, Peternakan Dan Perikanan Di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis ( 17/7 ).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars SPR, pemutaran video perjalanan SPR Kabupaten Kukar serta dilanjutkan dengan Deklarasi Bidang Peternakan yang disaksikan Arpan, Prof Muladno, M Taufik Kadis Pertanian dan Peternakan, Kemudian Deklarasi Bidang Pertanian disaksikan Kadis Pertanian dan Peternakan M Taufik dan , serta Deklarasi Bidang Perikanan yang disaksikan Dr.Ir. Gatot Supangkat, MP., IPU, ASEAN Eng), Prof Muladmo serta Kadis Perikanan Muslik.

Sekda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI) atas inisiatif dan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk peningkatan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan lokal dan penciptaan ekosistem usaha rakyat yang tangguh khususnya di bidang pertanian dalam arti luas melalui Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ini. Program ini tentunya sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas. Kegiatan ini tentunya juga merupakan bagian dari tindak lanjut dan implementasi dari MOU antara Pemkab Kutai Kartanegara dengan Yayasan KBBI yang telah ditandatangani oleh Bupati Kutai Kartanegara dengan Ketua Yayasan KBBI.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar dan menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Kebijakan ini merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara dari ekonomi yang bertumpu/bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan (unrenewable resources) khususnya dari sektor pertambangan minyak bumi, gas dan batubara ke ekonomi yang terbarukan (renewable resources) melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagaimana dietahui bersama bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam lebih dari 1 dekade terakhir memiliki kedudukan dan posisi strategis di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya sebagai Lumbung Pangan Provinsi Kalimantan Timur. Sampai saat ini Kabupaten Kutai Kartanegara telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyediaan pangan termasuk khususnya padi (beras) di Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan Data BPS Kalimantan Timur Tahun 2024, luas panen padi di Provinsi Kalimantan Timur tercatat seluas 57.143,29 Hektar dan untuk Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 26.744,87 Hektar atau 46,80% dari luas panen di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan untuk produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 115,10 ribu ton GKG atau memberikan kontribusi sebanyak 50,71% dari keseluruhan produksi GKG di Provinsi Kalimantan Timur. Tentunya kedudukan dan peran strategis Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyediaan pangan akan lebih besar lagi dengan adanya Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara), dimana nantinya sekitar 4-5 juta orang akan berpindah ke wilayah IKN dan sekitarnya. Ini tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi kita semua utamanya Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai wilayah penyanggah pangan IKN.
Komitmen Program Dedikasi Kukar Idaman yang sebelumnya telah dibangun dan direalisasikan dalam kurun waktu 2021-2025 ini, akan lebih dipertajam, diperluas dan difokuskan lagi melalui Program Kukar Idaman Terbaik (Inovatif, Daya Saing, Mandiri, Terbukti, Berprestasi dan Kerja Nyata). Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Aulia-Rendi) Periode 2025-2023, telah menetapkan Visi Kabupaten Kutai Kartanegara 2025-2030 yaitu “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik” dengan arah pembangunan “Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.” Visi ini secara konseptual menyasar tiga kondisi utama: Kukar yang maju, masyarakat yang sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan.

Periode Tahun 2025-2030 ini merupakan tahap penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola. Oleh karena itu, filosofi “Kukar Idaman Terbaik”.
Untuk mencapai visi tersebut, dirumuskan 5 (lima) Misi Utama yaitu :
1. Terbaik dalam mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar (kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial).
2. Terbaik dalam mewujudkan pengembangan hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai fondasi ekonomi baru non-ekstraktif.
3. Terbaik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia aparatur sipil negara.
4. Terbaik dalam mewujudkan pengembangan pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
5. Terbaik dalam mewujudkan pengembangan dasar pembangunan kewilayahan yang berkeadilan.
Tentunya Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan dan Strategi yang telah disusun oleh Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2030, tidak lah mungkin dapat diwujudkan tanpa adanya dukungan, kerjasama, sinergi dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders) termasuk utamanya POLRI, TNI, Dunia Usaha (Swasta), Perguruan Tinggi,
Yayasan/LSM/NGO termasuk tentunya masyarakat secara luas. Mari bersama membangun Kutai Kartanegara yang lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera.
Namun demikian, masih cukup banyak kendala dan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk diantaranya adalah terkait dengan sumber daya manusia khususnya menurunnya Rumah Tangga Petani (RTP) dan Rumah Tangga Nelayan (RTN). Selain itu, berdasarkan data BPS menunjukkan bahwa sebagian besar petani dan nelayan saat ini berusia rata-rata di atas 50 tahun. Masalah ini tentunya harus menjadi perhatian khusus kita bersama.
Pola pikir (mindset) dan motivasi kerja generasi muda saat ini harus diubah. Tidak lagi mereka berpikir bahwa kerja yang menjanjikan hanya menjadi pegawai termasuk menjadi PNS/ASN atau THL/Honorer. Sektor pertanian diasumsikan sebagai sektor tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik, termasuk identik dengan hal-hal yang sifatnya “kotor” dan “berlumpur”.

Untuk menarik minat anak-anak muda agar mau terjun dan bekerja dalam bidang pertanian tentunya harus dilakukan berbagai upaya diantaranya dengan Moderinisasi Sistem Pertanian melalui Mekanisasi dan Pertanian Cerdas (Smart Farming). Sistem pertanian tradisional/konvensional harus diubah dengan Pertanian Modern dengan penggunaan alat dan mesin pertanian mulai dari pengolahan lahan sampai dengan panen dan pasca panen sehingga pertanian lebih efektif dan efisien. Selain itu juga harus diberikan insentif khusus untuk modal usaha bagi mereka.
Untuk itu kami harapkan melalui Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ini, dapat menghasilkan generasi-generasi muda yang bersemangat dan tangguh dibidang pertanian, peternakan dan perikanan sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dan penggerak pembangunan desa. Nantinya mereka juga dapat berperan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS).
Sunggono juga mengingatkan kepada 27 orang peserta Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ini, agar benar-benar serius dan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini selama 6 bulan. Saudara-saudara merupakan orang-orang yang terbaik dan terpilih untuk mengikuti kegiatan ini melalui proses seleksi dan musyawarah. Dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang saudara-saudara dapatkan nantinya, diharapkan dapat menjadi bekal utama dalam membangun usaha bidang pertanian dalam arti luas yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Selain itu, diharapkan juga dapat mengajak dan memotivasi kawan atau saudara yang lain untuk turut serta berusaha dibidang pertanian.
Kepada Perangkat Daerah terkait khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan dan Dinas Kelautan dan Perikanan, agar mengawal program ini dengan serius termasuk melakukan monitoring dan evaluasi perkembangannya. Perkembangan program/kegiatan ini saya harapkan dapat disampaikan secara periodik kepada kami.
Kepada Yayasan KBBI dan Fasilitator SPR, kami harapkan melalui Program SPR ini benar-benar dapat menempa dan menggembleng para peserta sehingga mereka memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan.
Selain itu, program ini juga harus diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan sampai memberikan hasil dan dampak yang signifikan. Harapannya jika ada satu desa/kelurahan yang sudah berhasil, maka dapat dilakukan replikasi di wilayah lain (desa/kelurahan) di Kabupaten Kutai Kartanegara. ( Prokom 03 ).
Asisten III Semangati Regu Syarhil Quran Putra/Putri Kukar Agar Tampil Terbaik
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperSangatta – Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto ikut menyaksikan dan memberikan dukungan, kepada peserta Kukar yang tampil di final Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 45 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Arena 8 Ruang Meranti Lantai 1 Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Sangatta, Kamis (17/7/2025) pagi.
Dalam final tersebut, Kukar menampilkan dua regu yaitu regu putra dan regu putri yang akan menyumbangkan poin bagi Kafilah Kukar.

Untuk regu putra diisi, Muhammad Noor Bero, Muhammad Ridho Ansyari, dan Muhammad Naufal Al Farabi. Kemudian, regu putri diperkuat, Adjie Alya Zhofirah, Zahratul Khalisah, dan Ashfia.
Kedua regu Kukar pada final Syarhil Quran Putra dan Putra ini akan bersaing dengan regu dari, Paser, Samarinda, dan tuan rumah Kutim yang juga meloloskan dua regu.

Ditemui, usai menyaksikan penampilan regu syarhil quran baik putra/putri Kukar, Dafip mengatakan mereka sudah menampilkan yang terbaik untuk kafilah Kukar.
“Dan setelah kita melihat penampilan mereka tadi, baik regu putra/putri, insyaallah akan menjadi nomor satu di cabang MSQ tingkat provinsi Kaltim di Kutim, dan akan mewakili provinsi Kaltim pada MTQ Nasional khususnya cabang MSQ Putri,” tegas Dafip, yang juga Ketua I LPTQ Kukar tersebut.
Sementara, pelatih Syahril Quran Kukar, M. Aris bersyukur bahwa syarhil quran putra/putri Kukar telah bisa masuk di final MTQ provinsi Kaltim 2025.
Ia mengatakan, berbagai ikhtiar (usaha) telah di lakukan selama ini maka dari itu, apapun yang didapatkan nanti itulah hasil dari apa yang telah di jalani selama ini.


“Kami mengucapkan alhamdulillah, dan memohon kepada Allah hasil yang terbaik untuk putra/putri Kukar,” harap Aris yang alumni peserta Syarhil Quran Kukar.
Turut hadir mendampingi Asisten III tersebut, Ketua IV LPTQ Mariatul Kiptiah, Koordinator Official Kafilah Kukar Ismed, dan para official yang hafir mendukung penampilan Kukar pada cabang tersebut. (prokom05)
SPR Bidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kukar Dideklarasikan
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Dr H Sunggono menghadiri Deklarasi Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) bidang Pertanian, Peternakan Dan Perikanan Di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis ( 17/7 ).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars SPR, pemutaran video perjalanan SPR Kabupaten Kukar serta dilanjutkan dengan Deklarasi Bidang Peternakan yang disaksikan Arpan, Prof Muladno, M Taufik Kadis Pertanian dan Peternakan, Kemudian Deklarasi Bidang Pertanian disaksikan Kadis Pertanian dan Peternakan M Taufik dan , serta Deklarasi Bidang Perikanan yang disaksikan Dr.Ir. Gatot Supangkat, MP., IPU, ASEAN Eng), Prof Muladmo serta Kadis Perikanan Muslik.

Sekda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI) atas inisiatif dan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk peningkatan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan lokal dan penciptaan ekosistem usaha rakyat yang tangguh khususnya di bidang pertanian dalam arti luas melalui Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ini. Program ini tentunya sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas. Kegiatan ini tentunya juga merupakan bagian dari tindak lanjut dan implementasi dari MOU antara Pemkab Kutai Kartanegara dengan Yayasan KBBI yang telah ditandatangani oleh Bupati Kutai Kartanegara dengan Ketua Yayasan KBBI.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar dan menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Kebijakan ini merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara dari ekonomi yang bertumpu/bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan (unrenewable resources) khususnya dari sektor pertambangan minyak bumi, gas dan batubara ke ekonomi yang terbarukan (renewable resources) melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagaimana dietahui bersama bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara dalam lebih dari 1 dekade terakhir memiliki kedudukan dan posisi strategis di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya sebagai Lumbung Pangan Provinsi Kalimantan Timur. Sampai saat ini Kabupaten Kutai Kartanegara telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyediaan pangan termasuk khususnya padi (beras) di Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan Data BPS Kalimantan Timur Tahun 2024, luas panen padi di Provinsi Kalimantan Timur tercatat seluas 57.143,29 Hektar dan untuk Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 26.744,87 Hektar atau 46,80% dari luas panen di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan untuk produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 115,10 ribu ton GKG atau memberikan kontribusi sebanyak 50,71% dari keseluruhan produksi GKG di Provinsi Kalimantan Timur. Tentunya kedudukan dan peran strategis Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyediaan pangan akan lebih besar lagi dengan adanya Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara), dimana nantinya sekitar 4-5 juta orang akan berpindah ke wilayah IKN dan sekitarnya. Ini tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi kita semua utamanya Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai wilayah penyanggah pangan IKN.
Komitmen Program Dedikasi Kukar Idaman yang sebelumnya telah dibangun dan direalisasikan dalam kurun waktu 2021-2025 ini, akan lebih dipertajam, diperluas dan difokuskan lagi melalui Program Kukar Idaman Terbaik (Inovatif, Daya Saing, Mandiri, Terbukti, Berprestasi dan Kerja Nyata). Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Aulia-Rendi) Periode 2025-2023, telah menetapkan Visi Kabupaten Kutai Kartanegara 2025-2030 yaitu “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik” dengan arah pembangunan “Terwujudnya Fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.” Visi ini secara konseptual menyasar tiga kondisi utama: Kukar yang maju, masyarakat yang sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan.

Periode Tahun 2025-2030 ini merupakan tahap penguatan fondasi transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola. Oleh karena itu, filosofi “Kukar Idaman Terbaik”.
Untuk mencapai visi tersebut, dirumuskan 5 (lima) Misi Utama yaitu :
1. Terbaik dalam mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar (kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial).
2. Terbaik dalam mewujudkan pengembangan hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai fondasi ekonomi baru non-ekstraktif.
3. Terbaik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia aparatur sipil negara.
4. Terbaik dalam mewujudkan pengembangan pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
5. Terbaik dalam mewujudkan pengembangan dasar pembangunan kewilayahan yang berkeadilan.
Tentunya Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Arah Kebijakan dan Strategi yang telah disusun oleh Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2030, tidak lah mungkin dapat diwujudkan tanpa adanya dukungan, kerjasama, sinergi dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders) termasuk utamanya POLRI, TNI, Dunia Usaha (Swasta), Perguruan Tinggi,
Yayasan/LSM/NGO termasuk tentunya masyarakat secara luas. Mari bersama membangun Kutai Kartanegara yang lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera.
Namun demikian, masih cukup banyak kendala dan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk diantaranya adalah terkait dengan sumber daya manusia khususnya menurunnya Rumah Tangga Petani (RTP) dan Rumah Tangga Nelayan (RTN). Selain itu, berdasarkan data BPS menunjukkan bahwa sebagian besar petani dan nelayan saat ini berusia rata-rata di atas 50 tahun. Masalah ini tentunya harus menjadi perhatian khusus kita bersama.
Pola pikir (mindset) dan motivasi kerja generasi muda saat ini harus diubah. Tidak lagi mereka berpikir bahwa kerja yang menjanjikan hanya menjadi pegawai termasuk menjadi PNS/ASN atau THL/Honorer. Sektor pertanian diasumsikan sebagai sektor tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik, termasuk identik dengan hal-hal yang sifatnya “kotor” dan “berlumpur”.

Untuk menarik minat anak-anak muda agar mau terjun dan bekerja dalam bidang pertanian tentunya harus dilakukan berbagai upaya diantaranya dengan Moderinisasi Sistem Pertanian melalui Mekanisasi dan Pertanian Cerdas (Smart Farming). Sistem pertanian tradisional/konvensional harus diubah dengan Pertanian Modern dengan penggunaan alat dan mesin pertanian mulai dari pengolahan lahan sampai dengan panen dan pasca panen sehingga pertanian lebih efektif dan efisien. Selain itu juga harus diberikan insentif khusus untuk modal usaha bagi mereka.
Untuk itu kami harapkan melalui Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ini, dapat menghasilkan generasi-generasi muda yang bersemangat dan tangguh dibidang pertanian, peternakan dan perikanan sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dan penggerak pembangunan desa. Nantinya mereka juga dapat berperan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS).
Sunggono juga mengingatkan kepada 27 orang peserta Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ini, agar benar-benar serius dan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini selama 6 bulan. Saudara-saudara merupakan orang-orang yang terbaik dan terpilih untuk mengikuti kegiatan ini melalui proses seleksi dan musyawarah. Dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang saudara-saudara dapatkan nantinya, diharapkan dapat menjadi bekal utama dalam membangun usaha bidang pertanian dalam arti luas yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Selain itu, diharapkan juga dapat mengajak dan memotivasi kawan atau saudara yang lain untuk turut serta berusaha dibidang pertanian.
Kepada Perangkat Daerah terkait khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan dan Dinas Kelautan dan Perikanan, agar mengawal program ini dengan serius termasuk melakukan monitoring dan evaluasi perkembangannya. Perkembangan program/kegiatan ini saya harapkan dapat disampaikan secara periodik kepada kami.
Kepada Yayasan KBBI dan Fasilitator SPR, kami harapkan melalui Program SPR ini benar-benar dapat menempa dan menggembleng para peserta sehingga mereka memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan.
Selain itu, program ini juga harus diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan sampai memberikan hasil dan dampak yang signifikan. Harapannya jika ada satu desa/kelurahan yang sudah berhasil, maka dapat dilakukan replikasi di wilayah lain (desa/kelurahan) di Kabupaten Kutai Kartanegara. ( Prokom 03 ).
Disperindag Kukar Terima Kunker PT MHU Serahkan Bantuan Kepada Pelaku IKM
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – PLT Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kukar Sayyid Fatullah menerima kunjungan sekaligus silaturahim Humas PT.MHU Muslim di ruang kerjanya,Rabu ( 15/7). Kunjungan ini untuk ke dua kalinya dalam rangka memberikan support kepada Nafsiah salah satu pelaku usaha Industri Kecil Menengah IKM amplang sarang burung walet atau Balet pertama kali di Indonesia, Bantuan tersebut senilai lebih kurang 20 juta Rupiah berupa 5000 lembar kemasan Amplang dan uang sebesar 4 juta rupiah untuk pembelian sarang burung walet, serah terima berlangsung di Kantor Disperindag Kab.Kukar oleh Humas PT.MHU Muslim, disaksikan oleh ketua Perkumpulan Penyelenggara Kuliner Nusantara PPKN Kab.Kukar Salmiah.
Sayid Fatullah mengucapkan terima kasih dan menyambut positif dan mengapresiasi atas bantuan yang di berikan oleh PT.MHU kepada salah satu pelaku usaha IKM Kukar yaitu bu Nafsiah yang telah membuat makanan olahan yang unik, inovatif berupa amplang berbahan sarang burung walet, pertama kali di Indonesia ini, yang memiliki keunggulan dalam hal khasiat dan gizi yang tinggi, sebuah camilan yangg berkwalitas untuk kita konsumsi.
Sementara itu Humas PT MHU Muslim atas nama PT.MHU mengucapkan terus berkomitmen untuk membantu pelaku usaha terutama yang memiliki inovasi, kreativitas, keunikan, kekhasan tertentu ,seperti Amplang yang mengandung bahan dari sarang burung walet.
PT MHU yang sangat peduli kepada Para pelaku usaha IKM Kukar semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan bisa digunakan sebaik -baiknya dan hasil produksinya lebih meningkat.
Sayid Fatullah juga mengatakan Disperindag Kukar saat ini telah membina sekitar 20 orang pelaku usaha binaan yang sudah berorientasi eksport , produk ikm tersebut sebagian besar dipasarkan melalui market place dan media sosial ,sedangkan offline dirumah pribadi, unikarta mart dan beberapa toko terkenal seperti valentine. Bagi masyarakat Kukar yang ingin menikmati dan merasakan aneka cemilan produk IKM dapat mendatangi salah satunya Toko Valentine alamat jln KH Akhmad Muksin Timbau Tenggarong, Unikarta Mart Jln Gunung Kombeng, atau toko toko modern di Tenggarong. (Prokom 03).
Dekranasda Kukar Ikuti Festival Jogyakarta Fashion Trend 2025
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kutai Kartanegara setelah tampilan pada malam jamuan makan malam Gala Dinner dalam rangka HUT. Dekranas Ke 45 Se-Indonesia yang dilaksanakan di Kota Minyak di Balikpapan Sport Center dan Convention Dome Balikpapan, Tanggal 9 Juli lalu, kini kembali tampil dalam ajang Festival Yogyakarta Fashion Trend 2025, yang dilaksanakan tanggal 13 Juli 2025, di The Rich Hotel Yogyakarta , Jl. Magelang. Demikian dikatakan PLT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar Sayyid Fatullah diruang kerjanya, Rabu ( 16/7 ).
Dekranasda Kukar melalui mantan Kepala Bagian Perindustrian Disperindag Imam Pranata atau lebih dikenal Imam Mardioto kembali mengikuti kegiatan rutin tahunan Jogja Fashion Show Trend 2025, maupun kegiatan lainnya dikota kota besar. Dalam kegiatan festival Jogja ini , Dekranasda Kukar menampilkan motif yang diangkat “Icon Kota Raja ”
Yaitu Batik Melayu Kutai by Imam Mardioto, menampilkan 8 outfit pakaian pria ready to wear warna yang diangkat merah marun, hitam, orange dan ungu muda ..Festival Yogja Show Trend 2025 ini diikuti para desainer seluruh Indonesia sebagai ajang promosi khas kerajinan Daerah. “Alhamdulillah Dekranasda Kukar selalu hadir dalam berbagai event dengan menampilkan berbagai motif Batik Melayu Kutai, dan ini juga merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi kita semua,” kata Sayyid Fatullah. (Prokom 03 ).
Fahmil Quran MTQ Kaltim, Kukar Putri Terbaik I dan Putra Terbaik II
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperSangatta – Cabang Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) Golongan Putra/Putri pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak final, Selasa (15/7/2025) siang, di Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).
Para peserta kafilah yang tampil pada babak final itu, fahmil quran golongan putra menampilkan Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, dan Samarinda.

Sementara untuk fahmil quran golongan putri menampilkan Kukar, Bontang, dan tuan rumah Kutim, dan Kukar keluar sebagai juara I.
Jalannya cabang fahmil quran (cerdas cermat) baik golongan putra maupun putri berlangsung seru, dan saling kejar mengejar poin/nilai.
Terutama pada final fahmil quran putra yang terjadi antara Kukar dan Bontang, dmana point mereka hanya selisih 5 point, Kukar 1.455 dan Bontang 1.450 dan itu terjadi pada sesi kedua/ pertanyaan rebutan dengan jumlah 15 soal.

Namun, diakhir pertanyaan rebutan kafilah Bontang berhasil, mengungguli Kukar dengan nilai 1.450 point, dan Kukar 1.255 point karena dikurangi 200 point.
Maka hasil akhir final fahmil quran golongan putra, Terbaik I Bontang, II Kukar, dan Samarinda III. Sementara fahmil quran golongan putri, Terbaik I Kukar (1.730), II Kutim (1.555), dan III Bontang.

“Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan kepafa Allah SWT karena pada cabang fahmil quran, di golongan putra/putri Kukar raih terbaik I dan II. Terima kasih doa dan dukungan seluruh masyarakat Kukar, para kafilah Kukar (pelatih, pendamping, official, dan pengurus LPTQ Kukar),” ujar Muhammad Zain, pelatih MFQ Kukar.
Turur hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut, Kabag Prokompin sekaligus Koordinator Official Kafilah Kukar, Ismed, Ketua IV LPTQ Mariatul Kiptiah, Ketua V LPTQ Suprianto serta para official lainnya yang hadir. (prokom05)
Asisten III Tekankan Pentingnya Kolaborasi Semua Aparatur Pemerintah Sukseskan SPBE
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah dituntut untuk mentransformasi cara kerja birokrasi agar menjadi lebih terbuka, efisien, terpadu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam kerangka tersebut, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah ditetapkan sebagai strategi nasional transformasi digital pemerintahan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional.
“Keberhasilan SPBE dan kelak akan berganti ke Pemerintahan Digital sangat bergantung pada kolaborasi, disiplin, dan integritas seluruh aparatur pemerintahan. Untuk itu, saya mengajak seluruh perangkat daerah agar tidak hanya hadir secara formal, tetapi benar-benar memahami, mendalami, dan menjalankan perannya dalam menerapkan substansi dari dokumen yang disampaikan hari ini. Jangan sampai dokumen yang kita susun ini hanya sekedar menggugurkan kewajiban guna pemenuhan bukti dukung penilaian SPBE,” tegas Asisten III Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto menyampaikan sambutan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, pada acara pembukaan Sosialisasi akhir arsitektur dan peta rencana SPBE serta pedoman manajemen risiko SPBE, manajemen layanan dan manajemen aset TIK SPBE, di Bappeda Lantai 1, Selasa (15/7/25).
Dalam regulasi tersebut menegaskan bahwa Arsitektur SPBE disusun untuk mendukung keterpaduan dan interoperabilitas layanan digital pemerintah serta menjadi pedoman bagi instansi pusat dan daerah. Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE yang disosialisasikan merupakan bentuk konkret komitmen dalam menjabarkan regulasi tersebut ke dalam kerangka kerja daerah. Penyusunan Pedoman Manajemen Risiko, Manajemen Layanan, dan Manajemen Aset TIK SPBE juga merupakan bagian penting dalam penguatan tata kelola teknologi informasi pemerintahan yang aman, handal, dan berorientasi layanan.
“Perlu disadari bahwa saat ini pemerintah pusat tengah mempersiapkan kerangka baru bernama, Pemerintahan Digital yang akan menjadi pengganti SPBE mulai tahun 2026. Konsep ini tidak hanya menekankan digitalisasi sistem dan layanan, namun juga menekankan transformasi nilai, budaya kerja, serta kemampuan adaptif birokrasi dalam merespons perubahan. Maka dari itu, dokumen dan pedoman yang kita susun saat ini harus memiliki fleksibilitas dan kesinambungan agar tetap relevan saat transisi menuju Pemerintahan Digital,”katanya.
“Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan dari seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar serta Tim teknis SPBE dari Dinas Kominfo dan kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PT Digitama Sinergi Indonesia, sebagai konsultan penyusun Arsitektur SPBE, Peta Rencana SPBE dan Pedoman Manajemen SPBE,”jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut ia menginformasikan bahwa Kabupaten Kukar telah ditetapkan sebagai salah satu lokus pemantauan SPBE Tahun 2025 oleh Kementerian PANRB. Penetapan tersebut menjadi bagian dari masa transisi nasional menuju pengukuran Indeks Pemerintahan Digital yang akan menggantikan indeks SPBE. Dengan demikian, seluruh dokumen dan kebijakan teknis yang disusun saat sekarang akan menjadi bagian dari bahan evaluasi utama dalam proses pemantauan tersebut.
Ditambahkannya, Dinas Komunikasi dan Informatika mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh perangkat daerah dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam pengumpulan data baik secara daring maupun melalui kegiatan on Desk Interview yang dilaksanakan selama bulan Juni yang lalu, sehingga memudahkan proses penyusunan dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE serta dokumen Manajemen Risiko, Manajemen Layanan dan Manajemen Aset TIK SPBE.
Cabang MFQ Putri Kukar Susul MFQ Putra Ke Final
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperSangatta – Dari arena 9 aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara tempat digelarnya cabang lomba Musabaqah Fahmil Qur’an (cerdas cermat) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an ( MTQ) ke 45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 di Kutai Timur, Sangatta, tim MFQ Putri Kukar masuk final setelah lolos dari babak penyisihan, dan berada diperingkat kedua dengan jumlah nilai 1.630 poin, Senin (14/7) sore.
Tim fahmil Putri Kukar yang diperkuat oleh Nuriy Zahrah Ramadhani, Rifdah Ashilah Kasim, dan Najmah Inarah itu mengalahkan tim fahmil dari Panajam Paser Utara (PPU) dan tim fahmil Kutai Barat (Kubar).

“Alhamdulillah kafilah Kukar dari cabang fahmil quran putri masuk final, dan menyusul fahmil quran putra yang lebih dulu masuk final,” kata pelatih fahmil quran Muhammad Zain, didampingi pelatih pendamping Mariatul Kiptiah.
Untuk itu, mereka kembali meminta doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Kukar, agar cabang fahmil quran yang masuk final besok menjadi yang terbaik, baik putra/putri. (prokom05)
Kukar Masuk Final Cabang MFQ Putra
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperSangatta – Kafilah Kutai Kartanegara (Kukar) peserta dari cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) Putra yang tampil di Arena 9 Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara tempat berlangsungnya cabang lomba MFQ, masuk final setelah dibabak penyisihan mengalahkan peserta kafilah dari Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Barat (Kubar), Senin (14/7/2025) pagi.
Dikatakan pelatih MFQ Kukar, Ustadz Muhammad Zain peserta MFQ Kukar yang diperkuat Muhammad Putra Prasetyo, Muh. Ilhamsyah, dan Fahrid Zainar Hasyim. Mereka berhasil mengumpulkan nilai tertinggi yaitu 1.910 point, dan mengungguli lawan-lawannya pada cabang MFQ/lomba cerdas-cermat.

“Alhamdulillah wasyukurillah, Kukar mendapatkan nilai tertinggi yaitu 1.910 poin sementara Kutim 1 265 point dan Kubar hanya 640 point,” ujar Zain didampingi, pelatih pendamping KH. Ihsanul Karim.
Untuk itu, seluruh masyarakat Kukar diharapkan dukungan dan doanya, supaya di final besok Kukar juara I di cabang MFQ Putra, dan penyumbang point pertama bagi Kafilah Kukar. (prokom05)
Sebelum Pembukaan MTQ, Kafilah Kukar Magrib Berjamaah Dengan Bupati
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperSangatta – Kafilah Kutai Kartanegara (Kukar) sebelum menghadiri pembukaan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2025, di Alun-alun Bukit Pelangi Kompleks Perkantoran Kantor Bupati Kutim, Sangatta terlebih dulu melaksanakan salat Magrib berjamaah bersama Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, di Pemondokan Qubis Borneo, Sangatta, Minggu (13/7) yang dipimpin Sekretaris Umum LPTQ Kukar Fairuz Khalil.
Selain itu hadir pula, Sekda Sunggono, Asisten I Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Kemenag Nasrun, Kabag Prokompim Ismed, Kabag Kesra Dendy Irwan Fahriza, pengurus LPTQ, para peserta, pelatih, pendamping serta official.

Bupati Aulia, menegaskan kedatangan Pemkab Kukar di tengah-tengah kafilah Kukar malam ini, semata- mata memberikan motivasi/semangat karena pemerintah sadar, bahwa nama baik Kukar hari ini diemban oleh kafilah.
“Kami selalu percaya bahwa hasil itu tidak akan mengkhianati proses, kita sudah menjalankan proses dengan baik, teman-teman sudah melaksanakan pemusatan latihan dengan baik, dan insyaallah mudah- mudahan hasil akan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tegasnya.
Ia juga, mengatakan Pemkab bersama jajaran LPTQ Kukar akan membersamai kafilah.

“Alhamdulillah, dilaporkan semua kafilah Kukar (terutama para peserta) kondisinya sehat wal afiat. Mudah-mudahan tidak ada kendala hari ini karena besok pagi, anak-anak kita sudah ada yang tampil lomba,” demikian tegasnya.
Selepas santap malam di pemondokan kafilah Kukar, Bupati dan rombongan menuju Arena utama pembukaan MTQ Tersebut.
Saat tiba dilokasi Bupati dan rombongan meninjau stan Pameran dan Bazar Kukar, yang diisi pelaku usaha UMKM Tenggarong dibawah koodinator Bidang Pemasaran Dispar Kukar.
Kafilah Kukar saat melintas di Arena utama pembukaan MTQ dan pada saat defile yang dipimpin Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Umum LPTQ Kukar Sunggono, membawah rombongan 132 orang terdiri dari, pembina 3 orang, pimpinan kafilah 5 orang, wakil pimpinan 5 orang, official 38 orang, pelatih 13 orang, peserta 58 orang, dan pendamping 10 orang. (prokom05)
112 Hakim MTQ Provinsi Dilantik, 8 Orang Asal Kukar Akan Bertugas Profesional
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperSangatta – Sebanyak 112 Dewan Hakim yang akan bertugas menjadi juri pada MTQ ke 45 tingkat Provinsi Kaltim di Kutim 2025, di lantik dan diambil supahnya oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, di Ruang Meranti Lantai I Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Minggu (13/7) pagi.
Dari 112 orang dewan hakim yang telah dilantik dan diampil sumpahnya oleh Gubernur Kaltim, 8 orang diantaranya dewan hakim asal Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah satu dewan hakim asal Kukar yang ditemui usai pelantikan, DR. Sabran. Ia mengatakan sesuai Surat Keputusan Gubernur Kaltim terkait Dewan Hakim MTQ tingkat Provinsi Kaltim tahun 2025, Dimana Kukar ada 8 orang menjadi dewan hakim pada beberapa cabang di MTQ tingkat Provinsi Kaltim di Kutim, Sangatta 2025.
Delapan cabang itu, kata Sabran adalah Karya Tulis Ilmiah Al Quran, Syarhi Quran, Fahmil Quran, Tilawah, Qiraat Mujawwab serta Muratal.
“Kami akan bekerja secara profesional, objektif dalam penilaian sesuai dengan mekanisme dimasing- masing cabang yang dikuasai,” tegasnya.
Kemudian, berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penilaian secara, objektif kepada para kafilah yang akan mengikuti lomba musabaqah di masing-masing cabang. (prokom05)