Bupati Pimpin Apel Gabungan Pemkab Kukar Sekaligus Resmikan Tangga Arung Square
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri bertindak selaku pembina upacara pada apel gabungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Peresmian Tangga Arung Square, Ruang Terbuka hijau dan Mushola Al- Muhajirin bertempat di Halaman Tangga Arung Square Tenggarong, Senin ( 5/1).

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kukar Akhmad Yani beserta Anggota DPRD, Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Forkopimda Kukar, Sekretaris Daerah DR H Sunggono, para Staf Ahli, para Asisten Setda, seluruh Kabag Setda, dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kukar, para Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN/BUMD (Dirut Perumda Tirta Mahakam, Tunggang Parangan, KSDE, MGRM, dan Bank Kaltimtara),Tokoh Agama dan Masyarakat: Pimpinan Ormas Islam (NU, Muhammadiyah, LDII) Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua DMI, Ketua PHDI, dan Ketua MBI serta sejumlah undangan terkait lainnya.
Aulia dalam sambutannya mengatakan, didepan kita sudah terlihat bangunan yang sangat megah, bangunan yang merupakan salah satu wujud implementasi janji politik Kukar Idaman 2021 – 2025. Salah satu janji politik Kukar Idaman adalah melakukan revitalisasi terhadap pasar – pasar tradisional dan yang menjadi titik locus revitalisasi adalah pasar Tangga Arung. Pasar Tangga Arung atau tangga raja dimasa pasar Tangga Arung dulunya merupakan sentra ekonomi yang ada di Kecamatan Tenggarong. Dan itu sudah tertata dengan rapi. Peresmian ini merupakan sejarah baru bagi penataan Kota Tenggarong, khusus kawasan perekonomian berbasis kerakyatan. Kehadiran Tangga Arung Square adalah simbol kebangkitan ekonomi pedagang dan kenyamanan bagi masyarakat Kukar.

Aulia berharap dengan adanya peresmian ini tidak ada pungli – pungli atau pungutan liar selain retribusi yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar. Kalau ada yang melakukan pungli baik ASN ataupun P3K segera laporkan dan akan dilakukan pemecatan, demikian juga apabila ada forum pasar yang terlibat, tegas Aulia. Karena mimpi besar Edi Damansyah jangan sampai kita kotori dengan perbuatan keji segelintir orang. Kembali Aulia menegaskan “Tidak ada pungutan – pungutan liar dipasar ini, jaga kebersihan dan kerapian pasar.
“Kita harus tegas, bukannya kita tidak ingin membuka ruang – ruang untuk warga masyarakat kita yang berjualan dibibir – bibir pasar diluar lapak, tapi kita menginginkan pasar ini tetap rapi dan bersih sehingga ini bisa menjadi icon masyarakat Kukar,” ujarnya.
Aulia berpesan kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapian dan ketentraman pasar ini, anggap ini sebagai rumah kedua kita.Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaganya, kalau ada permasalahan, mari kita duduk bersama menyelesaikannya. “ Jadikan pasar ini sebagai sentra bisnis, sentra ekonomi, jadikan Tangga Arung Square tempat pertama untuk kita berbelanja, mimpi kita semua Tenggarong tidak butuh daerah lain untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat. Sebisa mungkin dari segi kualitas kita jangan sampai kalah bersaing dengan tetangga kita, tegasnya.

Tangga Arung Square yang diresmikan tersebut sebanyak 703 lapak terdiri dari 2 lantai, lantai 1 diperuntukkan bagi zona Konveksi (pakaian, tekstil, dan lain sebagainya) sedangkan di lantai 2 diperuntukkan bagi zona Kuliner, sehingga pengunjung bisa menikmati jajanan dan makanan dengan nyaman.
Konsep zonasi telah diatur sedemikian rupa agar tertib. Tangga Arung Square dikhususkan untuk Pedagang Kering, sementara untuk Pedagang Basah, tetap dipusatkan di Pasar Mangkurawang agar kebersihan dan kenyamanan masing-masing lokasi tetap terjaga. ( Prokom 03 ).




