TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-11 masa Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kukar dengan agenda peresmian pengangkatan Ketua DPRD baru untuk sisa masa jabatan 2024–2029 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar,Kamis ( 19/6).

Oplus_131072
Dalam rapat tersebut, Ahmad Yani ditetapkan menjadi Ketua DPRD definitif menggantikan almarhum Junaidi yang meninggal dunia pada akhir tahun 2024 lalu. Peresmian dan Pengangkatan ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Kaltim nomor 100/1.4.2/ 48/B.POD/II/2024. Pengucapan sumpah / janji peresmian pengangkatan pengganti Ketua DPRD Kukar sisa Masa Jabatan 2024 – 2029 yang dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Tenggarong Ben Ronald P.Situmorang yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah.

Hadir dalam acara tersebut
Gubernur Kalimantan Timur yang di Wakili Asisten III Setprov Kaltim Riza Indra Riadi, Ketua DPRD Provinsi Kaltim;
Wakil Ketua DPRD Prov. Kaltim (Ananda Emira Moeis); Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura;. Ketua DPRD Kabupaten/Kita Se-Kaltim, Para Wakil Ketua dan segenap DPRD Kab. Kukar;
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kab. Kukar; Sekretaris Daerah Kab. Kukar Dr H Sunggono, Asisten III Setkab Kukar H Dafip Haruanto, Staf Ahli, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Kukar; Bupati Kukar Terpilih dr Aulia Rahman, Awang Yacub Lukman Mantan Ketua DPRD Kukar;
Para Camat, Perwakilan Lurah, Kepala Desa dan BPD se Kab. Kukar;
Pimpinan dan Anggota KPU dan Bawaslu Kab. Kukar;
Para Pimpinan Partai Politik, Organisasi Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, dan Organisasi Paguyuban;
Para Pimpinan BUMN/BUMD serta Perusahaan-perusahaan Swasta;
Rektor, para Dekan, para Ketua Sekolah Tinggi dan seluruh akademisi;
Para tokoh agama, tokoh masyarakat.
Edi Damansyah atas nama pribadi, Pemkab Kukar, dan mewakili seluruh masyarakat menyampaikan ucapan “Selamat dan Sukses” kepada Ir. H. Ahmad Yani, ST, SE, M.Si, IPM selaku Ketua DPRD Kabupaten Kukar yang hari ini dilantik melalui Peresmian Pengangkatan Pengganti Ketua DPRD untuk sisa masa jabatan tahun 2024-2029. Pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan sebuah amanah besar yang dititipkan oleh rakyat. Ia menaruh harapan yang tinggi di pundak untuk dapat memimpin lembaga legislatif ini dengan bijaksana, amanah, dan penuh dedikasi, serta membawa aspirasi masyarakat Kukar menjadi kebijakan yang nyata dan bermanfaat.

Edi Damansyah berterima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Plt. Ketua DPRD Junadi. A.Md. yang telah tuntas menunaikan amanah pelaksanaan tugas Ketua DPRD sebelumnya H. Junaidi, S.Sos., M.Si. (Almarhum). Atas segala dharma bakti, pengabdian, dan kerja keras yang telah dicurahkan selama menjabat.
Pemkab dan DPRD adalah dua lembaga mitra sejajar. Kemitraan strategis antara eksekutif dan legislatif ini menjadi kunci bagi keberhasilan pemerintahan dalam pembangunan daerah. Tidak ada visi besar yang bisa tercapai tanpa sinergi dan kolaborasi yang solid di antara keduanya. Oleh karena itu, Edi Damansyah mengajak kepada Ketua DPRD yang baru beserta seluruh jajaran pimpinan dan anggota dewan yang terhormat, untuk semakin mempererat jalinan kerja sama yang telah terbina. Mari kita optimalkan tiga fungsi utama DPRD: legislasi, anggaran, dan pengawasan, sebagai pilar untuk mengakselerasi pencapaian pembangunan Kabupaten Kukar.

Tantangan pembangunan daerah ke depan, tentu tidaklah ringan. Dinamika pembangunan, tuntutan kesejahteraan masyarakat, serta posisi strategis kita sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kita untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih responsif. Kita harus pastikan agar setiap program, setiap anggaran yang kita setujui bersama, benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di 20 kecamatan.
Keberhasilan pembangunan sejatinya bukanlah hasil kerja satu lembaga saja, melainkan kolektivitas yang ditenun dari sinergi berbagai pihak. Dalam era yang penuh tantangan ini, mustahil bagi pemerintah daerah maupun DPRD untuk berjalan sendiri-sendiri. Kehadiran lengkap seluruh pemangku kepentingan pada hari ini: mulai dari jajaran FORKOPIMDA, dunia usaha, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, hingga para tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, adalah bukti nyata dari semangat kebersamaan. Ini tentu bukan sekadar kehadiran fisik melainkan penegasan komitmen dan rasa memiliki yang mendalam terhadap masa depan daerah. Semangat ini menjadi modal sosial tak ternilai harganya untuk menghadapi segala tantangan dan meraih setiap peluang yang terbentang.

Ia mengajak segenap elemen strategis masyarakat untuk terus mengambil peran aktif dalam perjalanan pembangunan ini.
Kepada jajaran FORKOPIMDA, harap dukungan penuh dalam menjaga stabilitas dan keamanan sebagai fondasi utama.
Kepada para pelaku dunia usaha, kami membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya untuk menggerakkan roda perekonomian.
Kepada para akademisi, menantikan sumbangsih pemikiran dan inovasi sebagai pedoman kebijakan.
Kepada para alim ulama, tokoh agama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan, kami memohon bimbingan untuk senantiasa menjaga harmoni sosial.

“Teruslah berikan dukungan, masukan, dan kontrol yang konstruktif, karena kritik yang membangun adalah vitamin bagi pemerintahan yang sehat. Mari kita rawat kondusivitas daerah ini dengan segenap jiwa, karena hanya dengan bersatu padu, kita dapat bersama-sama membangun Kukar yang kita idam-idamkan,” harap Edi Damansyah. ( Prokom 03)
Bupati Buka Festival Olahraga Masyarakat, Mancing Idaman 5 Diikuti 600 Peserta
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah membuka Festival Olahraga Masyarakat yaitu Mancing Idaman 5 Kutai Kartanegara Tahun 2025 , yang berlangsung di Danau Wisata Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, yang ditandai dengan pelemparan senar pancing yang sudah berisi umpan, selanjutnya diikuti seluruh peserta lomba mancing dan perlombaan pun di mulai, Sabtu ( 21/6 ).
Turut mendampingi dalam acara tersebut Kadis Pora Aji Ali Husni dan Ketua Tim Penggerak PKK Kukar Maslianawati Edi Damansyah, serta tamu special Dudit Widodo salah seorang sportfishing, siapa yang tidak mengenal sosok Dudit Widodo. Dudit Widodo adalah pembuat film dokumenter sekaligus pemancing profesional yang juga seorang produser atau penggagas program TV Mancing Mania sejak 2006 hingga 2019.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Aji Ali Husni yang juga selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Dispora Kukar mengatakan, kegiatan ini untuk yang ke 5 ( lima ) kalinya digelar dan Alhamdulillah walaupun hanya dibuka pendaftaran selama 2 ( dua ) hari melalui website Dispora maupun Facebook , selalu mendapat respon positif dari para mancing mania, pesertanya sebanyak 600 orang tidak hanya dari 20 Kecamatan di Kukar, namun juga diikuti para peserta dari Samarinda, Bontang, Balikpapan dan kota – kota lainnya di Kalimantan Timur. Adapun jumlah ikan yang disebar sebanyak . Dengan jenis lomba yaitu dan ikan berpita.
Dispora selaku fasilitator nya cuma kami selalu berkolaborasi dengan komunitas, untuk kali ini berkolaborasi dengan Komunitas Mancing Kota Raja. Alhamdulillah dari tahun ke tahun jadi agenda rutin dan memang dinantikan oleh para pemancing. Lomba mancing ini merupakan bagian dari program Kukar Kaya Festival dan bertujuan untuk menyalurkan hobi memancing serta mempererat tali silaturahmi antar komunitas mancing di Kukar.

“Selain menyalurkan hobi, lomba ini juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan memberikan multi effect mendukung ekonomi kerakyatan melalui partisipasi pelaku UMKM lokal,”, jelas Aji Ali Husni.
Berbagai macam hadiah disediakan oleh pihak panitia diantaranya televisi 32 inch plus seperangkat soundsystem, mesin cuci, dan Kulkas, serta hadiah utama berupa 1 ( satu ) buah sepeda motor. Pihak panitia juga menyediakan 20 orang pemenang bagi peserta yang berhasil mendapatkan ikan yang terberat, serta 30 orang pemenang yang mendapatkan ikan berpita dan masing – masing mendapatkan hadiah sebesar Rp 500 ribu. Setiap peserta selain mendapatkan baju jersey dan makan siang gratis. pihak panitia juga memberikan hadiah doorprise sebanyak 180 buah yaitu berupa perlengkapan alat memancing seperti pancing, reel, box tempat ikan, dll, kemudian ada hadiah khusus dari Dudit Wibowo kepada 5 orang peserta mancing, serta hadiah doorprize berupa sembako dari Yayasan Betulungan Etam Bisa, pokoknya banjir hadiah.
Oplus_131072
Sementara itu, Edi Damansyah saat membuka Lomba Festival Olahraga Masyarakat Mancing Idaman 5 Kutai Kartanegara Tahun 2025 mengatakan, atasnama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang dilakukan oleh Dispora Kukar. “ Kami selalu bersama dengan para sahabat para komunitas, salah satunya komunitas mancing di Kutai Kartanegara, terima kasih silahkan dinikmati kegiatan ini selalu jaga persatuan dan persaudaraan,” ujarnya.
Edi juga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya peserta lomba mancing untuk bersikap jujur dalam menggeluti hobi mancingnya. Memang diakui mancing ini menguji kesabaran dan kejujuran serta sportifitas.

“Kalau ada yang boleh jukutnya (dapat ikan, red) hari ini bujur-bujur (benar-benar, red) dibawa mulang (pulang, red) untuk bini (istri, red), kalau yang ndik boleh (tidak dapat, red) jangan jua singgah ke pasar kemudian cerita sama bini boleh mancing padahal beli ke pasar, tidak boleh seperti itu,” katanya. . ( Prokom 03 ).
Bupati Apresiasi “Bejaguran” Sebagai Event Penyaluran Bakat Pemuda
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Bejaguran (bertinju) garapan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar bekerja sama dengan Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI) di Taman Tanjong Tenggarong, Jumat (20/6/25).

“Kita jadikan event ini sebagai event tahunan dan Pemkab Kukar sangat mengapresiasi kegiatan positif ini untuk menyalurkan bakat anak muda kukar yang hobby bejagur,” Kata Edi Damansyah.
Ia menyerukan kepada anak muda Kukar jika hobby berkelahi, jangan berkelahi di kampung saja namun bisa disalurkan bakatnya diarena ring. “Jika jagonya cuma dikampung saja, itu namanya kampungan, jika jagonya diatas ring pasti banyak yang mengidolakan terutama cewek – cewek,” ucapnya.

Sembari berfoto setelah menyerahkan sabuk juara kepada pemenang atas nama Devan Febra yang mampu mempertahankan gelar juaranya setelah bertarung seru melawan Rama S, Edi mengucapkan selamat atas kemenangan Devan dan bisa mempertahankan sabuknya.
“Kalau tadi ada salah satu pemain yang akan dibawa bertanding ke Malaysia, saya minta Devan bisa dibawa ke Malaysia, tolong ya Bung Rudi Agustian (Ketua AOKI) nanti kami yang belikan tiket, membekali ongkos makan dengan hotelnya, pak Rudi yang ngurusnya di Kuala Lumpur,” ucap Edi.

Ia berharap kegiatan bejagur ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya dan bisa menjadi wadah putra putri Kukar untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam olahraga bertarung seperti bejagur.
“Dispora tolong aktifkan kembali ring di Stadion Tenggarong Seberang, sehingga para pemuda kukar bisa berlatih di sana, ” pungkasnya.


Acara bejaguran yang berlangsung selama 2 hari tersebut dari tanggal 20-21 Juni 2025, menghadirkan para figther berbakat Kukar yang dikemas dalam Bejaguran Entertainment, menghadirkan sebagai figther tamu Dave Kahu dari Protokol Kukar melawan Taufiq Protokol DPRD Kukar, Mahendra Setiawan melawan Muhamad Ilham, Rahmat Nur Ibrahim melawan Faruq, Iyel dan Alan.
Bejaguran sendiri berasal dari bahasa Kutai yang berarti berkelahi dan adu tinju serta adu ketangkasan. Bejaguran bukan sekedar adu fisik, tetapi juga sebuah kegiatan yang terorganisir dengan aturan jelas, wasit, juri, dan sistem penilaian. Event ini dapat menjadi alternatif bagi pemuda untuk menyalurkan energi dan bakat secara positif. (Prokom06).
Kukar Ikuti Pekan Kebudayaan Daerah Kaltim 2025
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025 yang diikuti 10 Kab/Kota se Kaltim, salah satunya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang dihadiri oleh Asisten II Ahyani Fadianur Diani. Acara tahunan yang dikemas menyatukan berbagai seni dan kebudayaan se Kaltim tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang SDA Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyatno, di Lapangan Parkir Stadion Segiri Samarinda, Kamis (19/6/25).
Ajang tahunan yang menyatukan dan pelestarian seni budaya dikemas dalam satu panggung kebudayaan, salah satunya bertujuan memperkenalkan seni budaya kepada generasi muda menjadi bukti nyata bagaimana tradisi dan ekspresi budaya masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Kaltim.

Acara yang ditandai dengan pemecahan kendi berisi cat warna warni ke kanvas lukis tersebut menandakan begitu beragam warna seni, adat dan budaya di Kaltim yang tetap bersatu utuh satu kesatuan. Dimana tarian kolosal hasil produksi UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur berhasil memukau penonton dengan menyajikan,“Wonderland of Banua Etam”, dan Kukar juga ikut menyajikan tarian daerahnya bergabung bersama sanggar tari dari 9 kota/kab se Kaltim.
Dalam sambutannya Arief Murdiyanto mengatakan kebudayaan adalah akar dari keberadaban. Melalui kegiatan PKD Kaltim 2025 diharapkan para generasi muda bisa terus melestarikan warisan budaya dari turun temurun berasal dari nenek moyang.


“Kita tidak hanya merayakan warisan nenek moyang, tetapi juga memperkuat identitas dan jati diri daerah. Generasi muda perlu terus didorong untuk mencintai budayanya sendiri, karena dari situlah harmoni dan kemajuan yang berakar pada kearifan lokal akan tumbuh,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Kabupaten Kukar menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diserahkan oleh Staf Ahli Bidang SDA Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyatno kepada Asisten II Ahyani Fadianur Diani.(Prokom06).
GEMA Rutin Dilakukan Di Lingkungan Setdakab Kukar
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Aktivitas rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara setiap Jumat Pagi melakukan kegiatan Gerakan Etam Mengaji ( GEMA ) di Masjid AT Taqwa Komplek Perkantoran Bupati Kukar di Tenggarong, Jumat ( 20/6 ).
Setiap Hari Jumat dilakukan pembacaan Al Quran bersama yang langsung dipimpin Ustadz Syailani Al Abqori Qoriah Tingkat Nasional Provinsi Kaltim yang juga merupakan salah satu Dewan Hakim MTQ Kukar.


Asisten III Setdakab Kukar Bidang Administrasi Umum H Dafip Haryanto yang rutin mengikuti kegiatan GEMA ini mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada para ASN di 12 Bagian dilingkungan Setdkab Kukar yang rutin mengikuti kegiatan GEMA yang dilaksanakan setiap Jumat Pagi dari Pukul 8.30 s/d 9.30 yang dikoordinatori oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Kesra Setkab Kukar. Kegiatan ini mengaji di Masjid AT Taqwa Kantor Bupati ini sendiri sudah dimulai dari Bulan Januari 2025. Sedangkan untuk kegiatan rutin mengaji dilingkungan Pemkab Kukar juga sudah berjalan setiap hari dilakukan dari Pukul 8.30 s/d 09.00 di ruangan kerja masing – masing.
Dafip Haryanto juga berharap melalui kegiatan ini, wujud nyata dari semangat kita untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kerja. Gerakan ini memiliki arti penting karena tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman kita terhadap Al-Qur\’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat.
“Mari kita jadikan Al-Quran sebagai sumber inspirasi dan pedoman dalam mengambil setiap kebijakan serta keputusan yang berdampak bagi masyarakat. Dengan demikian, keberkahan akan menyertai langkah-langkah yang kita ambil. Untuk agama lain Pemkab Kukar juga memberi kesempatan kepada agama lain untuk memahami kitabnya sesuai dengan kepercayaannya masing – masing,” tambah Dafip Haryanto. ( Prokom 03 ).
Di Lepas Bupati, Kontingen Kukar Berangkat Ikuti PEDA XI 2025 Di Kubar
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melepas kontingen Kabupaten Kukar yang akan mengikuti Pekan Daerah (PEDA) Petani Nelayan XI tahun 2025 bertempat di Area Waduk Panji Sukarame Tenggarong, Jumat (20/6/2025). Ditandai dengan penyerahan bendera pataka.



Kegiatan sendiri diawali dengan pembaca doa, dengan harapan rombongan kontingen PEDA Kukar diberikan keselamatan, kesehatan selama mengikuti pelaksanaan PEDA Petani Nelayan XI tahun 2025 di Kabupaten Kubar hingga kembali ke Kukar.
Kadis Pertanian dan Peternakan Kukar M Taufik dalam laporannya mengatakan bahwa jumlah peserta utama dan peninjau sebanyak 90 orang, yang terbagi dari zona pesisir, zona tengah, dan zona hulu.
”Peserta utama ini terdiri dari unsur KTNA, KWT dan juga beberapa gapoktan kelompok tani yang akan mengikuti bermacam lomba-lomba di Kutai Barat, ” ucap M Taufik.
Pada kesempatan itu, M Taufik juga memohon maaf tidak bisa mengakomodir seluruh koordinator dari seluruh kecamatan di Kukar untuk ikut dalam rombongan, hal tersebut menurutnya berkenan dengan ketersediaan anggaran yang ada.
”Mohon maaf tidak semua koordinator bisa ikut karena keterbatasan anggaran pada tahun ini, ” ujarnya.
Menurutnya, pekan daerah tersebut menjadi ajang persiapan bagi kontingen kukar sebelum mengikuti pekan nasional kontak tani nelayan tahun depan yang rencananya akan dilaksanakan di Gorontalo.
Sementara, Edi Damansyah dalam arahannya sebelum melepas kontingen kukar mengingat kepada rombongan peserta agar selama di sana mengikuti kegiatan dengan baik, sehingga ke depan para peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru khususnya yang berkaitan dengan pertanian dalam arti luas.
”Harapan khusus saya bahwa pekan PEDA ini tidak sekedar lomba kita menampilkan keterampilan yang sudah kita miliki, tapi yang lebih penting bagaimana ini membuka wawasan, sehingga ada pengetahuan baru yang didapat, ” ucap Edi Damansyah.
Lebih lanjut, dirinya ingin wawasan maupun ilmu baru yang didapat setelah mengikuti PEDA tersebut ke depan bisa di transformasi maupun disampaikan kepada para petani, Gapoktan, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjadi binaannya masing-masing.
”Melalui momentum PEDA ini dapatkan ilmu setelah itu ada budaya kerja baru ada langkah-langkah kongkrit kita baik kita selaku petani, ketua kelompok maupun kita sebagai pembina, ” ucapnya.
Dirinya pada kesempatan itu juga berharap selama mengikuti kegiatan PEDA di Kabupaten Kubar agar kontingen kukar membangun komunikasi dan jejaring dengan peserta dari daerah lain guna pertukaran informasi.
”Saya ucapkan terimakasih atas persiapan dan keikutsertaan Kabupaten Kukar pada pekan daerah Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Barat tahun 2025,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan PEDA Petani Nelayan XI tahun 2025 dilaksakan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dari tanggal 21 sampai 27 Juni. (Prokom07)
Bupati Lantik Pj Kades Sungai Meriam Kecamatan Anggana
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melantik Penjabat (Pj) Kepala Desa Sungai Mariam Kecamatan Anggana, bertempat di BPU Desa Sungai Meriam Kecamatan Anggana, Kamis (19/06/2025)
Edi Damansyah dalam sambutannya meminta agar Pj Kades segera melaksanakan tugas dengan melanjutkan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah tertuang di dalam APBDesa Sungai Mariam Tahun 2025, menyelenggarakan pelayanan publik bagi warga desa serta pelaksanaan seluruh proses administrasi pemerintahan dan pembangunan yang akan dilaksanakan di desa, pelaporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan dan Pembangunan sekaligus menjalankan agenda penyusunan perencanaan untuk keberlanjutan program/kegiatan desa pada tahun 2026 yang akan datang.

“Selamat atas pelantikan Sdr. Wahyu Eka Trisnawan, SP., MM. selaku Penjabat (Pj.) Kepala Desa Sungai Mariam yang akan mengemban tugas selama paling lama satu tahun ke depan untuk menggantikan Kepala Desa definitif terdahulu atas nama Sdr. (Alm.) H. Nurjali, SH. yang diberhentikan dari jabatan Kepala Desa dikarenakan meninggal dunia. Semoga Almarhum diterima semua amal ibadahnya serta mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Aamiin.Dengan momentum kegiatan pada hari ini, maka tugas, wewenang, hak dan kewajiban Kepala Desa telah melekat pada diri Saudara Pj. Kepala Desa. Semua amanah itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik kepada seluruh masyarakat Desa Sungai Mariam, Pemerintah Kabupaten dan Tuhan Yang Maha Kuasa,” Katanya.
Lanjut Edi mengatakan disamping itu terdapat tugas khusus yang harus difasilitasi dan dikoordinasikan oleh Saudara Pj. Kepala Desa. Yakni bersama-sama dengan BPD Sungai Mariam memfasilitasi dan mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Desa, dengan agenda utama Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (Pilkades Antar Waktu). Hal tersebut mengingat periode masa jabatan Kepala Desa Sungai Mariam saat ini menjadi 8 (delapan) tahun sehingga periode jabatan adalah dari tahun 2019 hingga tahun 2027. Masih tersisa lebih dari 2 (dua) tahun masa jabatan, dan sesuai ketentuan harus dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu untuk memilih Kepala Desa definitif pada sisa masa jabatan periode 2019-2027.

“Hal ini sesuai amanat Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2019 beserta perubahannya tentang Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa, yang tercantum pada Pasal 74 ayat (1) (2) dan (3) dan Pasal 75 ayat (1) dan ayat (2). Bahwa sesuai ketentuan tersebut, pelaksanaan Pilkades Antar Waktu dilaksanakan paling lambat 6 bulan sejak pemberhentian Kepala Desa definitif. BPD yang akan membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu, yang ditetapkan melalui SK BPD. Adapun untuk anggaran kegiatan Pilkades Antar Waktu akan difasilitasi oleh Pemerintah Desa menyesuaikan dengan kondisi APB Desa yang sedang berjalan” Ujarnya
Tambah Edi mengharapkan agar Saudara Pj. Kepala Desa dapat segera mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan semua hal berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat, termasuk mempersiapkan agenda utama Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu dalam waktu sesegera mungkin. Agar Pj. Kepala Desa bersama-sama BPD dapat mempedomani dengan baik seluruh ketentuan regulasi yang mengatur mengenai Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu.

“Pj. Kepala Desa dalam mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Desa Pilkades Antar Waktu, serta penyelenggaraan pemerintahan desa pada umumnya, agar membina hubungan yang baik dan harmonis dengan BPD, Lembaga Kemasyarakatan Desa seperti, LPM, RT, PKK, Posyandu dan Karang Taruna, Lembaga Adat, tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Desa Sungai Mariam, agar tercipta kondisi pemerintahan desa yang baik, aman, nyaman serta kondusif” Tutupnya
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala DPMD Kukar Arianto, Camat Anggana Rendra Abadi dan stakeholder terkait lainnya (Prokom09)
Pemkab PPU Kunjungi Kukar Pelajari Pembentukan MPP
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah diresmikan Bupati Edi Damansyah pada Desember 2022 lalu menarik perhatian beberapa pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) salah satunya Pemkab Penajam Paser Utara (PPU).
Pemkab PPU yang dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Tata laksana (Ortal) Firman melakukan kunjungan ke Kukar dalam rangka studi tiru dan pembelajaran terkait MPP yang diterima oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahyani Fadianur Diani di ruang Eksekutif kantor Bupati, Kamis (19/6/2025).
Turut hadir mendampingi Asisten II, sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sri Ridayani dan beberapa perwakilan OPD terkait.

Asisten II Ahyani Fadianur Diani mengatakan perlunya perencanaan dan kesiapan yang matang untuk membentuk MPP, karena ini melibatkan banyak OPD horizontal maupun vertikal yang membidangi pelaksanaan.
Sejak diresmikan pada 2022, MPP Kukar telah banyak kemajuan hingga mendapatkan penghargaan ditingkat regional maupun nasional.
Saat ini kurang lebih 20 sektor layanan yang tergabung di MPP Kukar, dengan rata-rata kunjungan masyarakat perhari 200 hingga 500 orang.

Ahyani menyambut baik kunjungan dari Pemkab PPU dan siap memberikan informasi terkait proses dan langkah – langkah dalam pembentukan MPP.
“Kalau boleh saya kasih saran, untuk mempercepat prosesnya pertama – tama yang memang harus dipersiapkan yaitu perencanaan yang matang, kemudian ketersediaan dana atau anggaran, karena dengan dukungan anggaran akan mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan” ujar Ahyani.
Kemudian untuk lebih jelasnya, Assisten II juga menyarankan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan DPMPTSP langkah – langkah apa yang harus dipersiapkan.

“Untuk lebih jelasnya Bapak ibu bisa berkonsultasi dan berdiskusi lebih lanjut dengan teman – teman dari DPMPTSP sebagai leading sektor MPP ini” lanjutnya.
Ia berharap apa yang didapat Pemkab PPU di Kukar bisa diterapkan dan dapat mempercepat pembentukan MPP di PPU.
Sementara itu Kabag Ortal PPP Firman menyampaikan maksud dan tujuan dirinya bersama jajarannya untuk menggali dan melihat secara langsung MPP Kukar.
Ia berharap studi tiru dan kunjungan ke MPP Kukar dapat dijadikan acuan dalam pembentukan MPP di Kabupaten PPU.

Usai pertemuan rombongan Pemkab PPU melakukan kunjungan ke MPP untuk melihat secara langsung pelayanan apa saja yang tergabung di MPP Kukar, namun sebelum itu dilakukan saling tukar cendera mata antara Pemkab Kukar dengan Pemkab PPU. (Prokom01)
Bupati Hadiri Pengangkatan Ketua DPRD Kukar Masa Sisa Jabatan 2024 -2029
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-11 masa Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kukar dengan agenda peresmian pengangkatan Ketua DPRD baru untuk sisa masa jabatan 2024–2029 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar,Kamis ( 19/6).
Oplus_131072
Dalam rapat tersebut, Ahmad Yani ditetapkan menjadi Ketua DPRD definitif menggantikan almarhum Junaidi yang meninggal dunia pada akhir tahun 2024 lalu. Peresmian dan Pengangkatan ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Kaltim nomor 100/1.4.2/ 48/B.POD/II/2024. Pengucapan sumpah / janji peresmian pengangkatan pengganti Ketua DPRD Kukar sisa Masa Jabatan 2024 – 2029 yang dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Tenggarong Ben Ronald P.Situmorang yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah.
Hadir dalam acara tersebut
Gubernur Kalimantan Timur yang di Wakili Asisten III Setprov Kaltim Riza Indra Riadi, Ketua DPRD Provinsi Kaltim;
Wakil Ketua DPRD Prov. Kaltim (Ananda Emira Moeis); Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura;. Ketua DPRD Kabupaten/Kita Se-Kaltim, Para Wakil Ketua dan segenap DPRD Kab. Kukar;
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kab. Kukar; Sekretaris Daerah Kab. Kukar Dr H Sunggono, Asisten III Setkab Kukar H Dafip Haruanto, Staf Ahli, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Kukar; Bupati Kukar Terpilih dr Aulia Rahman, Awang Yacub Lukman Mantan Ketua DPRD Kukar;
Para Camat, Perwakilan Lurah, Kepala Desa dan BPD se Kab. Kukar;
Pimpinan dan Anggota KPU dan Bawaslu Kab. Kukar;
Para Pimpinan Partai Politik, Organisasi Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, dan Organisasi Paguyuban;
Para Pimpinan BUMN/BUMD serta Perusahaan-perusahaan Swasta;
Rektor, para Dekan, para Ketua Sekolah Tinggi dan seluruh akademisi;
Para tokoh agama, tokoh masyarakat.
Edi Damansyah atas nama pribadi, Pemkab Kukar, dan mewakili seluruh masyarakat menyampaikan ucapan “Selamat dan Sukses” kepada Ir. H. Ahmad Yani, ST, SE, M.Si, IPM selaku Ketua DPRD Kabupaten Kukar yang hari ini dilantik melalui Peresmian Pengangkatan Pengganti Ketua DPRD untuk sisa masa jabatan tahun 2024-2029. Pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan sebuah amanah besar yang dititipkan oleh rakyat. Ia menaruh harapan yang tinggi di pundak untuk dapat memimpin lembaga legislatif ini dengan bijaksana, amanah, dan penuh dedikasi, serta membawa aspirasi masyarakat Kukar menjadi kebijakan yang nyata dan bermanfaat.

Edi Damansyah berterima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Plt. Ketua DPRD Junadi. A.Md. yang telah tuntas menunaikan amanah pelaksanaan tugas Ketua DPRD sebelumnya H. Junaidi, S.Sos., M.Si. (Almarhum). Atas segala dharma bakti, pengabdian, dan kerja keras yang telah dicurahkan selama menjabat.
Pemkab dan DPRD adalah dua lembaga mitra sejajar. Kemitraan strategis antara eksekutif dan legislatif ini menjadi kunci bagi keberhasilan pemerintahan dalam pembangunan daerah. Tidak ada visi besar yang bisa tercapai tanpa sinergi dan kolaborasi yang solid di antara keduanya. Oleh karena itu, Edi Damansyah mengajak kepada Ketua DPRD yang baru beserta seluruh jajaran pimpinan dan anggota dewan yang terhormat, untuk semakin mempererat jalinan kerja sama yang telah terbina. Mari kita optimalkan tiga fungsi utama DPRD: legislasi, anggaran, dan pengawasan, sebagai pilar untuk mengakselerasi pencapaian pembangunan Kabupaten Kukar.

Tantangan pembangunan daerah ke depan, tentu tidaklah ringan. Dinamika pembangunan, tuntutan kesejahteraan masyarakat, serta posisi strategis kita sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kita untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih responsif. Kita harus pastikan agar setiap program, setiap anggaran yang kita setujui bersama, benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di 20 kecamatan.
Keberhasilan pembangunan sejatinya bukanlah hasil kerja satu lembaga saja, melainkan kolektivitas yang ditenun dari sinergi berbagai pihak. Dalam era yang penuh tantangan ini, mustahil bagi pemerintah daerah maupun DPRD untuk berjalan sendiri-sendiri. Kehadiran lengkap seluruh pemangku kepentingan pada hari ini: mulai dari jajaran FORKOPIMDA, dunia usaha, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, hingga para tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, adalah bukti nyata dari semangat kebersamaan. Ini tentu bukan sekadar kehadiran fisik melainkan penegasan komitmen dan rasa memiliki yang mendalam terhadap masa depan daerah. Semangat ini menjadi modal sosial tak ternilai harganya untuk menghadapi segala tantangan dan meraih setiap peluang yang terbentang.

Ia mengajak segenap elemen strategis masyarakat untuk terus mengambil peran aktif dalam perjalanan pembangunan ini.
Kepada jajaran FORKOPIMDA, harap dukungan penuh dalam menjaga stabilitas dan keamanan sebagai fondasi utama.
Kepada para pelaku dunia usaha, kami membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya untuk menggerakkan roda perekonomian.
Kepada para akademisi, menantikan sumbangsih pemikiran dan inovasi sebagai pedoman kebijakan.
Kepada para alim ulama, tokoh agama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan, kami memohon bimbingan untuk senantiasa menjaga harmoni sosial.

“Teruslah berikan dukungan, masukan, dan kontrol yang konstruktif, karena kritik yang membangun adalah vitamin bagi pemerintahan yang sehat. Mari kita rawat kondusivitas daerah ini dengan segenap jiwa, karena hanya dengan bersatu padu, kita dapat bersama-sama membangun Kukar yang kita idam-idamkan,” harap Edi Damansyah. ( Prokom 03)
Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Agama Untuk Mendorong Sertifikasi Halal, IPARI Kukar Gelar Pelatihan
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto membuka Pelatihan Sertifikasi Produk Halal yang digelar oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kukar,Kamis (19/6/25) di Pendopo Wakil Bupati Kukar.
Acara itu dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kukar, Pengurus Wilayah IPARI Kaltim, Ketua IPARI Kukar Endy Haryono beserta jajaran. Pelatihan itu diikuti 70 peserta termasuk perwakilan dari IPARI Kaltim dan Kemenag Kukar.
Dafip mengatakan sertifikasi halal bukan sekadar label, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual untuk memastikan agar produk-produk yang dihasilkan oleh produsen, khususnya makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya umat Islam, berlabel halal. Konsep halal ini dalam Islam merujuk pada segala sesuatu yang diperbolehkan menurut syariat Islam, tidak mendatangkan mudarat, serta memenuhi asas perlindungan bagi konsumen dalam sistem jaminan produk halal.

Pelatihan sertifikasi produk halal ini memiliki nilai strategis yang tinggi, mengingat penyuluh agama adalah garda terdepan dalam memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya produk halal. Di era globalisasi saat ini, dikatakannya tantangan untuk menjaga kehalalan produk menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang proses sertifikasi halal adalah sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Maka diharapkan melalui pelatihan sertifikasi halal ini, para peserta dapat memahami prinsip dasar sertifikasi halal, regulasi dan standar halal di Indonesia, serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), yang mencakup kebijakan dan regulasi Jaminan Produk Halal (JPH) sebagaimana diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) maupun regulasi turunannya, pengetahuan tentang bahan dan praktik pengisian daftar bahan, proses produk halal (PPH), serta verifikasi dan validasi.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam mendorong sertifikasi halal bagi UMKM dan pelaku usaha di daerah kita. Serta dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan di lapangan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah.
Akhirnya diharpkan sinergi antara Pemerintah, Kementerian Agama, IPARI, dan pelaku usaha harus terus ditingkatkan untuk mempermudah akses sertifikasi halal, khususnya bagi UMKM. Penyuluh agama diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif menyosialisasikan pentingnya sertifikasi halal kepada masyarakat. (prokom04)
Pemkab Kukar Sampaikan Tanggapan Terhadap Raperda Pembentukan Tujuh Desa di DPRD
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono, menyampaikan tanggapan Pemkab Kukar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pembentukan Tujuh Desa, pada Rapat Paripurna DPRD Kukar Ke-9, di ruang sidang utama DPRD Kukar, Rabu (18/06/2025).
Rapat yang dipimpin Ketua Sementara DPRD Kukar Junadi itu dihadiri 25 anggota DPRD dan juga dihadiri Asissten Ekonomi dan Pembangunan Ahyani Fadianur Diani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Arianto serta perwakilan OPD dilingkup Pemkab Kukar.
Sekda Sunggono saat membacakan sambutan Bupati Edi Damansyah mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada DPRD Kukar yang telah mendukung usulan Pemkab Kukar atas pembentukan tujuh Desa di Kukar.
Ke tujuh desa tersebut yaitu Desa Badak Makmur Kecamatan Muara Badak, Desa Sungai Payang Ilir Kecamatan Loa Kulu, Desa Kembang Janggut Ulu Kecamatan Kembang Janggut, Desa Tanjung Barukang Kecamatan Anggana, Desa Jembayan Ilir Kecamatan Loa Kulu, Desa Loa Duri Seberang Kecamatan Loa Janan, dan Desa Sumber Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Atas nama Pemerintah daerah Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua Fraksi di DPRD Kukar yang mendukung usulan Pemerintah Daerah atas pembentukan 7 Desa di Kukar,” ujar Sunggono.
Ia mengatakan, Pemkab Kukar menyikapi catatan sebagai masukan bersama yang nantinya akan menjadi materi yang penting untuk dibicarakan dalam proses pembahasan dan menjadi bahan konsultasi ke instansi pembina guna peyempurnaan rancangan peraturan daerah tersebut. Walaupun demikian pemerintah berpandangan ada beberapa catatan yang tetap perlu ditanggapi.
“Dengan mempertimbangkan bahwa seluruh Fraksi telah mendukung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah yang diajukan, dan tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada masing-masing Fraksi yang telah memberikan catatan, maka tanggapan atas pemandangan umum Fraksi-Fraksi akan disampaikan secara garis besarnya, ” ucapnya.
Ia mengungkapkan, proses untuk pembentukan Desa telah dilakukan dengan mengacu kepada ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Penataan Desa, mengatur bahwa pembentukan desa dapat dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten.
Ia menyebutkan pelibatan masyarakat telah terverifikasi oleh BAPEMPERDA DPRD KUKAR, yang telah juga mengundang Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat dalam rapat-rapat persiapan sebelum pembahasan rancangan peraturan daerah ini dilakukan, bahkan telah juga melakukan kunjungan ke salah satu desa untuk memastikannya.
Selanjutnya, pemerintah juga telah melakukan kajian dan verifikasi terhadap persyaratan desa persiapan melalui tim penataan desa dibawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat (DPMD). hasil dari kajian dan verifikasi tersebut telah tertuang dalam laporan kajian (telah disampaikan bersamaan dengan nota Bupati perihal pengajuan Rancangan Perda tanggal 4 februari 2025). kajian dan verifikasi tersebut salah satunya juga dilakukan untuk memastikan bahwa persyaratan untuk membentuk desa persiapan telah terpenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Setelah terbentuknya desa persiapan, Pemerintah daerah juga telah melakukan evaluasi perkembangan desa persiapan tersebut. hal ini untuk menentukan bahwa desa persiapan yang telah dibentuk memenuhi syarat untuk ditetapkan menjadi desa definitif. dari hasil evaluasi yang telah dilakukan disimpulkan bahwa 7 (tujuh) desa persiapan tersebut layak/sangat layak untuk ditetapkan menjadi Desa Definitif. hasil evaluasi tersebut juga dapat menjawab catatan-catatan yang diberikan oleh masing-masing Fraksi yang telah disampaikan dalam Pemandangan Umum Fraksi, dan secara rinci akan dipaparkan oleh Tim Evaluasi (dibawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Badan Riset Daerah) pada saat proses pembahasan nantinya, ” terangnya.
“Walaupun dipastikan bahwa tidak ada wilayah desa yang akan dibentuk termasuk dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), namun catatan terkait dengan ini akan menjadi masukan bersama dalam pembahasan nantinya dan menjadi salah satu materi yang layak dikonsultasikan ke Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) serta instansi pembina, ” ujarnya.
Kemudian terkait ketentuan mengenai masyarakat adat dan hak-haknya. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Penataan Desa, Mengatur Tentang Pembentukan Desa Dan Desa Adat. Dalam rancangan Peraturan Daerah ini yang dibentuk adalah Desa (Bukan Desa Adat), sehingga materi dalam Rancangan Peraturan Daerah tersebut disesuaikan dengan kontekstual pembentukan Desa (Bukan Desa Adat). (Prokom01).