Bupati Hadiri Rakor Mitigasi Resiko Bencana Alam
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri menghadiri Rapat Koordinasi Rakor Mitigasi Resiko Bencana Alam di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang berlangsung di Ruang Kerja Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (30/12).
Rakor digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar yang dihadiri Sekda Kukar DR H Sunggono, Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman,S.A.P, Kasi Ops Polres Kukar Roganda serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (Damkar) Kabupaten Kukar Fida Hurasani serta para Camat Se-Kukar, Kepala Desa, pimpinan Puskesmas, Kapolsek, Danramil, Babinsa secara zoom meeting.

Menurut Kepala BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji, rakor dilaksanakan dalam rangka akibat potensi kerawanan banjir dan tanah longsor, curah hujan tinggi dan kondisi geografis, perlunya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat langkah mitigasi bencana untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor. Hal itu juga dilakukan seiring meningkatnya curah hujan dan dinamika cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga awal tahun depan.
Sementara itu Sekda ukar DR H Sunggono berharap para Camat, Kepala Desa,lurah dan seluruh aparat desa, baik Koramil, Polsek, Babinsa agar selalu melakukan koordinasi apabila adanya musibah karena saat ini akibat curah hujan yang tinggi serta kondisi daerah aliran Sungai DAS potensi ancaman bencana banjir dan tanah longsor sangatlah besar dan perlu kewaspadaan Bersama.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih bahwa pertemuan ini sangatlah penting, pemerintah daerah saat ini fokus pada mitigasi risiko bencana, khususnya banjir, melalui pemetaan wilayah rawan dan koordinasi intensif dengan jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa.

Belajar dari beberapa pengalaman banjir di kecamatan seperti di wilayah Tabang, Muara Muntai, Kota Bangun, Samboja, Marang Kayu dan Loa Kulu didekat daerah tambang agar dilakukan mitigasi yang baik.
Untuk itu, Aulia berharap agar segera dibentuk portal khusus, sehingga teman – teman bisa melaporkannya setiap hari terkait untuk dengan perkembangan bencana yang berhubungan dengan tingginya curah hujan, jangan sampai kita ketika ada bencana malah bukan dari Pemerintah Daerah yang duluan tahu, kita terlambat mengekspor time nya, sekarang ini Masyarakat butuh respon cepat, seberapa cepat kita merespon , dan ada ditempat Ketika bencana itu terjadi. Tentunya sebagai representasi dari pemerintah , teman – teman kepala desa, puskesmas , pihak kecamatan merupakan representasi dari Pemerintah. Jadi harus dipastikan bahwa respon bisa berjalan dengan baik.
Aulia juga memerintahkan kepada Camat, untuk berkoordinasi dengan Koramil, Polsek untuk membentuk tim siaga di masing – masing kecamatan. Dan berharap kepada Dandim 0906 Kukar dan Polres Kukar memberikan arahan atau himbauan kepada agar satuan operasional pelaksana SOP semua sama untuk persiapan merespon semua apabila terjadi bencana. Sedangkan teman – teman yang ada di desa/ kelurahan untuk selalu berkoordinasi dengan babinsa dan kamtibmas setempat sehingga kita bisa memitigasi dan mempersiapkan hal – hal yang tidak kita inginkan terjadi. Demikian juga kepada pihak puskesmas untuk mengaktifkan kesiapsiagaannya untuk menghadapi bencana, membentuk tim, dilatih dan refresh lagi timnya, kita tidak menginginkan bencana namun ketika bencana datang kita telah siap dengan petugasnya.
Aulia Rahman Basri juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan bencana, baik banjir maupun tanah longsor, agar lebih waspada terhadap tanda-tanda awal pergerakan alam. Dan menghimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian bencana atau potensi ancaman kepada BPBD, pemerintah kecamatan, desa, maupun ketua RT setempat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. ( Prokom 03 ).




