Tenggarong – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), H Sunggono memimpin Apel Pagi yang dirangkai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator, bagi Kepala Bagian Sekretariat Daerah dan Camat, Senin (9/2/2026), di Halaman Kantor Bupati Kukar.

Dalam sambutannya, Sekda Sunggono menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial atau administratif, melainkan bagian penting dari proses pembinaan kepegawaian, penguatan organisasi, serta upaya memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan berorientasi pada hasil.
“Jabatan bukanlah tujuan, melainkan amanah. Amanah untuk bekerja lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sekda menyampaikan sejumlah penekanan penting yang merupakan penguatan atas arahan Bupati Kukar saat pelantikan pejabat beberapa hari sebelumnya. Salah satunya terkait penilaian kinerja ASN yang harus dilakukan secara objektif, jujur, dan berkeadilan.

Ia menegaskan bahwa penilaian kinerja tidak boleh dijadikan formalitas atau rutinitas tahunan semata, melainkan harus mencerminkan capaian kerja, disiplin, tanggung jawab, serta kontribusi nyata pegawai terhadap organisasi. Menurutnya, pimpinan yang tidak objektif dalam menilai kinerja akan melemahkan motivasi dan menciptakan ketidakadilan dalam organisasi.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja secara berkala, minimal setiap satu hingga tiga bulan, guna memastikan target kerja berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi hambatan sejak dini, serta membangun komunikasi yang sehat antara pimpinan dan staf.
Terkait sistem e-kinerja, Sunggono menegaskan bahwa penilaian kinerja merupakan tanggung jawab langsung pimpinan. Pimpinan wajib memahami target, realisasi, serta penilaian kinerja bawahannya secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti pentingnya pemahaman manajemen talenta. Menurutnya, birokrasi saat ini membutuhkan ASN yang berkinerja tinggi, adaptif, inovatif, serta memiliki potensi kepemimpinan. Oleh karena itu, pimpinan harus mampu mengenali potensi pegawai, membina kompetensi, dan menempatkan ASN sesuai dengan kapasitas dan keahliannya.
Selain arahan terkait kepegawaian, Sekda Kukar juga mengingatkan pejabat yang baru dilantik untuk segera memahami RPJMD dan Rencana Strategis Perangkat Daerah, agar setiap program dan kegiatan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan data sesuai tugas pokok dan fungsi, baik bagi Camat maupun Kepala Bagian. “Keputusan yang baik hanya lahir dari data yang akurat. Data adalah alat kendali, alat evaluasi, dan alat pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sekda Sunggono mengucapkan selamat kepada para pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan dan berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja.
“Semoga seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat terus meningkatkan kinerja dan pengabdian dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (Prokom04)
Akselerasi Target Adipura 2027, Wabup Kukar Dalami Teknologi Pengolahan Sampah di Kulon Progo
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperYogyakarta – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan langkah strategis dalam mematangkan tata kelola sampah terpadu guna mewujudkan target meraih penghargaan Adipura pada tahun 2027 mendatang. Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, memimpin langsung kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan studi banding ini difokuskan pada pendalaman sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi, khususnya pemanfaatan alat pencacah sampah yang dinilai efektif untuk diadaptasi di wilayah Kabupaten Kukar.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Slamet Hadi Raharjo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wiyono, Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Junaidi, serta jajaran Anggota DPRD Kabupaten Kukar. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo, Duanu Heru Supriyanta, beserta tim ahli dari Universitas 45 Yogyakarta.

Dalam sesi diskusi teknis, Wabup Rendi Solihin mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Kukar menghadapi tantangan besar terkait volume sampah yang mencapai 370 ton per hari dari 20 kecamatan. Dari jumlah tersebut, kapasitas kelola saat ini baru mampu menangani 250 ton, sehingga menyisakan defisit sekitar 127 ton sampah yang berpotensi mencemari lingkungan, termasuk ekosistem Sungai Mahakam.
”Pengelolaan sampah ini adalah variabel kunci. Tanpa pembenahan sistem yang fundamental, sulit bagi kita untuk meraih kembali supremasi Adipura yang terakhir kita dapatkan pada periode 2012-2014 lalu,” ujar Rendi Solihin.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Kukar berencana melakukan pengadaan mesin pencacah dan teknologi insinerator ramah lingkungan dengan sistem pembakaran empat tahap. Teknologi ini diproyeksikan mampu memproses 103 ton sampah per hari secara bersih dan minim polusi.
Selain teknologi, sisi penguatan anggaran juga menjadi sorotan. Meskipun pada tahun 2026 DLHK telah menganggarkan Rp50 miliar, Rendi menyebutkan idealnya diperlukan alokasi sekitar 3% dari APBD (estimasi Rp300-400 miliar) untuk memastikan infrastruktur pengelolaan sampah berjalan optimal di seluruh wilayah.
Pemerintah daerah menetapkan Kecamatan Tenggarong sebagai prioritas penanganan karena menyumbang 30% dari total sampah kabupaten. Di sisi lain, Muara Jawa akan terus didorong sebagai wilayah percontohan (pilot project) pengelolaan sampah terbaik di Kalimantan Timur.

”Kunjungan ke TPA Banyuroto ini memberikan kita gambaran konkret mengenai skema manajemen yang efisien. Harapannya, hasil dari studi ini dapat segera kita implementasikan demi lingkungan Kukar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya.(Prokom06).
Bupati Kukar Kukuhkan Pengurus FKDM 2025 – 2030 dan Pengangkatan Duta Pancasila 2025 – 2029
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri mengukuhkan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat(FKDM) Masa Bhakti 2025 – 2030 sekaligus pengangkatan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia DPPI Kukar Masa Bhakti 2025 – 2029 di Aula Kantor Bappeda Kukar di Tenggarong, Selasa ( 10/2).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Keputusan Bupati Kukar tentang pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dilanjutkan dengan penandatangan berita acara.
FKDM Kukar diketuai Rojiín, ( Perwakilan Ormas ), Wakil ketua Misran ( Akademisi ), Sekretaris : Akhmad Riadi ( Perwakilan Ormas ), Bendahara Lodya Astagina ( Perwakilan Media ) Anggota : Dr Riduan ( akademisi ), Adinata Rusmen idris ( Perwakilan Ormas), Subhan Rianto Ahmad ( Perwakilan LSM ), Wahyudi ( Perwakilan Tokoh Pemuda ). Tampak hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kukar, Anggota DPRD Kukar Akbar Haka, Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti, Kepala OPD terkait dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya Aulia Rahman Basri menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mendukung dan mendorong terbentuknya FKDM dalam rangka menjaring, menampung, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data serta informassi dari masyarakat mengenai potensi ancaman tantangan , hambatan dan gangguan dan memebrikan laporan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam hal mengambil kebijakan.

Dikatakannya, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 tahun 2018 mengatur tentang kewaspadaan dini di daerah. Hal itu mencakup mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan informasi untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi berbagai jenis Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang mungkin terjadi di suatu wilayah.
Fungsi Kewaspadaan Dini Daerah lanjut bupati, adalah untuk meningkatkan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum di daerah. Serta untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antar perangkat daerah dalam meminimalkan dan mempertahankan potensi gangguan keamanan.
“Kita melakukan ini untuk meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga keamanan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan segala potensinya, termasuk kekayaan sumber daya alam, wisata, dan potensi konflik sosial,” katanya.

Aulia berharap pengurus FKDM Kabupaten Kukar yang dikukuhkan hari ini dapat memperkuat dan mengkoordinasikan FKDM di tingkat kecamatan.
”FKDM membangun komunikasi dengan aparat keamanan di wilayah untuk bertukar informasi yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan dan potensi konflik segera melaporkan kepada pemerintah daerah, dengan kata lain menjadi mata dan telinga pemerintah daerah dengan motto : ”temu cepat, lapor cepat dan akurat,” harap Aulia Rahman Basri. ( Prokom 03 ).
DWP UP Sekretariat Daerah Kukar Gelar Pelatihan MC
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi anggotanya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Pelatihan Master of Ceremony (MC). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali anggota dengan kemampuan public speaking serta tata cara memandu acara secara baik, santun, dan profesional.
Pelatihan MC tersebut dilaksanakan diruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar di Tenggarong, yang dibuka secara resmi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kukar Hj Yulaikah Sunggono, Selasa ( 10/2).

Menurut Ketua panitia Rusyani Ismed mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh Ketua DWP Unit Pelaksana dari 12 bagian dilingkungan Sekretariat Daerah Kukar, yang merupakan kegiatan rutin bulanan, dan setiap bulannya selain diadakan acara arisan juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya. Dan untuk agenda Bulan kedua ( Februari ) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan bertindak selaku tuan rumah dan pihaknya menggelar acara pelatihan MC dengan menghadirkan narasumber Marini Eka salah satu staf Bidang Keprotokolan dan pembawa acara. Acara selain diisi dengan pelatihan MC juga dirangkai dengan silaturahmi jajaran pengurus yang baru maupun pisah sambut anggota DWP Unit Pelaksana Sekretariat Daerah yang mengikuti tugas baru suaminya, yaitu Kabag Kesra,Kabag SDA dan Kepala bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kukar dan Kepala Bagian Kerjasama Setkab Kukar.
Ketua DWP Kukar yang juga ketua DWP Unit Pelaksana Sekretariat Kukar Hj Yulikah Sunggono mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia anggota DWP, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan kedinasan dan organisasi sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota, agar mampu membawakan acara dengan percaya diri, terstruktur, dan sesuai etika keprotokolan.


“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, anggota DWP Unit Pelaksana Sekretariat dapat mengaplikasikan ilmunya saat terlibat dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan sekretariat maupun di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Marini Eka yang bertindak selaku narasumber pelatihan menjelaskan materi seputar dasar-dasar menjadi MC, teknik vokal, intonasi, bahasa tubuh, penguasaan naskah acara, serta etika dalam memandu acara formal dan nonformal.
Pelatihan berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan praktik langsung membawakan acara dan mendapatkan evaluasi serta masukan dari narasumber. ( Prokom 03 ).
Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu
/in Uncategorized /by Admin 2 Kukarpaper

Tenggarong – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri lakukan peletakan batu pertama pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan bertempat di Bukit Teratai Desa Loa Duri Ulu, Selasa (10/2/2026).
dr. Aulia Rahman Basri mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar mengapresiasi partisipasi dan dukungan seluruh pihak sehingga pelaksanaan pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu bisa terlaksana.
Menurutnya, konsep besar dari pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih itu “new progresif ekonomi” atau ekonomi kerakyatan baru, adalah model pemberdayaan ekonomi desa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan dasar dari daerah tersebut, dan mampu menghasilkan kebutuhan dasar dari daerah tersebut, serta mampu mengolah apa yang dihasilkan daerah tersebut untuk dipergunakan sebesar-besarnya untuk daerah tersebut.
”Ini adalah konsep dasar dari swasembada atau kemandirian dari suatu daerah,” ujar dr. Aulia Rahman Basri.
dr. Aulia mengatakan kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar warga masyarakat yang berada disekitarnya. Dimana dirinya mengapresi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Permata Desa Loa Duri Ulu yang bergerak pada komoditi ayam petelur, yang mana menurutnya hal tersebut nantinya akan sangat membantu dalam menopang kebutuhan dasar masyarakat akan kebutuhan telur di Desa Loa Duri Ulu, Sehingga kedepan kebutuhan telur di Desa Loa Duri Ulu tidak lagi disuplai dari luar.
”Sudah tepat langkah yang dilakukan oleh Pak Kades dengan pengurus Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu membangun kandang ayam dibelakang, itu kandang ayam petelur, harapan kita kedepan telur untuk kebutuhan Loa Duri Ulu itu tidak disuplai dari luar, ” ujarnya.
Dirinya juga berharap, kedepan keberadaan Gerai Koperasi Merah Putih bisa menjadi lokomotif untuk menggerakkan seluruh perekonomian, khususnya perekonomian yang berada di Desa Loa Duri Ulu.
Namun dirinya juga berharap keberadaan Gerai Koperasi Merah Putih bisa menempatkan dirinya dengan tepat, sehingga keberadaannya tidak menimbulkan persaingan dengan usaha-usaha masyarakat kecil yang berada disekitarnya.
”Koperasi Merah Putih ini harus memiliki positioning yang bagus, jangan sama sekali, ini tolong di garis bawahi, jangan sama sekali koperasi Merah Putih mematikan usaha-usaha masyarakat kita yang ada, yang sudah eksisting sekarang, warung-warung kelontongan yang ada ini, jangan sampai koperasi Merah Putih mengambil leveling yang sama dengan mereka,” tegas dr. Aulia Rahman Basri.
Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut juga dirangkai dengan peresmian Bumdes Permata Desa Loa Duri Ulu yang bergerak pada komoditi ayam petelur program ketahanan pangan oleh Bupati Kukar ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan. (Prokom07).
Bupati Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat Dan Agama Dalam Mendukung Program Pembangunan
/in Uncategorized /by Admin 2 Kukarpaper


Tenggarong – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri apresiasi peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mendukung program pembangunan, hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan safari subuh di Masjid Jami Nurul Jannah Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan, Selasa, (10/2/2026).
Dimana pada kegiatan itu juga dirangkai dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Loa Janan priode 2025 – 2030 oleh Ketua Umum DMI Kukar Edi Damansyah, ditandai dengan penyerahan bendera pataka. Dan turut disaksikan diantaranya Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar, serta Camat Loa Janan Hery Rusnadi, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Loa Janan.
dr. Aulia Rahman Basri dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar mengucapkan terimakasih atas inisiasi takmir Masjid Jami Nurul Jannah dalam menyelenggarakan sholat subuh berjamaah tersebut.
Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi dan berterimakasih kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi keagamaan yang ada, karena telah membersamai dirinya dalam melaksanakan serta menjalankan program pembangunan di Kukar, sehingga berjalan dengan baik selama ini.
”Kami ucapkan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh tokoh masyarakat, dan juga tokoh agama yang selama ini telah membersamai kami dalam membangun Kabupaten Kutai Kartanegara,” ucap dr. Aulia Rahman Basri.
Pada kesempatan itu, dr. Aulia juga berharap kebersamaan dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah terjalin dan terjaga dengan baik selama ini bisa terus dipertahankan. Karena menurutnya keberadaan dan pendapatnya sangat dibutuhkan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan khususnya yang berkenaan dengan urusan keagamaan.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar Edi Damansyah meminta kepada para pengurus DMI Kecamatan Loa Janan yang baru saja dilantik dan dikukuhkannya tersebut agar memahami fungsi tugasnya dengan baik. Sehingga kedepan dalam melaksanakan tugas bisa sesuai dengan tupoksinya.
”Tolong fungsi tugas ini difahami dengan baik, sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. Jadi dewan masjid tidak mengambil alih fungsi tugas takmir dan pengurus masjid,” ujar Edi Damansyah.
Edi Damansyah juga berharap kepada DMI Kecamatan Loa Janan untuk melakukan update data terkait keberadaan masjid dan warga masyarakat yang berada di sekitarnya. Sehingga kedepan pemberdayaan masyarakat yang ada disekitar masjid bisa lebih baik lagi. (Prokom07).
Bupati Kukar Hadiri Kaseh Selamat 75 Tahun Sultan Kutai Ing Martadipura, Perkuat Sinergi Pemkab dan Kesultanan
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menghadiri acara Kaseh Selamat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan H. Adji Muhammad Arifin dalam rangka peringatan usia ke-75 tahun, yang berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Senin (9/2/2026).

Kaseh Selamat merupakan tradisi adat Kesultanan Kutai sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa keselamatan kepada Sultan agar senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kebijaksanaan, serta kekuatan dalam menjalankan peran kepemimpinan adat. Kehadiran Pemkab Kukar menjadi wujud penghormatan sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi Kesultanan Kutai dalam menjaga nilai adat, budaya, dan persatuan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-75 kepada Sultan H. Adji Muhammad Arifin serta apresiasi atas kontribusi besar Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam melestarikan sejarah dan budaya daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar dan seluruh masyarakat Kukar, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-75 kepada Yang Mulia Sultan H. Adji Muhammad Arifin. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin serta menjaga adat dan budaya Kutai,” ujar Aulia.
Ia menegaskan, sinergi antara Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas budaya masyarakat.

“Budaya dan adat istiadat adalah jati diri daerah. Pemkab Kukar terus berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya Kutai sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing,” tambahnya.
Aulia juga menilai Kesultanan Kutai berperan penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat nilai persatuan, serta menjadi rujukan moral dan budaya bagi generasi muda Kukar di tengah arus modernisasi.
Acara Kaseh Selamat berlangsung khidmat dengan rangkaian prosesi adat, pembacaan doa bersama, serta silaturahmi antara pemerintah, kesultanan, dan masyarakat.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Seno Aji, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wakil Bupati Kukar H. Rendi Solihin, Sekda Kabupaten Kukar H. Sunggono, unsur Forkopimda Kukar, kepala OPD di lingkungan Pemkab Kukar, kerabat Kesultanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Suasana penuh kekeluargaan mewarnai peringatan usia ke-75 Sultan Kutai Ing Martadipura, yang menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara pemerintah daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan Kukar yang berkelanjutan.(Prokom06)
Sekda Kukar Tekankan Objektivitas Penilaian Kinerja dan Penguasaan Data Bagi ASN
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), H Sunggono memimpin Apel Pagi yang dirangkai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator, bagi Kepala Bagian Sekretariat Daerah dan Camat, Senin (9/2/2026), di Halaman Kantor Bupati Kukar.

Dalam sambutannya, Sekda Sunggono menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial atau administratif, melainkan bagian penting dari proses pembinaan kepegawaian, penguatan organisasi, serta upaya memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan berorientasi pada hasil.
“Jabatan bukanlah tujuan, melainkan amanah. Amanah untuk bekerja lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sekda menyampaikan sejumlah penekanan penting yang merupakan penguatan atas arahan Bupati Kukar saat pelantikan pejabat beberapa hari sebelumnya. Salah satunya terkait penilaian kinerja ASN yang harus dilakukan secara objektif, jujur, dan berkeadilan.

Ia menegaskan bahwa penilaian kinerja tidak boleh dijadikan formalitas atau rutinitas tahunan semata, melainkan harus mencerminkan capaian kerja, disiplin, tanggung jawab, serta kontribusi nyata pegawai terhadap organisasi. Menurutnya, pimpinan yang tidak objektif dalam menilai kinerja akan melemahkan motivasi dan menciptakan ketidakadilan dalam organisasi.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja secara berkala, minimal setiap satu hingga tiga bulan, guna memastikan target kerja berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi hambatan sejak dini, serta membangun komunikasi yang sehat antara pimpinan dan staf.
Terkait sistem e-kinerja, Sunggono menegaskan bahwa penilaian kinerja merupakan tanggung jawab langsung pimpinan. Pimpinan wajib memahami target, realisasi, serta penilaian kinerja bawahannya secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti pentingnya pemahaman manajemen talenta. Menurutnya, birokrasi saat ini membutuhkan ASN yang berkinerja tinggi, adaptif, inovatif, serta memiliki potensi kepemimpinan. Oleh karena itu, pimpinan harus mampu mengenali potensi pegawai, membina kompetensi, dan menempatkan ASN sesuai dengan kapasitas dan keahliannya.
Selain arahan terkait kepegawaian, Sekda Kukar juga mengingatkan pejabat yang baru dilantik untuk segera memahami RPJMD dan Rencana Strategis Perangkat Daerah, agar setiap program dan kegiatan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan data sesuai tugas pokok dan fungsi, baik bagi Camat maupun Kepala Bagian. “Keputusan yang baik hanya lahir dari data yang akurat. Data adalah alat kendali, alat evaluasi, dan alat pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sekda Sunggono mengucapkan selamat kepada para pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan dan berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja.
“Semoga seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat terus meningkatkan kinerja dan pengabdian dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (Prokom04)
Dua Desa di Kukar Ditetapkan sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan ditetapkannya dua desa sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penetapan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq pada kunjungan kerja ke kawasan konservasi perairan Mahakam, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Asisten II Sekkab Kukar Ahyani Padianur Diani beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Adapun dua desa yang ditetapkan sebagai desa konservasi adalah Desa Muhuran Kecamatan Kota Bangun dan Desa Sabintulung Kecamatan Muara Kaman. Keduanya melengkapi Desa Pela yang sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan sebagai desa konservasi Pesut Mahakam.
Rasio Ridho Sani menyampaikan bahwa pesut merupakan mamalia air endemik Sungai Mahakam yang kini berstatus kritis dan terancam punah, sehingga membutuhkan perlindungan serius dan berkelanjutan.

“Pesut Mahakam bukan hanya satwa dilindungi, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem Sungai Mahakam. Pelestarian habitatnya harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan sungai dan danau Mahakam, mulai dari perikanan, transportasi air, pertambangan, perkebunan hingga pariwisata, harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak merusak habitat pesut.

“Penguatan pengelolaan sampah dan limbah harus menjadi prioritas untuk menjaga kualitas perairan dan mencegah pencemaran yang mengancam satwa air. KLH juga membuka akses pelaporan pencemaran lingkungan, dan jika ditemukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, program desa konservasi tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui edukasi lingkungan, penguatan ekonomi berbasis ekowisata, serta pengawasan bersama terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem sungai.

Sementara itu, Asisten II Setkab Kukar Ahyani Padianur Diani menyatakan bahwa Pemkab Kukar siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Pesut Mahakam.
“Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Kukar untuk melindungi satwa endemik Sungai Mahakam. Namun semua itu tidak akan berjalan tanpa kerja sama semua pihak. Kami siap berkolaborasi agar Pesut Mahakam tetap lestari dan dapat berkembang biak di perairan Mahakam,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Kukar terus mendorong desa-desa di sepanjang Sungai Mahakam untuk aktif menjaga kebersihan perairan, mengurangi penggunaan alat tangkap yang merusak, serta mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi.

Dengan penetapan Desa Muhuran dan Sabintulung sebagai desa konservasi, menjadi pesan tegas bahwa penyelamatan Pesut Mahakam adalah tanggung jawab bersama. Sungai Mahakam bukan ruang eksploitasi tanpa batas, melainkan ekosistem hidup yang harus dijaga agar tetap lestari untuk generasi mendatang. (Prokom06)
Sekda Kukar Terima Kunker UIII Bahas Tentang KOMITMEN
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono terima kunjungan kerja dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) fakultas ilmu sosial dan bisnis di wakili oleh Sirojuddin Arif dan beberapa staf.
Kedatangan tersebut dalam rangka Audiensi KOMITMEN (Kerangka Ekonomi untuk Indonesia Tanggap Iklim menuju Emisi Nol Bersih) dengan Penelitian terkait Desentralisasi dan Adaptasi Perubahan Iklim: Studi Kasus Kalimantan Timur dan Jawa Tengah Bertempat di Ruang Rapat Sekda Kukar, Kamis (05/02/2026)

Sekda Kukar Sunggono menyampaikan apresiasi dan selamat datang, tentu kedatangan tersebut memiliki maksud dan tujuan mendukung program program pemerintah dengan hasil penelitian penelitian guna meningkatkan optimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di Kukar, selain itu dirinya juga menekankan bahwa pentingnya sinergitas dan kolaborasi bersama lintas sektor sangat penting dalam meningkatkan pelayanan publik yang merata
“Atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran dari pihak UIII, tentu melalui kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung program program pemerintah daerah dalam Kerangka Ekonomi untuk IndonesiaTanggap Iklim Menuju Emisi Nol Bersih serta memetakan dan menilai kebijakan fiscal dan moneter serta regulasi terkait perubahan iklim ” Ujarnya
Sementara Sirojuddin Arif menyampaikan rasa bangga dan terimakasih atas diterimanya kunjungan tersebut dan tentu dengan maksud dan tujuan ingin membangun kolaborasi dan sisinergitas melalui penelitian maupun informasi dan data melalui KOMITMEN.


“Alhamdulilla, dan rasa terimakasih saya beserta teman teman di terima di sini dan bisa audiensi langsung bersama Sekda beserta kepala OPD dan perwakilannya, melalui momentum ini kami sampaikan mengenai KOMITMEN, dengan memetakan dan menilai kebijakan fiscal dan moneter serta regulasi terkaitperubahan iklim, Menilai sejauh mana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terintegrasikan dalam strategi dan kerangka makro ekonomi, Mengidentifikasi kesenjangan kebijakan dan kelembagaan antar lembaga dan sektor,dan dampaknya terhadap adaptasi perubahan iklim, Menganalisis kesiapan dan ketahanan lembaga keuangan dalam menyeleraskan kebijakan dengan kerangka makro ekonomi dan fiscal yang responsif iklim, Merumuskan rekomendasi yang relevan berdasarkan standar intemasional dan masukan dari para pemangku kepentingan terkait” Katanya
Turut mendampingi Sekda Kukar dalam kegiatan tersebut Plt Bapedda Kukar Hj Vanessa Vilna, dan beberapa perwakilan OPD terkait (Prokom09)
Lantik Pejabat Pemkab Kukar, Bupati Berpesan Terapkan Dengan Baik Government Craft
/in Uncategorized /by Admin 2 Kukarpaper




Tenggarong – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional dilingkup Pemerintah Kabupaten Kukar bertempat di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang turut disaksikan diantaranya Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Sekda Kukar Dr. H Sunggono, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan oleh Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri.
dr. Aulia Rahman Basri dalam arahannya mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantiknya, menurutnya mutasi ataupun rotasi merupakan sesuatu yang lazim dilakukan pada sebuah organisasi.
Menurutnya, tujuan dari mutasi dan rotasi tersebut tidak lain untuk penyegaran dan akselerasi beberapa kegiatan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, dinamis, serta adaptif terhadap berbagai tantangan pembangunan saat ini, dimana dalam pelaksanaannya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
”Rotasi, mutasi merupakan sesuatu yang lazim yang dilaksanakan oleh suatu organisasi perangkat daerah, tujuannya adalah untuk penyegaran dan untuk akselerasi kegiatan-kegiatan yang ada di organisasi perangkat daerah,” ujar dr. Aulia.
Lebih lanjut, dalam taklimatnya
dr. Aulia menyampaikan bahwa dalam mendukung mewujudkan program visi misi Kukar Idaman Terbaik, dirinya meminta para pejabat yang baru saja dilantiknya agar menerapkan “Government craft” (seni/keterampilan memerintah) dengan didukung basis data yang baik dan akurat, sehingga pelaksanaan birokrasi bisa lebih efektif dan efisien, dan pada akhirnya setiap rupiah anggaran APBD yang digunakan dalam memberikan pelayanan publik bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
”Oleh karenanya bapak ibu sekalian, tujuan utama dari government craft ini bagaimana mengubah rencana politik yang kami sampaikan bersama wakil bupati (H Rendi Solihin-red) dalam bentuk janji-janji politik menjadi hasil nyata bagi masyarakat, memastikan pelayanan publik yang lebih baik dan lebih responsif,” ungkap dr. Aulia Rahman Basri.
Pada kesempatan itu, dr. Aulia berharap kepada pejabat yang baru saja dilantik khususnya pejabat pengampu 17 program dedikasi dari visi misi Kukar Idaman Terbaik bisa menterjemahkan 17 program dedikasi, sehingga keberadaan program itu benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.
”Diskominfo misalnya, harus sudah punya perencanaan yang matang, terkait bagaimana program internet gratis desa itu bisa berjalan dengan baik, Dinas PMD misalnya, harus punya perencanaan yang baik, bagaimana program RT Ku Terbaik itu bisa terimplementasikan dengan baik di tempat kita, ” ujarnya.
Dirinya juga berharap setiap OPD memiliki basis data pendukung yang akurat dalam menyusun program perencanaan, sehingga kedepan kinerja yang dilaksanakan oleh OPD, khususnya yang berkaitan dengan program bantuan bisa tepat sasaran, efektif dan efisien.
dr. Aulia mengatakan pelantikan itu sendiri merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam menerapkan sistem merit dan manajemen talenta ASN secara konsisten dan objektif. Hal tersebut menurutnya juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional dilingkungan Pemkab Kukar.
Diakhir arahannya, dr. Aulia berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kukar dalam menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai informasi, adapun beberapa pejabat yang di rotasi diantaranya Martina Yulianti Staf Ahli, Kadisdikbud Heriansyah, Diarpus M Ridha Darmawan, Disbun M Taufik, Dinsos Rinda Desianti, Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso, Camat Tenggarong Seberang Sukono, Kepala BRIDA Bahari Joko Susilo, Sekretaris Bapenda Toni Bowo Sutoto, Sekretaris Disdikbud Pujianto. (Prokom07).