Bupati Kukar Dorong Industri Perkayuan Masuk E-Katalog, Pemkab Siapkan Ruang Bagi Produk Lokal
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberi ruang besar bagi pengembangan produk lokal untuk dimasukkan ke dalam E-Catalogue dan MBIZ Market. Hal tersebut disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah saat melihat hasil produk industri perkayuan yang dilakukan oleh Komunitas KOMPAK kolaborasi Koperasi KSU Tunggang Parangan Mulia dan IDEA BORNEO di Workshop Idea Borneo, Jl. Gunung Belah, Tenggarong, baru-baru ini.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Komunitas Pecinta Kutai bersinergi dan kolaborasi bersama Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama-sama mewujudkan program Kukar Siap Kerja melalui pelatihan-pelatihan dan ini sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Bahkan apa yang dihasilkan dari produk perkayuan tersebut, Bupati Edi Damansyah mendorong agar segera memasukkan produk lokal ke dalam sistem E-Catalogue dan MBIZ sehingga produk-produk lokal tersebut dapat pasarkan dan bernilai ekonomis.
“Saya mendorong agar produk lokal industri perkayuan ini segera dimasukkan ke dalam E-Catalogue, dimana pemkab Kukar telah memberikan ruang yang besar dalam pengadaan barang dan jasa khususnya produk lokal,” katanya.
Tidak hanya itu, tambah Edi Damansyah masih banyak sekolah seperti TK, SD dan SMP memerlukan meja, kursi untuk belajar.
“Ini kesempatan bagi industri perkayuan lokal dengan berbagai macam prodaknya segera dimasukkan dalam e-catalogue. Inilah yang saya harapkan industri perkayuan terus dikembangkan. Saya juga minta OPD terkait untuk melakukan pembinaan dan berikan pelatihan bagi generasi muda berkreasi dan siap kerja,” pintanya.
Disampaikan sebelumnya Direktur PT. Tunggang Parangan Mohammad Luthfi juga mengapresiasi atas terjalinnya kolabaroasi antara pemkab Kukar dengan PT. Tunggang Parangan serta mitra lainnya dalam pengembangan produk lokal daerah.
“MoU tersebut sebagai upaya mendukung program Kukar Idaman sekaligus pengembangan produk lokal sesuai dengan Revolusi Industri Perkayuan 4.0 di Kukar, Inspiratif, Mandiri dan berdaya Saing,” ujarnya.
Dijelaskan Mohammad Luthfi prosentase pasar hilir furniture di Kukar dengan pengadaan mebel mencapai Rp 200 Juta dengan total Rp11,6 Miliar dengan total sekolah di Kukar 668. Pengadaan Kursi Meja Sekolah pertahun 60 buah total Rp26,052 miliar.
“Total potensi kabutuhan minimum furniture di Kukar pertahun mencapai Rp37 Miliar,” ujarnya.
Ditambahkan Luthfi kolaborasi yang dibangun bersama Komunitas Idea Borneo, perusahaan melalui Tanggungjawab Sosial sebagai penyokong kegiatan industri perkayuan 4.0 dan eksekutif sendiri selaku pemerintah daerah melalui dinas terkait, Akademy/Universitas/Polnes dan Legislatif sebagai pendukung kegiatan industri perkayuan 4.0.
“Inilah yang saat ini dibangun terus melakukan kolabaroasi dan terobosan dalam upaya mendukung program Kukar Idaman terutama pemanfaatan SDA dengan memebrikan pelatihan bagi generasi muda sehingga dapat menciptakan dunia usaha kerja yang berdaya saing,” demikian jelasnya. (Prokom10)




