PK21 Akan Digelar Serentak Mulai 1 April
TENGGARONG – Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan menggelar Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21).
PK21 merupakan kegiatan strategis program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana). Hasil pendataan dipakai untuk kepentingan perencanaan, evaluasi dan pengukuran kinerja hingga di wilayah administrasi terkecil.
PK21 rencananya dilaksanakan secara serentak mulai tanggal 1 April hingga 31 Mei 2021 mendatang di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kutai Kartanegara oleh kader setempat yang telah terlatih serta didukung dan dibantu oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Samboja, Eli Betyono mengatakan PK21 memuat variabel-variabel untuk mengukur Indeks Pembangunan Keluarga (I Bangga), yang merupakan
ukuran keberhasilan program pembangunan keluarga dalam mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat di suatu wilayah tertentu (Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Kota). IPK menggambarkan tiga dimensi yaitu dimensi Ketentraman, dimensi Kemandirian dan dimensi Kebahagiaan.
Menurut Eli, pendata selain melakukan pendataan juga melakukan komunikasi, informasi dan edukasi serta penyuluhan Program Bangga Kencana kepada keluarga di lingkungannya.
Selain itu disebutkannya, PK21 guna memenuhi kebutuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKKBN seperti yang termuat dalam RPJMN tahun 2020-2024. Dengan demikian, Pendataan Keluarga merupakan bagian implementasi dari statistik sektoral dalam bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.
Dalam aspek perubahan lingkungan strategis, di mana BKKBN dapat berkontribusi dalam penurunan angka stunting di Indonesia, maka BKKBN bergerak dalam penyediaan data keluarga rentan stunting.
“Oleh karena itu, data dan informasi tersebut akan dituangkan dalam penambahan suplemen formulir keluarga risiko stunting,” ujarnya saat dihubungi, Senin (22/3).
Jadi dikatakannya, peran PLKB sangat penting juga untuk mensukseskan PK21, bahkan PLKB banyak juga yang menjadi Manajer data dan supervisor.
“Untuk itu, saya berharap pemerintah memperhatikan kami PLKB non PNS yang terjun langsung di lapangan guna mensukseskan program pemerintah dalam hal ini BKKBN,” demikian ujarnya. (prokom04/hr)