Tenggarong – Sebanyak 35 orang Ikuti Assesment Center dalam rangka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang dibuka oleh Sekda Kukar H Sunggono, di UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Provinsi Kaltim Samarinda, Senin (10/6/24).
Menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah, Sunggono menyampaikan bahwa dari 12 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang dilaksanakan pengisian melalui seleksi terbuka, telah diikuti sebanyak 46 pendaftar. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 37 orang serta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi sebanyak 9 orang. Pada tanggal 6 Juni 2024 bertempat diruang CAT BKPSDM Kukar telah dilaksanakan seleksi penulisan makalah yang diikuti sebanyak 36 peserta seleksi namun 1 orang peserta tidak dapat mengikuti seleksi penulisan makalah dikarenakan alasan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut Ia mengucapkan terima kasih kepada BKD Provinsi Kalimantan Timur khususnya UPTD Penilaian Kompetensi ASN yang telah bersedia menjadi mitra dalam melaksanakan Assesment center. Dimana asesmen center adalah metode evaluasi yang digunakan untuk menilai kompetensi, potensi, dan kinerja individu melalui berbagai teknik dan situasi simulasi yang menyerupai tugas pekerjaan yang sebenarnya.

Tujuan asesmen center adalah penilaian kompetensi kepemimpinan, mengidentifikasi calon yang memiliki kompetensi kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan jabatan.
“Ini mencakup kemampuan untuk mengelola orang, memimpin tim, mengambil keputusan strategis, dan berkomunikasi secara efektif”,katanya.
Sedangkan evaluasi potensi, menganalisis potensi pengembangan calon untuk jabatan yang akan diduduki. Assesment dapat membantu dalam mengidentifikasi calon yang memiliki kapasitas untuk berkembang dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan lingkungan organisasi. Penilaian kemampuan manajerial dan strategis, seperti mengukur kemampuan calon dalam merencanakan, mengatur, dan melaksanakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi dalam konteks jabatan pimpinan tinggi.
Melalui Assesment center, proses seleksi dapat menjadi lebih objektif, komprehensif, dan membantu memastikan bahwa calon yang terpilih memiliki kemampuan, kompetensi, dan kepribadian yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi terbuka ini. Keberanian dan komitmen yang ditunjukkan dalam menghadapi berbagai tantangan di Assesment Center ini sangat saya hargai.
Assesment Center menjadi momen penting bagi para peserta untuk menunjukkan potensi, kemampuan, dan kompetensi yang dimiliki. Melalui berbagai tes dan simulasi situasi, diharapkan setiap peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik peserta dalam berbagai aspek yang relevan dengan jabatan yang ditawarkan.
Dalam pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama tahun 2024, para peserta juga diuji kemampuan mengaji. Tentu mengaji dalam arti luas, bukan hanya yang beragama muslim tetapi yang non muslim pun akan mengaji sesuai dengan kitab suci masing-masing. Ujian mengaji merupakan langkah yang ditempuh pemerintah Kabupaten Kukar untuk mendorong dan menggalakkan kembali program Gerakan Etam Mengaji (GEMA).
“Uji ini merupakan bagian integral dari visi dan misi pemerintahan kita dalam mendorong terwujudnya program Gerakan Etam Mengaji, yang telah dicanangkan sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah Kabupaten Kukar. Gerakan Etam Mengaji bukan sekadar sebuah program, namun sebuah komitmen untuk menghidupkan kembali semangat keagamaan dan spiritualitas di tengah-tengah masyarakat kita. Mengaji bukan hanya tentang membaca kitab-kitab suci, namun juga tentang memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari”,ujarnya.

Sementara Kepala BKD Provinsi Kaltim Deni Sutrisno mengatakan pelaksanaan seleksi secara terbuka dilakukan dengan pengisian jabatan yang lowong secara kompetitif didasarkan pada sistem merit. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Pasal 1, sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi. Maka pelaksanaan promosi didasarkan pada kebijakan dan manajemen ASN sesuai kualifikasi, kompetensi secara adil dan wajar.Tentunya penilaian kompetensi juga ada tipe – tipenya mulai dari sederhana sampai dengan yang komplek sesuai dengan jabatan yang dituju. Pemerintah provinsi disamping melakukan penilaian kompetensi juga melakukan pemetaan kompetensi pegawai yang baru dilakukan 22 persen.

“Kami harapkan semua peserta bisa melakukan dengan baik asesmen ini, sehingga mendapatkan penilaian yang bagus. Pemerintah Provinsi Kaltim mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Kukar melaksanakan penilaian kompetensinya di UPTD Penilaian Kompetensi Kaltim”,tutupnya.(Prokom06)
Pemprov Kaltim dan Kukar Canangkan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperPj Gubernur Kaltim Akmal Malik bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melakukan pencanangan Pengukuran dan Intervensi serentak pencegahan Stunting di Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (12/6/24) di Posyandu Asoka Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kukar, ditandai pelepasan balon dan penandatanganan prasasti peresmian Posyandu Asoka.
Acara juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kukar Maslianawati Edi Damansyah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Kepala Dinas PMD Kukar Arianto, Ketua DWP Kukar Yulaikah Sunggono dan juga perwakilan Kabupaten dan Kota se Kalimantan Timur baik secara daring maupun luring.

Dalam kesempatan tersebut juga di serahkan program Go Bas yang merupakan CSR dari PT MHU untuk penanganan Stunting kepada 20 anak Asuh Sebesar 36 juta yang diserahkan kepada Kepala Dinas PMD Kukar Arianto dan juga diserahkan penanganan Stunting CSR dari PT Anugerah Bara Kaltim dan Mitra kerja kepada Kecamatan Loa Janan sebesar 10 Juta rupiah.
Bupati Kukar Edi Damansyah bersama PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Posyandu Menur 027, posyandu Menur 028, posyandu Menur 029, posyandu Baiturrahman, posyandu Sari Mulya, posyandu Melati, posyandu Mawar, posyandu Warga Tunggal dan Posyandu Kenanga atas keberhasilan mencapai D/s 100% dalam kegiatan bulan intervensi Stunting secara serentak di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kukar mengatakan bahwa Pemkab Kutai Kartanegara terus berkomitmen dalam upaya penurunan angka stunting melalui berbagai program strategis dan intervensi.
Edi berharap Penanganan Stunting yang dicanangkan hari ini jangan sampai hanya sekedar seremonial tetapi semuanya harus bergerak.
“untuk Kukar saya pastikan penurunan stunting berjalan lancar dan semua telah dilakukan di tahun 2023, saya tidak terlalu bangga dengan penurunan sekitar 10 % karena saya ingin di Kukar zero Stunting”imbuhnya.

Edi juga sangat sepakat dengan PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik yang harus diperbaiki adalah data karena data sangatlah penting untuk pengetesan stunting.
“Jadi jangan sampai nanti tim di lapangan bekerja tidak mengunakan data dan waktunya habis hanya untuk mencari”imbuhnya
Ia juga memastikan bahwa dengan beberapa inovasi pada program kerja penurunan Stunting maka diperlukan kolaborasi agar tahun 2024 angka stunting di Kutai Kartanegara kembali turun hingga zero.

Menurutnya, Pencanangan Pengukuran dan Intervensi merupakan bagian dari upaya penanganan stunting untuk memastikan setiap anak di Kutai Kartanegara mendapatkan pengukuran status gizi yang akurat dan mendapatkan intervensi gizi yang diperlukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan upaya ini dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Diakhir ia menegaskan untuk terus berkolaborasi, berkomitmen dan bekerja keras dalam upaya menurunkan angka stunting khusus di Kutai Kartanegara.” Dengan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, serta berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 maka perlu kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah provinsi dan juga dunia usaha”tegasnya mengakhiri.(Prokom08)
Tingkatkan Kompetensi SDM Generasi Muda, Pemkab Kukar Gandeng Perusahaan Tambang dan Perkebunan
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sekda Kukar Dr. H Sunggono melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan para perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kukar di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Rabu (12/6/2024).
Penandatanganan itu dilakukan dengan para perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan.

Adapun maksud dan tujuan dari perjanjian itu sebagai bahan untuk menjadi acuan kerjasama di bidang pendidikan tentang pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) guna peningkatan kompetensi serta pengembangan sumberdaya manusia, dan pembiayaan beasiswa bagi putra-putri Kabupaten Kukar yang berprestasi.
Dr. H Sunggono dalam arahannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas partisipasi dunia usaha, khususnya perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan terkait kontribusinya dalam pemanfaatan program CSR perusahaan tidak hanya pada program beasiswa, tetapi juga pada program peningkatan kompetensi SDM yang ada di Kukar serta beberapa program lainnya yang sinergi dengan perencanaan pembangunan daerah.
“Saya ucapkan terimakasih, penghargaan serta apresiasi kepada bapak ibu yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan, yang telah bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten Kukar memiliki komitmen yang besar dalam rangka peningkatan kompetensi dan pengembangan sumberdaya manusia dalam bentuk pembiayaan bagi siswa khususnya yang berada di beberapa sekolah SMK Wikrama Garut dan Bogor,” ucap Dr. H Sunggono.

Lebih lanjut, H Sunggono mengatakan komitmen Pemkab Kukar melalui visi dan misi Kukar Idaman dan program dedikasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya terus dilakukan salah satunya melalui program beasiswa Kukar Idaman bagi mahasiswa, program beasiswa bagi 1000 guru sarjana, serta program beasiswa tematik untuk memenuhi kebutuhan kompetensi yang tidak dimiliki oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar sesuai tupoksinya.
“Saat ini kita sedang menyekolahkan, dan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanahan di jogjakarta untuk program D satu, guna memenuhi kebutuhan tenaga juru ukur yang tidak ada di Dinas Pertanahan dan tata ruang. kenapa itu kita butuhkan, karena itu merespon wilayah Kukar yang masuk dalam delineasi IKN, sehingga kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga Kukar yang tanahnya tidak tersertifikasi,” ujar Dr. H Sunggono.
Menurutnya, berdasarkan Perbup Kukar, beasiswa Kukar Idaman sendiri menyasar bagi jenjang mahasiswa keatas, sehingga terjadi kekosongan intervensi terkait beasiswa bagi para pelajar, berkenaan dengan hal tersebut Pemkab Kukar sangat berterima kasih atas intervensi pihak dunia usaha, khususnya yang berkenaan dengan pembiayaan bagi para pelajar Kukar diluar daerah melalui program TJSPnya.
“Terhadap program di SMK Wikrama ini memang program percepatan yang dari sisi aturan kita inginnya itu emang intervensinya ada dari bapak-bapak atau dari sektor pertambangan dan juga perkebunan, kenapa karena memang yang diatur dalam perbup kami tentang beasiswa yang diatur hanya untuk mahasiswa keatas, yang untuk SMK ini enggak diatur gitu, jadi ada kekosongan hukum atas pembiayaan itu,” ujarnya.

Diakhir arahannya, dirinya berharap kerjasama yang telah dimulai tersebut bisa dilaksanakan dan dituntaskan, sehingga pada saatnya nanti para lulusan SMK Wikrama bisa ikut mensukseskan pencapaian target kinerja pemerintah daerah salah satunya program dedikasi Kukar Idaman yaitu program digitalisasi pelayanan publik (Disapa).(prokom07).
Tingkatkan Nilai SPIP dan IEPK, Sekda Minta Tim Assesor Berkomunikasi Intens Dengan Pimpinan OPD
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sesuai dengan hasil penilaian Evaluasi Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) 2023 lalu, Predikat Kukar sudah mencapai level 3 pada Penilaian Penyelenggaraan SPIP dan Manajemen Risiko Indeks (MRI), namun Nilai Indeks Efektivitas Pencegahan Korupsi (IEPK) masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengharapkan seluruh Assessor penilaian mandiri yang melaksanakan asesi, tidak hanya sekedar memfaktakan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern yang dilaksanakan selama hampir satu tahun ini. Tetapi Sekda berpesan agar Tim Assesor SPIP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Asesor SPIP Pemda untuk melakukan komunikasi yang intensif dengan pimpinan perangkat daerah untuk mengoptimalkan penyediaan evidence dokumen data dukung sehingga hasil penilaian dapat lebih optimal.

“Kemudian lakukan pengisian kertas kerja penilaian dan penilaian kesesuaian dokumen evidence dengan kriteria penilaian yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya saat membuka workshop pelaksanaan penilaian mandiri maturitas SPIP Terintegrasi Pemkab Kukar tahun 2024 Periode 01 Juli 2023 – 30 Juni 2024, Rabu (12/6) di ruang Serbaguna Dispora Kukar.
Selain itu, Sunggono juga berpesan kepada Tim Penjamin Kualitas dari Unsur Inspektorat Daerah, untuk tidak sekedar mengoreksi hasil penilaian Assesor PM SPIP Pemerintah Daerah, tetapi melakukan pembimbingan kepada Assesor Perangkat Daerah, sehingga dapat mengisi kertas kerja, menilai, melengkapi dokumen.

“Agar target Nilai Maturitas SPIP, Manajemen Risiko Indeks dan nilai Indeks Efektivitas Pencegahan Korupsi (IEPK) Pemda dapat ditingkatkan dari capaian tahun lalu,” demikian harapnya.(prokom04)
Penilaian Mandiri Maturitas SPIP Terintegrasi 2024, Sekda Harap Target Tercapai dan Berkualitas
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono membuka workshop pelaksanaan penilaian mandiri maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Pemkab Kukar tahun 2024 Periode 01 Juli 2023 – 30 Juni 2024, Rabu (12/6) di ruang Serbaguna Dispora Kukar.
Acara dihadiri pihak Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar, Inspektur Daerah Kukar, Pendamping dari BPKP Provinsi Kalimantan Timur, Asesor Penilaian Mandiri Maturitas Penyelenggaraan SPIP Pemerintah Daerah, Asesor Penilaian Mandiri Maturitas Penyelenggaraan SPIP Perangkat Daerah, Tim Panitia dari Inspektorat dan Tim Fasilitasi Penyelenggaraan SPIP Pemerintah Daerah.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar Ety Erma Sumarni melaporkan bahwa Pelaksanaan penilaian mandiri maturitas penyelenggaraan SPIP terintegrasi ini, sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, dan Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, dimana setiap entitas pemerintah daerah diwajibkan menyelenggarakan sistem pengendalian intern, yang pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi Pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, untuk dilakukan setiap tahun sebagai parameter keberhasilan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern yang dilaksanakan.
Pelaksanaan penilaian mandiri maturitas penyelenggaraan SPIP Terintegrasi, oleh Pemda dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2024 sampai dengan 22 Juni 2024 mendatang.

Tujuan kegiatan ini kata Ety yaitu melaksanakan penilaian mandiri maturitas penyelenggaraan SPIP Terintegrasi pada masing masing Perangkat Daerah dan Pemerintah Daerah sebagai bahan evaluasi Tim Penjaminan Kualitas dan Evaluator BPKP Kaltim.
Kemudian mengoptimalkan penyelesaian kertas kerja dan ketersediaan data dukung tiap Perangkat Daerah.
“Serta mengoptimalkan penyusunan laporan penilaian SPIP Perangkat Daerah dan Pemda, yang akan digunakan sebagai evidence pemenuhan indikator kinerja,” ujarnya.
Sementara Sekda Sunggono mengucapkan terima kasih kepada Inspektur Daerah, dan Tim Fasilitasi dari Sekretariat Daerah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, mengingat batas waktu pelaksanaan penilaian mandiri dan Penjaminan Kualitas dari Inspektur laporannya paling lambat diterima Tim Evaluator Penyelenggaraan SPIP Pemerintah Daerah Badan perwakilan BPKP Kaltim pada 30 Juni 2024.
“Karena itu kepada semua Assessor Perangkat Daerah dan Asessor Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan pengisian kertas kerja, laporan penilaian dan Laporan Penjaminan Kualitas yang akan disampaikan oleh Pemda kepada Kepala Perwakilan BPKP Kaltim,” pintanya.

Sesuai Laporan Ketua Panitia yaitu Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kukar, kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari yang terbagi atas 3 sesi dengan waktu masing-masing selama 2 hari.
Dengan Waktu terbatas itu, Sekda minta para Asessor yang melaksanakan penilaian agar memanfaatkan waktunya seefektif mungkin, selalu mengacu kepada pedoman penilaian sesuai ketentuan yang berlaku sebagaimana yang diarahkan oleh Pendamping dari BPKP Kaltim. Juga saling membantu, bekerja bersama dan kolaboratif. Selalu mengkonsultasikan kepada Tim Penjamin Kualitas, maupun Pendamping dari BPKP Kaltim.
Kepada Tim Panitia dari Inspektorat dan Bagian Administrasi Pembangunan, Sungggono juga berharap, kegiatan rutin tahunan ini dapat dipersiapkan lebih awal dan berkolaboratif dengan perangkat daerah lainnya yang terlibat.

“Kolaborasi dengan Perangkat Daerah sangat penting, sehingga hambatan-hambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat lebih mudah diatasi, dan Kerjasama untuk terus ditingkatkan ke depan,” pesannya.
Sekda kemudian berharap kepada seluruh peserta kegiatan ini agar bisa mencapai target maksimal dan berkualitas. (prokom04)
Sekda Hadiri Rapat Dengan DPRD Terkait Pra Rancangan APBD Perubahan 2024 dan RAPBD 2025
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono menghadiri rapat pembahasan pra rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2024 dan rancangan APBD tahun 2025 bertempat di ruang Batara Hotel Fugo Samarinda, Selasa (11/6/2024).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid tersebut turut dihadiri para anggota DPRD Kukar, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Kukar.
Saat membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah, Sunggono mengatakan pembahasan pra rancangan APBD perubahan tahun 2024 dan rancangan APBD tahun 2025 merupakan momen yang penting, karena menurutnya melalui diskusi dan pertukaran pendapat, akan menciptakan landasan anggaran yang kuat untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kukar.

Menurut Edi dalam menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika keuangan yang tidak dapat diprediksi, Pemkab Kukar telah melakukan analisis dan perencanaan anggaran dengan cermat untuk tahun anggaran 2024 dan 2025.
“Perencanaan ini tidak hanya mempertimbangkan pendapatan dan belanja daerah, tetapi juga dampak dari kebijakan pusat, serta prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.
Namun menurutnya, dalam pelaksanaannya Pemkab Kukar dihadapkan pada tantangan yang cukup berat, terhadap hal-hal pokok yang terjadi diluar kendali pemerintah daerah seperti diantaranya defisit dan penyesuaian belanja pemerintah.
Sehingga Pemkab Kukar menurutnya, melakukan penyesuaian guna menjaga stabilitas keuangan daerah, dengan melaksanakan langkah-langkah strategis dan efisiensi anggaran menjadi fokus utama dalam menghadapi defisit tersebut.

Lebih lanjut, Edi mengatakan melihat tantangan yang ada di tahun 2024, Pemkab Kukar telah menyiapkan rancangan RKPD untuk APBD tahun 2025. yaitu fokus utama APBD 2025 adalah pada sektor ketahanan pangan sebagai langkah strategis untuk merealisasikan visi Kukar sebagai lumbung pangan utama di Kalimantan Timur. yang mana hal tersebut menurutnya tertuang dalam rancangan RKPD 2025 yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan produksi pertanian.
“Saya mengajak kita semua untuk bekerja sama dengan penuh semangat dan dedikasi dalam menghadapi tantangan ini. kita perlu menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif, agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar bisa membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

Sebagi informasi, pada kesempatan tersebut juga dirangkai dengan dialog interaktif, serta tanya jawab dan pertukaran informasi antara anggota DPRD Kukar yang hadir dengan tim TAPD Pemkab Kukar terkait langkah-langkah strategis yang akan dilakukan kedepannya.(prokom07).
Maslianawati Ingatkan Tugas Bunda PAUD Desa Untuk Sosialisasikan PAUD
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ditujukan kepada anak usia 6 sampai 8 tahun yang mendapatkan layanan PAUD dan sekolah dasar kelas awal, dimasa tersebut kemampuan otak anak dalam berpikir berkembang pesat hingga mencapai 80%.
“Untuk itu menjadi dasar utama mengapa pentingnya PAUD bagia anak, tugas Bunda PAUD dari tingkat Desa,Kelurahan,Kecamatan untuk selalu mengajak dan mensosialisasikan ke warganya agar pendidikan anaknya diawali dari PAUD”,tegas Bunda PAUD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Maslianawati Edi Damansyah pada pembukaan penguatan Parenting Fasilitasi PAUD dalam rangka pengentasan stunting penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, di BPU Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Selasa (11/6/24).

Lebih lanjut Ia mengatakan sebagaimana tahap-tahap perkembangan anak terdapat enam aspek perkembangan yang dapat di stimulasi dalam Pendidikan anak usia dini yaitu aspek perkembangan nilai moral dan agama, fisik motorik, Bahasa, sosial emosional, kognitif dan aspek perkembangan seni.
“Ini sudah mau masuk tahun ajaran baru saya ingin para Bunda PAUD bergerak untuk terus mengajak dan mensosialisasikan PAUD ini, karena banyak para orang tua belum mengetahui pentingnya awal pendidikan dimasa ini, begitupula dimasa transisi PAUD ke SD perlu pendampingan guru maupun orang tua murid diawal masuk sekolahnya”,ungkapnya.

Dijelaskannya pendidikan tidak akan berjalan dan berhasil tanpa adanya kerjasama yang baik antara orang tua murid, guru, Bunda PAUD, Disdikbud dan Pemerintah. Kerjasama akan terjalin baik jika adanya komunikasi yang baik, sebagai Bunda PAUD di daerah masing – masing sudah kewajiban tugas dan fungsinya harus dijalankan, jangan hanya diam tanpa bergerak untuk menjalankan tugasnya.
“Jangan pernah anggap enteng selempang sebagai Bunda PAUD dikenakan pada saat diperlukan saja, namun gunakanlah setiap melakukan tugasnya turun ke warga, berkomunikasi dengan warga apa saja kendala yang ada tentang permasalahan PAUD didaerahnya”,jelas Maslianawati.
Begitu pula dengan permasalahan stunting, sosialisasi dan posyandu di daerah sangatlah penting. Memberi makanan kepada anak usia dini sangat penting jangan diremehkan karena menyangkut dengan tumbuh kembang anak dimasa depan. Para Orang tua harus pintar dalam memberi makanan kepada anaknya agar tidak stunting.

Sementara Sekretaris Disdikbud Kukar Hj Maria Ester mengatakan sudah menjadi tugas bersama untuk memperhatikan PAUD terutama tugas Bunda Paud di desa, kelurahan dan kecamatan. Begitu pula dengan pendidik, perlunya peningkatan kompetensi. Mengenai anak penyandang disabilitas pihak sekolah juga harus mempersiapkan sarana dan prasarananya guna peningkatan kompetensi para pendidiknya.
“Kami hanya ingin menghimbau kepada rekan-rekan, terutama yang ada di PAUD ini untuk meningkatkan standar layanan pendidikan, dengan peningkatan akreditas guna menunjang kualitas lembaganya sesuai dengan standar pelayanan minimal itu akreditasi B”,serunya.
Di Kabupaten Kukar saat sekarang angka partisipasi PAUD masih rendah sekitar 60%, sekitar 35% masih belum dan kurang lebih sekitar 11.000 anak di Kabupaten Kukar yang usia 5 sampai dengan 6 tahun belum sekolah di PAUD. Bisa jadi diantara 11.000 tersebut ada di kecamatan Anggana dan merupakan bagian dari tugas bersama terutama Bunda PAUD Desa agar PAUD berjalan lancar.

Turut hadir Camat Anggana Rendra Abadi, Jajaran Disdikbud, para Bunda PAUD Kecamatan Anggana, para guru, kepala sekolah dan perwakilan wali murid. Dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama PT Alfara Delta Persada Dody Triyono dengan TP PKK Kecamatan Anggana Sri Wahyuni Ermawati, di bidang pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi pertambangan dengan mengacu pada program RBPK (Rumah Besar Penanggulangan kemiskinan) disaksikan Ketua TP PKK Kabupaten Kukar Maslianawati dan Camat Anggana Rendra Abadi.(Prokom06)
HUT KPBS Tingkatkan Pendapatan Pelaku UMKM
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, di Kecamatan Kembang Janggut dirangkai dengan berbagai kegiatan, diantaranya bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kegiatan itu dipusatkan di Halaman Kantor Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Desa Muai, Kembang Janggut.
Bazar UMKM yang digelar sejak 5 Juni tersebut membawa peruntungan bagi para pelaku UMKM dan pedagang lainnya.

Horas, pedagang lokal setempat ini mengaku senang dengan adanya kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan pedagang lokal tersebut.
Pria pedagang aneka minuman ini mengungkapkan bahwa pendapatannya jauh meningkat dibanding hari-hari biasa di luar kegiatan tersebut.
“Syukurlah disini sehari bisa dapat dua juta rupiah,” ujarnya sambil tersenyum lebar penuh semangat sambil meracik minuman segar jualannya, Senin (10/6/24).
Ia berharap kegiatan serupa sering diadakan, agar dirinya bersama rekan seprofesi dapat terus meningkatkan penghasilan.
“Bagus, kami senang ada acara seperti ini kita bisa jualan disini, semoga nanti sering ada kegiatan seperti ini,” ujarnya menutup bincang singkat dengan peliput berita ini. (Prokom04)
Bergelar Koperasi Sehat, KPBS Juga Kantongi Sertifikat RSPO dan ISPO
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Berusia ke-22 Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KPBS) Kecamatan Kembang Janggut telah menuai sederet prestasi.
Ketua KPBS Jamaluddin mengatakan bahwa Koperasi yang mewadahi petani sawit itu pada 2015 mendapat predikat sebagai koperasi terbaik di Kukar dan Kaltim, kemudian mewakili Kaltim ke tingkat Nasional. Kemudian pada 2023 mendapatkan predikat sebagai Koperasi Sehat.

“Kami juga telah mendapatkan sertifikat RSPO pertama di Kukar. Dan tahun ini membawa sertifikasi ISPO bagi petani kami,” ujarnya Senin (10/6/24) saat HUT KPBS di Halaman Kantor KPBS, Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut.
Sertifikat ISPO tersebut diserahkan oleh CEO Abler Nordic Hans Smith Kepada Bupati Kukar Edi Damansyah, untuk kemudian diberikan kepada Ketua KPBS Jamaluddin pada HUT KPBS tersebut.
Sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang menjamin individu anggota pemegang sertifikat ini memproduksi atau secara fisik menangani Minyak Sawit Berkelanjutan, anggotanya telah berkomitmen dan mematuhi persyaratan keberlanjutan.
Adapun sertifikasi Sistem Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) adalah suatu kebijakan Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia, mengurangi gas rumah kaca, serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan dan juga sosial-ketenagakerjaan.

Untuk itu Jamaluddin berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendampingi baik dari perusahaan maupun Pemkab Kukar, sehingga KPBS bisa mendapatkan sertifikat tersebut.
Jamal kemudian melaporkan KPBS kini telah beranggotakan 1.067 orang, dengan luas sawit tercover 3700ha.
“Produksi kami mencapai empat sampai lima ribu ton perbulannya, ini yang terbesar sepanjang daratan sungai belayan,” ujarnya.
KPBS berharap di sekitar Kembang Janggut agar dibangun pengolahan pabrik Kelapa Sawit baru, khususnya pabrik minyak goreng.
“Pabrik minyak goreng ini menjadi mimpi kami yang tujuannya meningkatkan Kesejahteraan para anggota,” demikian harapnya. (Prokom04)
HUT KPBS, Bupati Apresiasi Sederet Prestasi Koperasi Sawit Itu dan Berharap Konsisten Dipertahankan
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KPBS), Senin (10/6/24) di Halaman Kantor Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, ditandai pemotongan tumpeng.
Hadir pada acara itu sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Camat Kembang Janggut beserta Forkopimcam, CEO Abler Nordic Hans Smith, manajemen perusahaan Pupuk dan Herbisida, Ketua dan seluruh pengurus KPBS, anggota Koperasi yang saya banggakan, juga masyarakat setempat.

Bupati mengatakan KPBS yang berdiri sejak tahun 2002, telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Dengan jumlah anggota yang kini mencapai 1.067 orang, dan luas lahan anggota yang melebihi 3 ribu hektar, KPBS telah menjadi pilar penting dalam perekonomian daerah di Kukar.
“Keberadaan koperasi ini telah terbukti dapat berjalan dengan baik dan dapat menjadi daya ungkit dalam penguatan ekonomi lokal,” ujar Edi.

Bupati juga mengapresiasi sejumlah prestasi yang diraih oleh KPBS, diantaranya baru-baru ini telah mendapatkan Sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan
sertifikasi Sistem Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO.
Menurutnya capaian tersebut merupakan wujud komitmen para pimpinan Koperasi hingga anggotanya dibantu stakeholder terkait untuk maju bersama.

“Saya harap dengan diraihnya sertifikat ini, semua pihak mulai Ketua, pengurus hingga anggotanya terus konsisten menjaga kelangsungan kebun sawitnya,” pesannya.
Terkait harapan anggota KPBS yang menginginkan ada pabrik pengolahan kelapa sawit di lingkungan mereka, Bupati memang telah merencanakan pembangunan pabrik minyak goreng merah.


“Itu memang bagian rencana kami mensejahterakan rakyat, jadi nanti dibicarakan lagi dengan pihak terkait, kami Pemkab akan mendukung pembangunan pabrik minyak goreng ini,” demikian ujarnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Acara juga dirangkai dengan penyerahan Bantuan pendidikan untuk pelajar Desa Muai. Penyerahan penghargaan kepada petani inspiratif dan kontraktor inspiratif.
(Prokom04)
35 Orang Ikuti Assesment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sebanyak 35 orang Ikuti Assesment Center dalam rangka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang dibuka oleh Sekda Kukar H Sunggono, di UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Provinsi Kaltim Samarinda, Senin (10/6/24).
Menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah, Sunggono menyampaikan bahwa dari 12 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang dilaksanakan pengisian melalui seleksi terbuka, telah diikuti sebanyak 46 pendaftar. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 37 orang serta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi sebanyak 9 orang. Pada tanggal 6 Juni 2024 bertempat diruang CAT BKPSDM Kukar telah dilaksanakan seleksi penulisan makalah yang diikuti sebanyak 36 peserta seleksi namun 1 orang peserta tidak dapat mengikuti seleksi penulisan makalah dikarenakan alasan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut Ia mengucapkan terima kasih kepada BKD Provinsi Kalimantan Timur khususnya UPTD Penilaian Kompetensi ASN yang telah bersedia menjadi mitra dalam melaksanakan Assesment center. Dimana asesmen center adalah metode evaluasi yang digunakan untuk menilai kompetensi, potensi, dan kinerja individu melalui berbagai teknik dan situasi simulasi yang menyerupai tugas pekerjaan yang sebenarnya.

Tujuan asesmen center adalah penilaian kompetensi kepemimpinan, mengidentifikasi calon yang memiliki kompetensi kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan jabatan.
“Ini mencakup kemampuan untuk mengelola orang, memimpin tim, mengambil keputusan strategis, dan berkomunikasi secara efektif”,katanya.
Sedangkan evaluasi potensi, menganalisis potensi pengembangan calon untuk jabatan yang akan diduduki. Assesment dapat membantu dalam mengidentifikasi calon yang memiliki kapasitas untuk berkembang dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan lingkungan organisasi. Penilaian kemampuan manajerial dan strategis, seperti mengukur kemampuan calon dalam merencanakan, mengatur, dan melaksanakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi dalam konteks jabatan pimpinan tinggi.
Melalui Assesment center, proses seleksi dapat menjadi lebih objektif, komprehensif, dan membantu memastikan bahwa calon yang terpilih memiliki kemampuan, kompetensi, dan kepribadian yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam seleksi terbuka ini. Keberanian dan komitmen yang ditunjukkan dalam menghadapi berbagai tantangan di Assesment Center ini sangat saya hargai.
Assesment Center menjadi momen penting bagi para peserta untuk menunjukkan potensi, kemampuan, dan kompetensi yang dimiliki. Melalui berbagai tes dan simulasi situasi, diharapkan setiap peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik peserta dalam berbagai aspek yang relevan dengan jabatan yang ditawarkan.
Dalam pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama tahun 2024, para peserta juga diuji kemampuan mengaji. Tentu mengaji dalam arti luas, bukan hanya yang beragama muslim tetapi yang non muslim pun akan mengaji sesuai dengan kitab suci masing-masing. Ujian mengaji merupakan langkah yang ditempuh pemerintah Kabupaten Kukar untuk mendorong dan menggalakkan kembali program Gerakan Etam Mengaji (GEMA).
“Uji ini merupakan bagian integral dari visi dan misi pemerintahan kita dalam mendorong terwujudnya program Gerakan Etam Mengaji, yang telah dicanangkan sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah Kabupaten Kukar. Gerakan Etam Mengaji bukan sekadar sebuah program, namun sebuah komitmen untuk menghidupkan kembali semangat keagamaan dan spiritualitas di tengah-tengah masyarakat kita. Mengaji bukan hanya tentang membaca kitab-kitab suci, namun juga tentang memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari”,ujarnya.


Sementara Kepala BKD Provinsi Kaltim Deni Sutrisno mengatakan pelaksanaan seleksi secara terbuka dilakukan dengan pengisian jabatan yang lowong secara kompetitif didasarkan pada sistem merit. Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Pasal 1, sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi. Maka pelaksanaan promosi didasarkan pada kebijakan dan manajemen ASN sesuai kualifikasi, kompetensi secara adil dan wajar.Tentunya penilaian kompetensi juga ada tipe – tipenya mulai dari sederhana sampai dengan yang komplek sesuai dengan jabatan yang dituju. Pemerintah provinsi disamping melakukan penilaian kompetensi juga melakukan pemetaan kompetensi pegawai yang baru dilakukan 22 persen.
“Kami harapkan semua peserta bisa melakukan dengan baik asesmen ini, sehingga mendapatkan penilaian yang bagus. Pemerintah Provinsi Kaltim mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemkab Kukar melaksanakan penilaian kompetensinya di UPTD Penilaian Kompetensi Kaltim”,tutupnya.(Prokom06)