Ketayongan Tutup Prosesi Bepelas Erau 2026
TENGGARONG — Prosesi Bepelas Malam terakhir atau ke-VII Erau Kutai 2026 berlangsung khidmat di Halaman Keraton/Museum Mulawarman, Tenggarong, Minggu (27/9/2026) malam. Malam terakhir Bepelas ini mengusung dua agenda sakral sekaligus, yakni Ketayongan , yang telah menjadi tradisi turun-temurun Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Malam terakhir Bepelas memiliki prosesi khusus yang membedakannya dari enam malam sebelumnya. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin terlebih dahulu menjalani Prosesi Ketayongan, yaitu ritual sakral dengan menginjakkan kaki di atas batu mintar pelabuhan, diiringi tarian dan rangkaian adat yang dipimpin para tokoh adat. Prosesi berlangsung di hadapan kerabat Sultan,
Selepas rangkaian Bepelas dan Ketayongan, Sultan mengikuti jamuan makan malam sebelum naik ke bagian depan Setinggil untuk menyaksikan Tari Topeng Kemindu. Tari Topeng Kemindu merupakan tarian khusus yang umumnya hadir pada malam bergelar Kemindu dalam rangkaian Festival Erau.

Rangkaian malam terakhir Bepelas juga ditandai dengan Pemberian Gelar Adat dari Sultan Kutai Kartanegara kepada para tokoh yang dianggap berjasa bagi Kesultanan dan daerah. Prosesi bergelar ini merupakan penghargaan kepada siapapun yang telah mendukung, mempertahankan, dan mengembangkan adat budaya di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Pada Erau 2026,Kesultanan menganugerahkan gelar adat kepada kerabat serta tokoh yang dinilai berjasa. Pemberian gelar tersebut menjadi bentuk perhatian Sultan kepada para pejabat, kerabat keraton, serta warga biasa yang telah memberikan kontribusi positif dalam mengangkat nama daerah maupun Kesultanan.
Malam Bepelas VII ini dihadiri langsung oleh Staf Ahli Kebudayaan Kementerian RI, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud beserta Istri Hj. Sarifah Suraidah,Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri beserta istri Andi Deezca Pravidhia Aulia, serta jajaran Forkopimda dan istri. Turut hadir Permaisuri Aji Ratu Sekar Asih, para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Kehadiran Staf Ahli Kebudayaan Kementerian RI menjadi penegasan pengakuan pemerintah pusat terhadap Erau sebagai warisan budaya bangsa.

Erau Adat Kutai 2026 berlangsung sejak 20 September dan mencapai puncaknya pada 27 September dengan Bepelas Malam VII. Rangkaian kegiatan masih berlanjut pada 28 September dengan agenda Merebahkan Pinang Ayu dan Ziarah Makam dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Tenggarong ke-244.(Prokom10)




