‘Kartini’ di Balik Jeruji: Bupati Kukar Bawa Harapan dan Program Pemberdayaan ke Lapas Perempuan
Tenggarong – Peringatan Hari Kartini ke-147 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan sebagai agen perubahan, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan. Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup, menembus batas ruang dan keadaan, menginspirasi perempuan untuk terus belajar, berkarya, dan bangkit.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Selasa (21/4/2026). Kehadiran Bupati disambut hangat oleh warga binaan melalui pertunjukan tari dan prosesi pengalungan syal, mencerminkan semangat kebersamaan dan optimisme.

Didampingi Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Riva Dilyanti serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Bupati turut mengikuti senam bersama perwakilan warga binaan dan melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dalam peringatan Hari Kartini tahun ini yang mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Melalui Budaya dan Kreativitas.”
Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah unit pembinaan kemandirian, di antaranya program hidroponik, pertanian, kerajinan tangan (handycraft), bakery, tata boga, salon kecantikan, hingga pelatihan menjahit. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
Di hadapan 359 warga binaan, Bupati Aulia menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana serta memastikan proses pembinaan berjalan optimal.

“Kami ingin mengetahui apa saja yang bisa didukung oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pembinaan di sini. Masih ada pembangunan gedung tambahan yang belum selesai akibat efisiensi anggaran, dan akan kami upayakan untuk dilanjutkan pada tahun depan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi proses pembinaan yang dinilai telah berjalan dengan baik, serta partisipasi aktif warga binaan dalam berbagai kegiatan keterampilan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Kukar berencana memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan sarana dan prasarana sesuai keahlian warga binaan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan, khususnya bagi yang ber-KTP Kukar.
“Misalnya yang memiliki keterampilan menjahit akan kami bantu dengan mesin jahit, sehingga mereka bisa mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap para warga binaan dapat menjadi pribadi yang tangguh dan berdaya, serta mampu berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.

“Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat bahwa setiap perempuan, termasuk yang berada di lapas, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi agen perubahan di masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar juga menyerahkan bantuan berupa sarana keagamaan dan perlengkapan olahraga sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan mental dan fisik warga binaan.
Melalui peringatan Hari Kartini ini, Pemkab Kukar menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan secara inklusif, tanpa terkecuali, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. (Prokom06)




