Kukar Raih TPID Awards 2006 kategori Kabupaten/Kota Berprestasi
Tenggarong – Keberhasilan kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pengendalian inflasi mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat, hal tersebut terbukti dengan diraihnya penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award 2026 pada pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang berlangsung di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) Jakarta, Kamis (24/9/2026).
kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ASPI, dan AFTECH dengan tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global Untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”.

Adapun Kategori yang diraih Pemkab Kukar bersama beberapa kabupaten lainnya seperti Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumbawa Barat ialah kategori Kabupaten/Kota Berprestasi.
Dimana penghargaan tersebut diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki kinerja baik dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.
H Rendi Solihin yang hadir pada pelaksanaan penyerahan penghargaan mengatakan penghargaan tersebut harus dimaknai sebagai hasil kerja bersama, dan bukan sekedar capaian pemerintah semata.
Menurutnya, keberhasilan meraih penghargaan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, dan kelancaran distribusi di Kukar.
Dirinya berharap, penghargaan tersebut tidak membuat seluruh jajaran untuk berhenti berbuat, namun sebaliknya menjadi motivasi bersama untuk berbuat lebih baik lagi dalam pengendalian inflasi daerah.

”Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama, jajaran pemerintah daerah, TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, petani, dan masyarakat yang ikut menjaga stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara, ” ujar Rendi Solihin.
Lebih lanjut, Rendi mengatakan geografis Kabupaten Kukar yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi, sehingga penanganannya membutuhkan kinerja seluruh pihak hingga tingkat kecamatan.
”Penghargaan ini kami persembahankan untuk masyarakat Kukar, ini bukan garis akhir, tetapi menjadi pemacu bagi kami (Pemerintah Daerah – Red) untuk bekerja lebih keras agar stabilitas harga dan perekonomian daerah tetap terjaga, ” pungkasnya. (Prokom07).















Tepian Pandan berkembang menjadi Tangga Arung (yang bermakna: rumah raja) dan dalam perjalanan waktu dikenal sebagai Tenggarong. Dari tempat inilah kemudian berkembang sebuah kota yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan peradaban masyarakat Kutai. Karena itu, ketika hari ini kita memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong yang ke-244, sesungguhnya yang kita bukan hanya memperingati bertambahnya usia sebuah kota, melainkan Kita memperingati perjalanan sebuah peradaban, ujar Syukur Eko Budi Santoso.
Justru sebaliknya, wajah modern kota Tenggarong harus tetap memperlihatkan wajah sejarah dan budayanya, sungai Mahakam harus tetap menjadi bagian penting dari identitas kota. Kawasan bersejarah harus dirawat dan dihidupkan. Tradisi Kesultanan harus terus diberikan ruang untuk berkembang melalui dukungan pendanaan yang kuat. Seni dan budaya harus beriringan dengan penguatan UMKM dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh. Ruang terbuka publik harus semakin nyaman. Dan teknologi harus dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan pemerintahan yang semakin cepat, mudah, dan transparan. Dengan demikian, pembangunan kota bukan hanya menghasilkan ruang yang tertata, tetapi juga menciptakan kehidupan kota yang berkualitas, harap Aulia Rahman Basri.
Atas nama Pemkab Kukar, Aulia Rahman Basri mengucapkan: “Selamat Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 Tahun 2026.” Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan kepada kita dalam melanjutkan pengabdian bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai, ujar Aulia Rahman Basri.














Acara ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Kukar yang diserahkan kepada Thoat pengurus KTNA, dilanjutkan penyerahan secara simbolis produk pelaku usaha jasa keuangan kepada perwakilan KTNA, KWT dan petani millenial yaitu penyerahan dari Pimpinan Cabang Bankaltimtara-aktivasi DG (diji) Bankaltimtara sebagai solusi digital keuangan bagi petani dan nelayan kepada perwakilan KTNA, Direktur Utama BPR Bepede Kutai Sejahtera – Pembukaan Rekeng BPD Bepede Kepada Perwakilan KWT, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kaltimtara tentang produk layanan Bursa Efek Indonesia ( Pembukaan saham Reksadana, dengan pengenalan produk layanan pasar modal, seperti pembukaan rekening saham dan reksa dana kepada perwakilan petani millenial.
Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri dalam sambutannya mengatakan, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting yang perlu dimiliki masyarakat yang bergerak di sektor produktif. Sebab, keberhasilan petani, peternak maupun nelayan tidak hanya ditentukan dari kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana hasil usaha tersebut dikelola.
Ia juga menilai, kehadiran industri keuangan di tengah sektor pertanian, peternakan dan perikanan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya.
Melalui peringatan Hari Tani Nasional 2026, pemerintah daerah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Pemkab Kukar terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas dan keterampilan petani, bantuan sarana dan prasarana pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga pemanfaatan teknologi pertanian.
Ia menilai, pemahaman tersebut penting agar pendapatan yang diperoleh dari sektor pertanian, peternakan maupun perikanan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan pengembangan usaha.




