Kemendagri Ajak Pemerintah Daerah Gaungkan Gelaran Presidensi G20
Tenggarong – Menyikapi kondisi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui Indonesia sebagai Presidensi G20 termasuk dampak dan manfaatnya, Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri melakukan rapat koordinasi secara virtual yang diikuti oleh pejabat kehumasan Pemerintah Daerah seluruh Indonesia. Selasa (11/10)
Kondisi terkini dari berbagai survei menunjukkan rata-rata hampir 70 persen publik tidak mengetahui Indonesia jadi Presidensi G20 bahkan narasi G20 terkesan terlalu elitis.

Juri Ardiantoro Deputi IV Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden (KSP) dalam paparannya menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa Presidensi G20 adalah kehormatan bagi Indonesia, kepercayaan ini merupakan kesempatan untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, untuk membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil dan berkelanjutan.
“Dengan narasi tunggal Presidensi G20 Recover Together, Recover Stronger, dari Indonesia untuk dunia pulih Bersama, Indonesia mengajak warga dan pemimpin dunia bergandengan tangan dan fokus bekerjasama pemulihan diri serta bersama membangun dunia secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menyikapi situasi ini Pusat Penerangan Setjen Kemendagri Aang Witarsa menyampaikan Kemendagri selaku pembina pelaksanaan tugas-tugas kehumasan, mengajak
Humas Pemerintah Daerah agar berkolaborasi mengoptimalkan aset komunikasi publik dan sosial membumikan tema Presidensi G20 serta menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk masyarakat luas dalam balutan desain dan narasi G20.
Usai mengikuti rapat, Kabag Prokom Sekretariat Daerah Kutai Kartanegara Ismed akan segera menginformasikan kepada dinas/instansi agar menggunakan logo G20 secara masif sebelum puncak tanggal 16-17 Nopember 2022 di Bali.(prokom)




