Peringatan Hari Kebakaran dan Penyelamatan ke 103, Pemkab Kukar Bantu Alat Damkar Untuk Relawan
Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan bantuan peralatan Pemadam Kebakaran (Damkar) kepada para relawan kebakaran keluarahan Loa Ipuh dan Timbau Kecamatan Tenggarong.
Bantuan itu diserahkan oleh Asisten III bidang Administrasi dan Umum Totok Heru Subroto usai mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke 103, Selasa (1/3) di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar.

Bantuan yang diberikan berupa pompa air portable masing – masing 1 unit, tandu lipat 1 unit, gerobak dorong 1 unit, Handy Talky (HT) masing-masing 2 unit, baju tahan panas masing-masing 3 stel, sepatu bot masing-masing 11 pasang, nozzle 2 unit, helm masing-masing 10 buah, sarung tangan pelindung 3 pasang, dan tabung Apar (alat pemadam api ringan) masing-masing 1 unit.
Totok Heru Subroto ditemui usai acara mengatakan peringatan hari kebakaran dan penyelamatan biasanya dilaksanakan secara besar-besaran setiap tahun, namun karena tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid 19, maka acaranya hanya dengan mengikuti upacara peringatan secara virtual.
Disebutkannya, sesuai arahan Mendagri akan dicanangkan pembentukan relawan – relawan di seluruh Kabupaten/Kota bahkan sampai ke desa-desa.

“Jadi kita (Pemkab.red) diminta untuk mendukung, baik dalam penggalangan maupun pendanaan dari sisi anggarannya, termasuk menginventarisir berapa relawan yang kita butuhkan, mudah – mudahan nanti bisa terlaksana,” ujarnya.
Ditambahkannya Pemkab Kukar sangat mendukung pembentukan relawan pemadam dan penyelamatan, bentuk dukungannya akan menyiapkan alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut.
“InsyaAllah nanti jika sudah menjadi program akan kami laporan ke pimpinan (Bupati.red), kemudian nanti kita rapatkan termasuk kebutuhannya,” katanya.
Dikatakannya, karena hal tersebut adalah kebijakan nasional, sudah selayaknya Pemkab mendukung dan ikut andil dalam pembentukan relawan itu, apalagi Kukar termasuk daerah yang rawan bencana, baik kebakaran, banjir maupun tanah longsor.

“Menurut saya kebijakan ini bagus, saya juga baru tau ternyata begitu banyak kejadian musibah kebakaran di Indonesia dan ini juga sering terjadi di daerah kita,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Marsidik, mengimbau kepada para pemilik bangunan, baik itu rumah tinggal, kos – kosan maupun tempat usaha untuk memperhatikan jaringan listriknya, karena listrik sering menjadi pemicu terjadinya musibah kebakaran.
“Kalau jaringan listriknya sudah usang, kabel-kabel nya banyak yang sudah tua segera lakukan peremajaan, agar tidak terjadi korsleting,” katanya.

Terkait pembentukan relawan, Marsidik mengungkapkan di Kukar sudah sejak lama dibentuk relawan ini, bahkan saat ini sudah terbentuk di 18 kecamatan dengan jumlah kurang lebih 76 relawan, yang masing-masing memiliki 20 – 40 orang anggota.
“Dan semua itu sukarela inisiasi masyarakat, kita lakukan pembinaan dan dukungan sarana prasarananya dan itu tersebar di kecamatan dan desa – desa,” demikian ngkapnya. (Prokom01)




