Resmikan Kopi SAMS, Bupati Harapkan Bisa Berkembang dan Menjadi Contoh
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melakukan pengguntingan pita tanda diresmikannya Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kopi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Masjid Agung, pada Safari Subuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar di ruang utama Masjid Agung SAMS, Tenggarong, Minggu (15/12/2024).

Rangkaian safari Subuh pemkab Kukar tersebut, diawali sholat subuh berjamaah yang dipimpin Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, H.M Bisyron.
Dilanjutkan, laporan Ketua Dewan Pengurus (DP) Masjid Agung SAMS Tenggarong, HM. Bisyron, arahan Bupati Edi, tausyiah KH. Asikin Babahar, dan ditutup silaturahmi Bupati dengan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.
Adanya dan terciptanya UMKM Kopi SAMS Masjid Agung ini idak terlepas dari obrolan dan bisik-bisik Bupati pada saat safari Subuh beberapa bulan yang lalu.

“Yang meminta pengurus Masjid Agung untuk melakukan inovasi berupa UMKM, di halaman masjid Agung dan alhamdulillah hari ini UMKM Kopi SAMS Masjid Agung di resmikan Bupati Kukar,” jelas Ketua DP Masjid Agung SAMS Tenggarong, Bisyron.
Daftar menu Kopi SAMS, minuman panas Kopi Original, Kopi Gula Merah, Kopi Susu Kocok Istimewa, Kopi Susu Kocok Super, dan Telur Kampung Setengah Matang. Minuman dingin, Kopi Original, Teh Tarik, Es Teh Manis, dan juga ada cemilan Pisang Goreng, Uli Goreng, Uli Bakar, dan Lempeng Pisang.

Sementara itu, Bupati Edi dalam arahannya mengatakan apa yang dilakukan oleh pengurus masjid Agung, yaitu membuat usaha Kopi SAMS Masjid Agung dengan maksud untuk bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengurus (Takmir) dan remaja (Irma) masjid Agung SAMS.
“Untuk itu, saya berharap pengurus dan remaja masjidnya untuk terus berkolaborasi agar usaha UMKM yang dibangun ini terus berjalan dan bertahan sehingga menjadi roll model bagi masjid-masjid yang lain di Kukar,” demikian pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Bupati Kukar tersebut, Sekda Sunggono, Asisten I Akhmad Taufik Hidayat, Asisten III Dafip Haryanto, Camat Tenggarong Sukono, Kapolsek Tenggarong AKP. Sukardi, dan tim safari Subuh Pemkab Kukar. (prokom05)






















Acara ini merupakan perpaduan apik antara musik modern dan tradisional, menampilkan talenta-talenta lokal yang luar biasa, serta dikemas dengan konsep yang kreatif dan inovatif.
“Kami mengajak seluruh stakeholder untuk terus berkolaborasi dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara.” Ajaknya
“Kumala Sound Project Festival yang berlangsung sejak 12-15 Desember 2024 ini diharapkan menjadi event unggulan, khususnya di bidang seni pertunjukan dan memberi dampak yang positif bagi para pelaku usaha kuliner atau UMKM dapat meningkatkan penjualan, memperluas jaringan bisnis, dan mendapatkan eksposur yang lebih luas” harapnya. (Prokom01).















Bunda PAUD Kukar Maslianawati Edi Damansyah , mengucapkan terima kasih atas kesedian pengurus Bunda Paud Kabupaten Bandung yang telah sudi menerima kunjungan silaturahmi dan studi tiru Bunda Paud Kukar dan rombongan guna menggali informasi sekaligus untuk dapat mengadopsi hal baik terkait tata kelola PAUD dalam penerapan kurikulum Merdeka dan membangun kolaborasi dan pemahaman bersama dalam PAUD berkualitas. Sebab mengingat besarnya tantangan yang dihadapi, sekaligus turut serta untuk membantu program pemerintah pusat dan daerah ,sehingga kita harus memahami secara tuntas apa yang menjadi tugas yang harus dilakukan, ujar Maslianawati.
Program unggulan gerakan transisi Paud SD yang menyenangkan yaitu suatu gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik Paud ke SD/MI/sederajat dengan cara yang menyenangkan. Gerakan ini bertujuan untuk melindungi hak anak anak usia dini untuk bertumbuh, berproses dan dihargai baik dilingkungan satuan pendidikan maupun dirumah. Ia juga menjelaskan tentang beberapa hambatan yang ditemui yaitu tentang aksesbilitas, relevansi, daya saing, kualitas dan tata kelola.Diakui kesenjangan akses pendidikan partisipasi kasar PAUD masih rendah, pemahaaman dan kesadaran orang tua, keluarga dan masyarakat terhadap pentingnya pola asuh serta pembiasaan positif, tugas penjaminan mutu internal perlu upaya pemberdayaan penilik pengawas Paud secara optima, sedangkan mengenai kualitas dari jumlah total PTK Paud di Kabupaten Bandung diantaranya masih ada yang berpendidikan SLTA sedangkan menenai tata kelola dukungan sumber daya dan dana dalam rangka peningkatan askes dan mutu layanan Paud berkualitas, tegas Eiman.