Serahkan Bantuan Dedikasi Kukar idaman di Samboja, Wabup: 2023 Jauh Lebih Besar
Tenggarong – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar) H Rendi Solihin menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan penyerahan manfaat program dedikasi Kukar Idaman berupa bantuan mesin perahu tempel budidaya rumput laut di Kecamatan Samboja, Sabtu (24/12).

Bantuan mesin tempel bagi nelayan budidaya rumput laut merupakan program Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) melalui kegiatan pengelolaan pembudidayaan ikan tahun angggaran 2022.
Adapun bantuan yang diberikan berupa mesin tempel 15 PK sebanyak 12 unit, yang diterima Ketua Kelompok bersama rumput laut Akbar, dan sebanyak 12 unit mesin tempel 15 PK diterima Ketua Kelompok Mitra Sejahtera Rumput, Al-Hilal.
Wabup H Rendi Solihin mengatakan bahwa bantuan mesin tempel tersebut merupakan rangkaian terakhir dari program DKP untuk Kecamatan Samboja di tahun 2022.
Rendi mengungkapkan selama 2022 pemkab Kukar telah merealisasikan sebanyak 8 ribu lebih nelayan di seluruh Kukar.

“Insyaallah di tahun 2023 nanti bantuan yang akan kita berikan jauh lebih besar, karena kami telah menganggarkan sebesar 200 milyar rupiah lebih untuk 9200 nelayan yang ada di Kukar,” ungkapnya.
Sementara khusus untuk masyarakat Kuala Samboja dan sekitarnya di tahun 2023 dari Senipah, Tanjung Harapan, sampai Handil Baru, sebutnya akan ada kurang lebih 500 mesin diesel yang akan dibagikan, dan ada sekitar 200 mesin beserta perahunya untuk pembudidaya rumput laut.
“Dan ini masih ada kurang lebih 50 mesin tempel yang akan kita bagikan di tahun 2023 khusus di Kecamatan Samboja. Jadi bapak ibu sekalian seperti yang sudah sampaikan yang lalu – lalu, tidak usah khawatir insyaallah masyarakat nelayan di Kecamatan Samboja akan mendapatkan prioritas lebih nantinya,” imbuhnya.
Ditambahkannya bahwa anggaran yang digelontorkan ke masyarakat petani rumput laut di Kecamatan Samboja terhitung bulan Mei dan bulan September sudah masuk anggarannya kurang lebih Rp. 4,5 milyar.
“Dan yang kita serahkan hari ini anggarannya kurang lebih 1 milyar 950 juta rupiah,” terangnya.

Wabup H Rendi menyebutkan bahwa ini pertama kali di Kukar mesin tempel dibagikan untuk masyarakat nelayan.
“Ini merupakan usulan dari teman-teman, bahwa kalau mesin diesel tidak cocok untuk pembudayaan rumput laut,” pungkasnya. (Prokom01).




