Bupati Minta Dunia Usaha Bantu Program Bedah Rumah Entaskan Kemiskinan di Kukar
TENGAGRONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar agar turut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan melakukan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan Rakor bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) baru-baru ini di Tenggarong.

“Saya minta dunia usaha dapat melakukan pendataan bersama terutama pada ring 1 wilayah operasi perusahaan membantu pengentasan kemiskinan dengan melakukan bedah rumah,” kata Edi Damansyah.
Menurut Edi Damansyah, rakor bersama TJSP tersebut sebagai upaya bersama berkolaborasi dalam mengentaskan kemiskinan di Kukar. Dicontohkannya melihat variabel data rumah tidak layak huni dari 11 ribu kemiskinan terdapat 5 ribu diantaranya masuk kategori kemiskinan ekstrim.
“Pemkab Kukar melalui Dinas Perumahan dan Permukiman sudah mengalokasikan anggaran Rp61 Miliar dengan target bedah rumah sekitar 1000 rumah,” ujarnya.
Kemudian melalui desa juga sudah dikeluarkan kebijakannya minimal setiap desa melakukan 3 (tiga) rumah yang dibedah melalui Aggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).
“Jadi, saya juga minta perusahaan agar melakukan pendataan ulang dilapangan, guna mencocokkan dengan data dari kabupaten, khususnya di Ring 1 operasi perusahaan. Berapa rumah yang layak dan harus dibedah sesuai kondisi dilapangan sebagai upaya bersama mengentaskan kemiskinan,” katanya.
Tidak hanya itu, Edi Damansyah juga menyebutkan bahwa perlu juga mendapat perhatian dari dunia usaha seperti bidang pendidikan non formal, berapa yang putus sekolah, buta aksara dan yang harus kejar paket A, B dan C.
“Data-data tersebut sudah tersajikan nama dan alamanya masing-masing di wilayah Kukar, sehingga kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan tersebut harus lebih konkrit lagi pada tahun 2023 dalam penguatan program pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Untuk diketahui, sebaran penanganan rehabilitasi RTLH berdasarkan pendataan Disperkim untuk saat ini berada di Kecamatan Samboja dengan jumlah 300 unit rumah, kecamatan Muara Kaman dengan jumlah 217 unit rumah. Adapun pembiayaan penyaluran bantuan masing-masing RTLH Rp20 juta dengan total keseluruhan mencapai Rp10,340 Miliar. (Prokom10)




