HUT ke-34 Perumda Tirta Mahakam, Bupati Kukar Tekankan Penguatan Layanan Air Bersih dan Penurunan NRW
Tenggarong – Kehadiran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum memiliki tujuan utama menyediakan pelayanan air bersih yang layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat sebagai pelayanan dasar, sekaligus menunjang pembangunan daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan perusahaan yang profesional, efektif, dan efisien sesuai prinsip Good Corporate Governance.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tahun 2026, yang digelar di Halaman kantor Perumda Air Minum Tirta Mahakam, Senin (19/1/2026).
Peringatan HUT ke-34 Perumda Tirta Mahakam tahun ini mengusung tema “Tumbuh Besar Bersama Melayani Air Bersih Kabupaten Kutai Kartanegara”, sebagai refleksi komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan gambaran umum capaian kinerja Perumda Air Minum Tirta Mahakam. Hingga saat ini, Perumda telah melayani 145 desa dan kelurahan, yang terdiri dari 107 desa dan 38 kelurahan. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah untuk menjangkau sisa wilayah dari total 237 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Alhamdulillah, Perumda Tirta Mahakam terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini jumlah sambungan langganan telah mencapai 114.437 SL, yang berarti sekitar 343.311 jiwa penduduk telah menikmati layanan air bersih,” ujar Bupati Aulia.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan total penduduk Kutai Kartanegara yang berjumlah 813.926 jiwa, maka cakupan layanan Perumda Tirta Mahakam saat ini berada pada angka 42,18 persen.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan kinerja layanan air bersih. Menurutnya, Perumda Tirta Mahakam tidak dapat bekerja sendiri dan perlu menggandeng berbagai pemangku kepentingan.
“Kami mengapresiasi kontribusi Perumda Tirta Mahakam melalui pengelolaan SPAMDes dan Pamsimas yang dikelola secara mandiri oleh BUMDes maupun kelompok masyarakat. Kontribusi swadaya ini menyumbang cakupan layanan sekitar 8 persen, yang tentu sangat membantu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Aulia mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, yakni 2024–2025, Perumda Tirta Mahakam telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Ini menunjukkan bahwa kinerja Perumda Tirta Mahakam terus mengalami perbaikan dan peningkatan yang signifikan. Tentunya ini menjadi angin segar bagi Pemkab Kukar di tengah menurunnya pendapatan dana transfer daerah,” imbuhnya.

Namun demikian, Bupati Aulia juga menyampaikan catatan kritis yang harus menjadi perhatian serius jajaran direksi dan manajemen, yakni masih tingginya tingkat Kehilangan Air atau Non-Revenue Water (NRW).
“Berdasarkan data yang saya terima, angka NRW saat ini masih berada di kisaran 40 persen, sementara standar toleransi yang wajar adalah 25 persen. Selisih ini sangat besar dan harus segera ditangani,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati Aulia menginstruksikan agar dilakukan langkah-langkah taktis dan strategis guna menurunkan angka NRW, antara lain melalui perbaikan jaringan pipa yang rusak, pemanfaatan teknologi pendeteksi kebocoran, optimalisasi administrasi pencatatan meter dan penagihan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Penurunan NRW dari 40 persen menuju standar minimal 25 persen harus menjadi perhatian utama dan disusun dalam peta jalan atau roadmap yang jelas,” pintanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase percepatan bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan.

“Kami menargetkan perluasan pelayanan air bersih di 20 kecamatan dan 193 desa. Fokus utama kami tetap pada penurunan NRW dan peningkatan kontinuitas layanan,” ujar Suparno.
Ia juga menambahkan bahwa Perumda Tirta Mahakam menargetkan kontribusi terhadap PAD sekitar Rp 2,5 miliar dari kinerja tahun 2025, meskipun angka tersebut masih menunggu hasil audit dari Kantor Akuntan Publik.
“Dengan berbagai langkah perbaikan dan ekspansi ini, kami berharap Perumda Tirta Mahakam semakin dipercaya masyarakat dan dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, turut dilaksanakan pemberian penghargaan pengabdian kepada pegawai Perumda Air Minum Tirta Mahakam yang ditandai dengan penyematan PIN oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang diisi dengan penandatanganan perjanjian kinerja oleh Direktur Utama Perumda, Direktur Teknik, dan Direktur Umum, serta pengundian hadiah umroh yang secara rutin setiap tahun diselenggarakan oleh manajemen Perumda Air Minum Tirta Mahakam.(Prokom01).




