Apresiasi Prestasi, Bupati Kukar Serahkan 9 Rumah Bonus Bagi Peraih Juara I MTQ Nasional
Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan syiar Al-Qur’an dan pembinaan prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Hal ini ditegaskan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat Peresmian dan penyerahan rumah apresiasi bagi juara terbaik I MTQ nasional, di Perumahan Grand Teriti Residence, Tenggarong, Senin (29/12/
Lebih lanjut Bupati Aulia menegaskan bahwa pemberian rumah bagi juara MTQ nasional merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah kepada para qari dan qariah yang telah mengharumkan nama Kutai Kartanegara di tingkat nasional.
Disampaikannya bahwa janji pemberian rumah kepada juara MTQ Nasional ke-30 telah ditunaikan melalui kerja sama dengan PT Cipta Griya Unggul. Program tersebut direncanakan akan terus berlanjut untuk juara MTQ nasional berikutnya, termasuk pada MTQ Nasional ke-31 yang akan digelar di Semarang. Bahkan, ke depan apresiasi tersebut berpeluang dikembangkan dalam bentuk klaster perumahan khusus juara MTQ nasional.
“Ini adalah bentuk penghargaan dan tanggung jawab pemerintah daerah kepada para juara MTQ nasional. Program pemberian rumah akan terus kami lanjutkan, dan jika di kemudian hari penerima sudah memiliki rumah dari kemenangan sebelumnya, kami siapkan opsi bentuk apresiasi lain,” ujar pimpinan daerah.
Disebutkannya, selain apresiasi bagi juara, Pemkab Kukar juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan MTQ, khususnya terkait komposisi anggaran dan besaran hadiah.

Bupati menyoroti adanya masukan dan kritik masyarakat terkait besarnya anggaran MTQ di tingkat kabupaten maupun kecamatan yang belum sebanding dengan hadiah yang diterima para juara.
Dalam evaluasi tersebut, disampaikan bahwa anggaran MTQ tingkat kabupaten dapat mencapai kisaran Rp8–11 miliar, sementara di tingkat kecamatan berkisar Rp400–500 juta, namun hadiah juara pertama pada beberapa cabang masih relatif kecil.
“Esensi MTQ adalah pembinaan, kaderisasi, dan penghargaan kepada para juara. Ke depan, porsi hadiah harus jauh lebih besar dibandingkan biaya operasional dan kemegahan acara. Kami ingin MTQ benar-benar berorientasi pada prestasi,” tegasnya.

Untuk itu, Bupati Aulia Rahman Basri meminta Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kutai Kartanegara agar menyiapkan skema anggaran MTQ tahun 2026, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, dengan porsi hadiah yang lebih signifikan dan proporsional.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Aulia juga menegaskan keberlanjutan Gerakan Etam Mengaji sebagai program strategis daerah. Gerakan ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diharapkan mampu membentuk karakter dan berdampak pada tata kelola pemerintahan.

Dijelaskan bahwa ke depan, pejabat yang akan dipromosikan serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang akan menerima Surat Keputusan (SK) diwajibkan lulus tes mengaji.
“Gerakan Etam Mengaji harus nyata dan terukur. Bukan hanya tertulis dalam regulasi, tetapi tercermin dalam perilaku aparatur dan kebijakan pemerintahan,” ujarnya.
Pemkab Kukar juga merencanakan kajian bersama Inspektorat Daerah untuk melihat berbagai variabel, termasuk kemungkinan dampak Gerakan Etam Mengaji terhadap hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, Pemkab Kukar membuka peluang kolaborasi lintas instansi dalam penguatan program keagamaan, termasuk pengembangan program untuk guru ngaji dan masjid. Kolaborasi tersebut direncanakan melibatkan instansi vertikal yang membidangi urusan haji dan umrah.
Sementara itu Sekretaris Umum LPTQ Fairuz Khalil, dalam laporannya menyebutkan dari total 50 peserta MTQ nasional dari Kaltim, sebanyak 17 peserta berasal dari Kutai Kartanegara dan seluruhnya berhasil meraih juara. Prestasi tersebut mencakup 9 juara pertama tingkat nasional. Selain pemberian rumah bagi juara utama, pemerintah daerah juga menyalurkan uang pembinaan kepada juara dua, juara tiga, dan juara harapan.

Untuk menghadapi MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Kukar telah melaksanakan training center (TC) dan seleksi peserta. Tercatat sebanyak 33 orang peserta asal Kutai Kartanegara mengikuti tahapan seleksi tersebut.
“Kami berharap prestasi yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Program pembinaan, apresiasi, dan penguatan syiar Al-Qur’an ini akan terus berlanjut,” pungkasnya (Prokom01).




