Bupati Kukar Hadiri Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Hari Tani Nasional
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri menghadiri pembukaan kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Hari Tani Nasional Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara yang berlangsung di Lokasi EXPO Pameran Erau Adat Erau Kutai di Halaman Stadion Rondong Demang, Jumat ( 25/9) Sore.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Direktorat lembaga Jasa Keuangan OJK Kaltim Kaltara Ansyori Abdullah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim diwakili Setyo Dodi Ermawan, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kaltimtara Ferdinan Sihombing, Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tenggarong Eryuni Ramli Okol, Direktur Utama BPR Bepede Kutai Sejahtera Umar Syam, Ketua Tim Penggerak PKK Kukar Andi Deescha Pravidhia Aulia Rahman Basri, Kadis Perindag Kukar Burhanuddin, Kadis Pertanian dan Peternakan Mohammad Rifani, Kadis Perikanan Muslik, para petani Anggota KTNA, KWT, petani Millenial dan sejumlah undangan terkait lainnya.
Acara ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Kukar yang diserahkan kepada Thoat pengurus KTNA, dilanjutkan penyerahan secara simbolis produk pelaku usaha jasa keuangan kepada perwakilan KTNA, KWT dan petani millenial yaitu penyerahan dari Pimpinan Cabang Bankaltimtara-aktivasi DG (diji) Bankaltimtara sebagai solusi digital keuangan bagi petani dan nelayan kepada perwakilan KTNA, Direktur Utama BPR Bepede Kutai Sejahtera – Pembukaan Rekeng BPD Bepede Kepada Perwakilan KWT, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kaltimtara tentang produk layanan Bursa Efek Indonesia ( Pembukaan saham Reksadana, dengan pengenalan produk layanan pasar modal, seperti pembukaan rekening saham dan reksa dana kepada perwakilan petani millenial.
Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri dalam sambutannya mengatakan, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting yang perlu dimiliki masyarakat yang bergerak di sektor produktif. Sebab, keberhasilan petani, peternak maupun nelayan tidak hanya ditentukan dari kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana hasil usaha tersebut dikelola.
Jangan sampai masyarakat kita hanya kuat di produksi, tetapi ketika sudah mendapatkan hasil justru belum memahami bagaimana mengelola pendapatannya. Karena itu, pengetahuan mengenai keuangan ini juga harus menjadi bagian dari penguatan kapasitas mereka,” ujar Aulia.
Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat membantu masyarakat dalam menentukan penggunaan pendapatan, menyimpan hasil usaha hingga mengembangkan modal untuk kegiatan produktif.
Ia juga menilai, kehadiran industri keuangan di tengah sektor pertanian, peternakan dan perikanan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya.
Kolaborasi antara pemerintah, perbankan dan pelaku usaha pun dinilai penting untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggencarkan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para petani sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Kukar.
Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian terhadap peran petani sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
Pemkab Kukar terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas dan keterampilan petani, bantuan sarana dan prasarana pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga pemanfaatan teknologi pertanian.
Melalui peringatan Hari Tani Nasional 2026, pemerintah daerah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Peringatan Hari Tani Nasional ini menjadi momentum untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan agar sektor pertanian di Kukar semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar [nama pejabat].
Ia menambahkan, pembangunan pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi antara petani, kelompok tani, penyuluh, dunia usaha, akademisi, serta seluruh masyarakat.
“Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kita berharap para petani semakin mandiri, produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Pertanian juga harus menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar berharap momentum Hari Tani Nasional Tahun 2026 dapat semakin meningkatkan semangat seluruh insan pertanian dalam mengembangkan potensi pertanian daerah.
Selain itu, peringatan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa keberadaan petani memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggencarkan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para petani sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Kukar. Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum penting untuk meningkatkan perhatian terhadap peran petani sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
Pemkab Kukar terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas dan keterampilan petani, bantuan sarana dan prasarana pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga pemanfaatan teknologi pertanian.
Melalui peringatan Hari Tani Nasional 2026, pemerintah daerah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Peringatan Hari Tani Nasional ini menjadi momentum untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan agar sektor pertanian di Kukar semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Aulia Rahman Basri.
Ia menambahkan, pembangunan pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi antara petani, kelompok tani, penyuluh, dunia usaha, akademisi, serta seluruh masyarakat.
Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kita berharap para petani semakin mandiri, produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Pertanian juga harus menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda, tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar berharap momentum Hari Tani Nasional Tahun 2026 dapat semakin meningkatkan semangat seluruh insan pertanian dalam mengembangkan potensi pertanian daerah. Usai acara atersebut Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan rombongan meninjau kegian pameran EXPO sekaligus berbelanja produk – produk hasil olahan petani dan UMKM Kukar. ( Prokom 03)’.
Karena itu, masyarakat didorong untuk terus membuka diri terhadap informasi baru. Di sisi lain, pemerintah bersama pihak terkait juga harus konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelaku UMKM.
“Ini memang menjadi pekerjaan kita bersama. Pemerintah tidak bisa berhenti memberikan informasi, sementara masyarakat juga harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan memahami perkembangan yang ada,” ungkapnya.
Aulia berharap kegiatan GENCARKAN dapat menjadi momentum untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.
Ia menilai, pemahaman tersebut penting agar pendapatan yang diperoleh dari sektor pertanian, peternakan maupun perikanan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan pengembangan usaha.
“Kita ingin masyarakat kita semakin terbuka terhadap informasi, semakin memahami bagaimana mengelola keuangan dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Pemerintah bersama pihak terkait akan terus memberikan pendampingan agar ke depan kita bisa menemukan titik keseimbangan,” pungkasnya.




