Membaca Adalah Jendela Dunia, Yuk Giatkan Membaca!
MASIH ingatkah anda dengan salah satu kata mutiara “Membaca Adalah Jendela Dunia”? Ya, tentu kalimat tersebut pernah kita dengar baik itu di sekolah maupun di banyak pamflet, baliho atau iklan Pemerintah agar generasi muda Indonesia gemar membaca.
Arti dari kata mutiara tersebut bisa disebut ketika membaca buku, kita telah membuka jendela dunia ini. Lewat membaca buku, banyak ilmu pengetahuan yang bisa didapatkan, bisa dengan bebas memperluas wawasan, beraneka kejutan dan berbagai hiburan juga bisa kita peroleh melalui membaca buku.
Bahkan, dewasa ini di tengah kemajuan teknologi digital, membaca tidak hanya dapat melalui buku saja, tetapi juga dapat melalui gadget atau gawai yang hampir setiap keluarga dalam satu rumah memilikinya. Sehingga mempermudah kita untuk mendapatkan informasi apapun lewat telepon seluler pintar yang dimiliki.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya melalui visi misi Kukar Idaman (Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri), menjadikan peningkatan SDM sebagai hal utama untuk mendorong masyarakatnya menguasi ilmu pengetahuan dan teknologi, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, beradab, demokratis, dan berbudaya.
Salah satu upaya Pemkab Kukar untuk peningkatan SDM adalah dengan mendorong minat baca masyarakat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus).
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, untuk menggugah minat baca masyarakat, maka perlu dilakukan berbagai kemudahan mengakses berbagai sumber bahan bacaan termasuk buku.
“Kemudahan akses membaca ini sangat penting, maka keberadaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menjadi sangat penting dan strategis dalam upaya mewujudkan visi tadi. Karena lewat program dan kegiatan Dinas Kearsipan dan Perpustakaanlah, berbagai upaya untuk bagaimana caranya perpustakaan semakin banyak, koleksi buku semakin beragam serta minat baca semakin meningkat dilakukan,” ujarnya baru-baru ini.
Disebutnya, Kukar telah memiliki perpustakaan yang bagus dan representatif yang berada di Jl Danau Semayang, Tenggarong, karena ada akses taman yang dapat menjadi tempat membaca yang nyaman, dengan koleksi sekitar 45 ribu buku fisik.
Selain itu, Diarpus Kukar juga telah berinovasi dengan membuat Layanan Perpustakaan Digital ‘iKukar’, tujuannya adalah agar minat baca masyarakat meningkat dan lebih mudah diakses apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini.
Aplikasi yang baru saja diluncurkan Sekda Kukar Sunggono Rabu (12/1) tersebut bisa di download melalui playstore. Sehingga membaca melalui IKukar bisa dilakukan dimana saja, yang memuat lebih dari 1.400 buku digital.
Selain itu, di Kukar juga telah terdapat Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), organisasi ini dapat membuat gerakan yang lebih terpadu, terarah dan terorganisir sekaligus mampu meningkatkan profesionalisme pustakawan di Kukar, yang bertujuan meningkatkan minat baca di Kukar.
Buku apapun bentuknya baik fisik maupun digital/elektronik merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Selain itu, dengan membaca, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita.
Nah, sudah tahukan manfaat membaca. Ayo, kita tanamkan budaya membaca sejak dini di keluarga kita masing-masing. Tanpa kita sadari, manfaat membaca dapat memberikan banyak inspirasi bagi kita. (prokom04)





Disebutnya, hal itu karena kondisi sosial masyarakat yang beragam, penyebaran penduduk yang tidak merata dan kemampuan akses masyarakat yang rendah, merupakan salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini akan menimbulkan ketimpangan dalam memperoleh berbagai informasi yang pada gilirannya menimbulkan kesenjangan intelektual maupun kesejahteraan. Memahami kondisi demikian, Ikatan Pustakawan Indonesia yang didirikan di Ciawi, Bogor pada tanggal 6 Juli 1973, sebagai organisasi profesi pustakawan dan perpustakaan telah berkiprah selama 49 tahun, maka sudah selayaknya harus mencermati berbagai perubahan, baik perubahan global maupun internal.
Pelantikan tersebut juga disaksikan Kepala Diarpus Kukar Ahyani Fadianur Diani, serta para Camat, Kepala Desa dan sejumlah Kepala Sekolah SD, SMP atau yang setara Kabupaten Kutai Kartanegara yang hadir secara virtual.
Dalam arahan Bupati Kukar Edi Damansyah yang dibacakan Asisten III Totok Heru Subroto mengatakan bahwa penyederhanaan birokrasi melalui Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional merupakan kebijakan Negara untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional, dinamis dan juga responsif.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kaltim juga menghadirkan Ustaz kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah untuk menyampaikan tausiah terkait kebangsaan dalam kerukunan umat beragama.

Adapun yang melakukan Sertijab yakni, Asisten Administrasi Umum dari Pelaksana tugas (Plt) Soekotjo kepada H Totok Heru Subroto, Kepala Bagian Organisasi dari Suhada kepada H. Taufiq Zulfian Noor, Kepala Sumber Daya Alam dari Abdullah Pannusu kepada Muhammad Reza, dan Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan dari Plt Gamal Abdul Aziz kepada Hj A Hendrete Nadia Noraini.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, yang diterima oleh Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin.





