Disbun Tinjau Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Salo Cela Muara Badak
Tenggarong – Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tinjau pembangunan jalan produksi yang bersumber dari Dana Alikasi Khusus (DAK) 2022, pada Kelompok Tani Sipotokong Sipatuo Desa Salo Ceĺa Kecamatan Muara Badak, Kamis (15/9) pekan tadi.
Dikatakan Nuzul Wardana selaku pelaksana pemeriksaan tersebut, pembangunan jalan itu merupakan kegiatan pembangunan prasarana sub kegiatan pembangunan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan usaha tani.

“Pembangunan jalan usaha tani ini merupakan harapan warga desa Salo Cela Muara Badak, yang bersumber dari Dana APBD II Kabupaten, pembangunan jalan ini akhirnya menjawab mimpi para petani untuk lebih sejahtera,” ujarnya.
Dikatakannya, para petani sudah lama berharap adanya pembangunan jalan tersebut, karena sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengangkutan produk pertanian dari lahan usaha menuju sentra pemukiman, pemasaran dan pengolahan hasil lahan usaha tani, serta mengurangi biaya/ongkos transportasi sebagai komponen biaýa produksi.

Lebih lanjut dikatakan Nuzul Wardana, pembangunan jalan produksi merupakan unsur penting sebagai sarana infrastrukur dalam pengembangan pertanian dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Dengan dibangunnya jalan usaha tani di Desa Cela Selo ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan pertanian/perkebunan kedepannya,” harapnya. (Prokom-02)













“Para talent TKC sudah melakukan workshop selama 14 hari sebelum melakukan penampilannya pada showtime hari ini untuk memberikan penampilan terbaiknya,” ujar David HK Saputra mewakili Kepala Dispar Kukar membuka Showtime TKC.
“Sebenarnya ini tahun – tahun yang sangat kami nantikan, dimana tahun ini tahun ke kami 10 berkarya di TKC. Selama 10 tahun akhirnya bisa mendapatkan izin untuk mengangkat tema Kesultanan Kutai, lumayan agak lama dan bersabar, dan alhamdulillah tahun ini bisa mendapatkan izin untuk mengangkat tema tersebut,” ungkapnya.
Dikatakannya dalam workshop TKC, banyak diajarkan untuk membuat kostum, pendalaman karakter yang akan dibawakan, gaya di catlawk dan semua kebutuhan yang akan ditampilkan pada showtime. Semua diberikan kebebasan oleh pihak Kesultanan untuk berkreasi dalam membuat kostum, karena semua bersifat kontemporer, berkreasi dalam pengembangan berdasarkan kreatifitas masing – masing.





















