Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi di Kukar Dirangkai Penyerahan Bantuan Untuk Transmigran
Tenggarong – Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto memimpin Upacara Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi ke 73 di Halaman Kantor Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kukar , Selasa (12/12/23).

Dalam amanat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H Abdul Halim Iskandar yang dibacakan Dafip Haryanto mengatakan Pemerintah Indonesia melaksanakan program transmigrasi untuk pertama kalinya, tepat pada tahun 1950 tepatnya pada tanggal 12 Desember, ketika Jawatan Transmigrasi 3 memberangkatkan 25 kepala keluarga atau 98 jiwa transmigran menuju Lampung dan Lubuk Linggau.
Oleh karenanya, sejak saat itu, tanggal 12 Desember dikenal dan selalu diperingati sebagai Hari Bhakti Transmigrasi. Tepat tanggal 12 Desember 2023, diperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-73. Tahun 2023 mengangkat Tema “Transmigrasi Satukan Negeri”. Tema tersebut bukan hanya sekedar slogan belaka tanpa makna dan bukti.
Sampai saat sekarang penyelenggaraan Transmigrasi telah berkontribusi melalui pembangunan 3.606 satuan pemukiman transmigrasi yang berada di 619 kawasan transmigrasi. Ini telah berkembang menjadi 1.567 Desa Definitif, 466 eks satuan pemukiman transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 116 eks satuan per transmigrasi mendukung Ibu kota kabupaten, serta 3 ibu kota provinsi. Lebih jauh, sampai saat sekarang sebanyak 2,2 juta KK atau lebih dari 9,2 juta jiwa transmigran telah ditempatkan di Permukiman transmigrasi dari Sabang hingga Merauke.
Isu ketahanan pangan, perubahan iklim, dan masalah sosial merupakan problematika global sekarang.

Negara pengeskpor pangan, khususnya beras, banyak menghentikan ekspor berasnya dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Negaranya masing-masing. Perubahan iklim yang antara lain berdampak pada ketersediaan air dan naiknya suhu dunia juga dirasakan. Peperangan Rusia dan Ukraina yang belum selesai sudah diikuti dengan panasnya konflik Israel-Palestina merupakan bentuk masalah sosial dan keamanan dunia yang terjadi.
Transmigrasi memiliki peran penting dalam dukungan ketahanan pangan baik di level lokal, regional maupun Nasional. Kawasan Transmigrasi dengan dukungan transmigran dan Sumber Daya Manusia penduduk setempat memiliki keunggulan kompetitif berupa tanaman pangan sebagai komoditas unggulan dalam mendukung ketahanan pangan. Kawasan Transmigrasi yang berada di kawasan perdesaan dengan komposisi ruang hijau yang masih luas memiliki peran penting dalam menjaga perubahan iklim global ini. Pola ruang dalam kawasan transmigrasi harus tetap dipertahankan keberlanjutan lingkungannya tanpa mengurangi kapasitas produksi kawasan produksi pangan yang ada.
Lebih lanjut, kolaborasi transmigran penduduk asal dan masyarakat setempat yang hidup berdampingan dalam membangun permukiman transmigrasi merupakan wujud nyata dari Bhineka Tunggal Ika di Indonesia. Kerekatan sosial inilah yang hanya bisa terdapat dalam program Transmigrasi.

Transmigrasi memiliki dampak positif yang signifikan dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah transmigrasi. Program Penjaringan Siswa Berprestasi di Kawasan Transmigrasi (PPSBKT) merupakan implementasi konkret dari upaya transmigrasi untuk memfasilitasi anak-anak transmigran agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sejak tahun 2015, inisiatif beasiswa ini telah dijalankan secara konsisten dan hingga saat ini terus memberikan dukungan substansial bagi perkembangan pendidikan 543 mahasiswa yang berasal dari berbagai kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Beasiswa ini tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan manusia yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa potensi intelektual anak-anak transmigran dapat diperoleh dan dikembangkan secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan transmigrasi di seluruh Kawasan Transmigrasi. Terima kasih yang tak terhingga disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah yang telah berperan aktif, para penggiat transmigrasi yang telah menjadi pilar utama keberhasilan program ini, serta kepada para anggota keluarga transmigran yang turut serta dalam membentuk dan memperkukuh komunitas transmigrasi di tanah harapan.
Sementara Plt Kepala Ditransnaker Kukar M Hatta mengatakan melalui semangat peringatan hari bhakti transmigrasi ke73 Pemkab Kukar akan terus berupaya untuk memajukan transmigrasi didaerah Kukar dengan membuka 2 kawasan yang terletak diKecamatan Kota Bangun dan Kecamatan Tabang.
“Penetapan kawasan Kota Bangun sendiri masih dalam tahap persiapan mengumpulkan semua Kades untuk penandatangan persetujuan tentang penetapan kawasan yang rencananya akan ditetapkan ditahun 2025 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi rencanannya seluas 33 ribu ha”, ungkapnya.

Untuk yang masuk dalam transmigrasinya, jelas Hatta masih dalam pembicaraan apakah system transmigrasi lokal atau dari pulau jawa. Semua tergantung dari sisi kebutuhan di kecamatan. Transmigrasi sendiri dibuka bertujuan untuk meningkatkan pertanian dalam arti luas dan meningkat perekonomian di kecamatan tersebut sehingga perkembangan perputaran kemajuan daerah transmigrasi bisa terus berkembang dari segi ekonominya maupun SDMnya.
Dalam peringatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan kepada warga transmigrasi daerah Bukit Biru, Rapak Lambur dan Maluhu juga penyerahan santunan kematian.(Prokom06)




