Peringatan Isra Mikraj 1447 H, Bupati Ajak Masyarakat Wujudkan Kukar Religius, Aman, Damai, dan Sejahtera
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr. Aulia Rahman Basri, hadir di peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, yang digelar di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong, Kamis (15/1) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari unsur pemerintah, dan masyarakat.

Hadir pula di momen sakral itu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten, kepala OPD, camat, Direktur RSUD, serta pejabat eselon III, IV, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri Ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua FKUB, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, Ketua GP Ansor, pengurus DMI, pimpinan perbankan, para lurah, kepala desa, kepala sekolah, majelis guru, pengurus TP PKK, pengurus Dharma Wanita, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para Ketua RT se Kecamatan Tenggarong.

Rangkaian kegiatan tersebut, dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Qoriah terbaik III Internasional di Malaysia, Nur Rahmiyatin Adhya, dan Saritilawah (penerjemah al quran) M. Aris Arifin terbaik I Syarhil Qur’an Provinsi Kaltim.
Bupati Kukar, Aulia menyampaikan peringatan Isra Mikraj bukan sekedar kegiatan seremonial semata, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Melalui peringatan Isra Mikraj ini, kata Bupati marilah jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Guna mewujudkan Kabupaten Kukar yang religius, aman, damai, dan sejahtera, ” pintanya.
Ia juga menegaskan, nilai-nilai luhur dalam peristiwa Isra Mikraj harus menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian, khususnya bagi aparatur pemerintah, agar senantiasa bekerja secara jujur, amanah, dan bertanggung jawab dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Kemudian, dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh, K.H Muhammad Zhofaruddin (yang akrab disapa guru Udin), pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Amin Samarinda.
Dalam tausiahnya, ia mengulas makna Spiritual Isra Mikraj sebagai landasan penguatan iman, akhlak, dan disiplin ibadah umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan peringatan Isra Mikraj tersebut diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama dengan para tamu undangan yang hadir. (prokom05)




