Fety: Perlu Kolaborasi Optimal Seluruh Stakeholder Atasi TB
Tenggarong – Ketua Pengurus Cabang Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutai Kartanegara (Kukar) 2021-2026, Fety Puja Amelia Rendi Solihin mengatakan bahwa, permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh penyakit infeksi seperti tuberkulosis atau lebih dikenal dengan TB masih menjadi masalah besar yang harus diatasi.
“Kasus tuberculosis terjadi secara global. Indonesia masuk dalam tiga besar Negara dengan kasus terbanyak setelah India dan China,” ujar Fety sesaat setelah dilantik oleh Syahrani Wakil Ketua I Pengurus PPTI Provinsi Kaltim, Kamis (7/4) di Pendopo Wakil Bupati Kukar.

Disebutnya, Kasus TB di Indonesia mencapai 845 ribu dengan angka kematian sebanyak 98 ribu, atau 11 kematian per jam. Angka tersebut disebutnya menunjukkan beban penanggulangan TB cukup tinggi, sementara itu Indonesia mentargetkan mencapai eliminasi TB pada tahun 2030.
“Untuk mencapai target eliminasi tersebut tentu saja diperlukan kerja keras, kerjasama dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan secara optimal,” ujarnya.
Sedangkan salah satu strategi penanggulangan TB menurutnya yaitu peningkatan peran komunitas, mitra dan multi sector lainnya dalam mencapai eliminasi tuberkulosis. Disinilah keberadaan dan peran PPTI menjadi sangat penting. PPTI adalah mitra Pemerintah dalam upaya pemberantasan tuberkulosis.
Dilanjutkan Fety, upaya penanganan TB yang dikenal dengan istilah TOSS TB yaitu Temukan TB, Obati Sampai Sembuh. Kunci keberhasilan penanganan TB adalah menemukan kasus dan mengobati sampai tuntas sesuai prosedur hingga sembuh. Mengingat upaya pengobatan TB memakan waktu cukup lama, maka peran serta keluarga, masyarakat dan mitra lain sangat besar agar upaya penyembuhan dapat berjalan dengan baik sesuai prosedur.
Adapun Data penemuan kasus TB di Kukar tahun 2021 sebesar 67,4 % dan capaian SPM pelayanan kesehatan orang terduga TB sebesar 82,67%.
“Ini artinya masih banyak pekerjaan rumah kita dalam upaya penemuan dan penanganan kasus TB, terutama pada pemantauan kontak erat serumah yang menjadi target sasaran orang terduga TB,” katanya.
Maka, Fety mengajak untuk kuatkan advokasi dan penggerakan lintas sector baik di tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan bahkan sampai tingkat RT dan kader.
Untuk itu, Fety berharap dukungan pemerintah, mitra dan jajaran pengurus agar kuatkan advokasi dan penggerakan lintas sektor baik di tingkat Kecamatan, Desa/ Kelurahan bahkan sampai tingkat RT dan kader. PPTI sebagai bagian dari masyarakat diharapkan dapat menjalin kemitraan dan melakukan pemberdayaan yang lebih baik dengan masyarakat sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam mencapai target pembangunan kesehatan di Kukar. (Prokom03)




