TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menghadiri acara panen Demonstration Plot (Demplot) padi “LEISA” & Aplikasi Digital Farming melalui pemanfaatan drone sprayer agriculture di klaster Gapoktan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong, Jumat ( 12/9 ).

Panen raya dilakukan juga oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji, segenap Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Forkopimda Kaltim, Forkopimda Kukar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto, Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul dan sejumlah undangan lainnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji memberikan apresiasi atas capaian demplot tersebut. Ia mengatakan, teknologi yang diujicobakan melalui program ini bisa menjadi kunci mewujudkan kemandirian pangan di Kaltim. Terutama dengan luas lahan sawah aktif di Kutai Kartanegara mencapai 13.000 hektare.

“Ini peningkatan yang sangat luar biasa, karena Kukar memiliki sekitar 13 ribu hektar lahan sawah aktif, maka dengan adanya teknologi ini, panen bisa 6 ton per hektar. Insha Allah kita bisa tiga kali panen dalam setahun. Kita punya lahan sawah 33 ribu hektar maka kita akan swasembada pangan,” kata Seno Aji.
Namun, lanjutnya, hal ini bisa tercapai bila sawah diairi dengan sistem irigasi yang baik. Karena itu, ia memastikan akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat irigasi sawah demi mewujudkan swasembada pangan pada 2026.
Program demonstrasi plot atau demplot disebut berhasil meningkatkan produktivitas hasil tani di Poktan Citarum, Kelurahan Bukit Biru, Kutai Kartanegara hingga 74 persen. Hasil demplot Low External input Sustainable Agriculture ( LEISA ) & Aplikasi sebelumnya 3,9 ton/ha sesudah menggunakan aplikasi menjadi 6,2 ton /ha. Demonstration Plot (Demplot) padi “LEISA” kerjasama Pemerintah Provinsi Kaltim dengan Perwakilan Bank Indonesia Kaltim merupakan implementasi demonstration plot bio-invigorasi benih terintegrasi sistem low external input sustainable agriculture (LEISA) dan pemanfaatan drone spayer agriculture di Gapoktan Bukit Biru Tenggarong.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur atas pelaksanaan kegiatan Demplot Padi dengan Sistem LEISA dan Aplikasi Digital Farming di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong serta kepada para kelompok tani maupun kelompok wanita tani KWT yang merupakan garda terdepan Kabupaten Kukar dalam meningkatkan sektor pertanian yang ada di Kaltim.
Hasil dari demplot ini sangat membahagiakan, Aulia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur serta politani Samarinda.

“Semoga apa yang telah dilakukan ini bisa kita aplikasikan secara massal, demplot yang dibangun hampir 9,9 hektar hampir 10 hektar dan harapan kita kedepan dengan peningkatan yang signifikan ini dari 3,6 menjadi 6,2 itu bisa kita implementasikan di sawah-sawah yang ada di Kukar,” ujarnya.
Aulia juga melaporkan dua minggu yang lalu , Pemkab Kukar juga melakukan panen bersama dengan Dandim 0906 dengan intervensi panen yang dilaksanakan bisa menghasilkan diatas 7 ton hektar, karena ada implementasi dari Kodim 0906 Kukar dalam hal perbaikan tentang pengairan, metode tanam dan perawatannya bisa menghasilkan 6 – 7 ton per hektarnya pada demplot yang dibangun Pemkab Kukar.
Sebagaimana diketahui bahwa Pertanian Sistem LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) atau Pertanian Berkelanjutan dengan Input Rendah merupakan sistem pertanian yang bertujuan mencapai produksi berkelanjutan dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal dan meminimalkan ketergantungan pada input dari luar sistem pertanian, seperti pupuk kimia dan pestisida sintetis. Melalui sistem ini (LEISA), tentunya selain dapat mengurangi pengeluaran dan ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida sintesis, juga yang tidak kalah penting adalah menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lingkungan yang tetap terjaga kelestariannya termasuk mengurangi dampak residu kimia.
Selain itu, program Moderenisasi Pertanian juga sudah dilakukan olen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, misalnya terkait dengan penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang berbasis teknologi termasuk penggunaan drone sprayer agriculture untuk pengendalian hama dan penyakit.
“Kalau kita melihat angka atau jumlah petani hampir semua petani baru di daerah Kaltim memang sangat sedikit dan memprihatinkan karena apa, karena para petani baru angkanya sangatlah minimal sangat sedikit berbeda ketika kita melihat disektor perikanan atau nelayan baru, nelayan baru tumbuhnya sangat signifikan akan tetapi petani baru tumbuhnya sangat lamban, salah satu yang kita lihat kenapa terjadi kelambatan karena kita agak kurang mengadaptasi teknologi pertanian, harapan kita kedepan para petani milenial kita bisa segera tumbuh kembali dengan kita mengadaptasi atau pendekatan mereka dengan pertanian yang berteknologi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Artinya kedepan diharapkan petani petani milenial itu akan tumbuh semakin pesat, karena dibutuhkan para petani milenial untuk mengoperasikan misalnya drone, serta mengoperasikan alat alat yang canggih dibidang pertanian yang akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan pertanian yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi dan produktivitas produk pertanian.

Harapannya, Program Demplot Padi Sistem LEISA dan Aplikasi Digital Farming ini dapat diperluas pada wilayah-wilayah sentra padi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk pelaksanaan teknis, diharapkan Dinas Pertanian dan Peternakan dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur dan Politani Kaltim, sehingga tidak hanya 10 hektar yang bisa dibangun seperti ini akan tetapi lebih luas lagi di sentra sentra pertanian padi yang ada di Kabupaten Kukar.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap pembangunan pertanian menurut Aulia rahman Basri tidak perlu diragukan lagi, karena dalam waktu lima tahun terakhir ini, tercatat bahwa pertumbuhan pertanian di Kukar sangatlah signifikan, dan hari ini sudah terlihat membuahkan hasil, dari dulu Kukar salah satu lumbung pangan di Kaltim dan hari ini dengan spirit adanya Ibukota Nusantara dan kebutuhan pangan di Kaltim yang semakin meningkat maka Kutai Kartanegara pun semakin berbenah.
“Karena kami sadar sebagian pangan yang ada di Kaltim dihasilkan di Kabupaten Kukar.Halini juga dibuktikan juga dengan diraihnya Kabupaten Kukar sebagai peringkat tiga Nasional dalam indeks ketahanan pangan dan satu satunya di Kalimantan Timur dan ini merupakan suatu penghargaan bagi Pemkab Kukar dan sekaligus motivasi bagi Kukar , dan Insya Allah dengan penghargaan yang diberikan ini akan semakin membuat semangat kami untuk menjadikan Kabupaten Kukar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur yang lebih kuat lagi, semoga apa yang kita kerjakan menjadi ibadah dan membawa manfaat bagi kemajuan daerah kita, sesuai dengan Visi Misi Kukar Idaman Terbaik,” ujar Aulia Rahman Basri. ( Prokom 03 ).