Tenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Dr H Sunggono menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan dan Tata Kelola Ibu Kota Negara (IKN), Kamis (7/3/24) pagi di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur.
Saat diberi kesempatan berbicara, Sunggono menyampaikan terkait KUKAR IDAMAN, Gambaran Umum Kukar, Kebijakan Kukar Sebagai Mitra IKN, Pembangunan dan Tata Kelola Keterlibatan Kukar pada pembangunan IKN.

Kukar Idaman adalah Filosofi Pembangunan Kutai Kartanegara 2021-2026, merupakan suatu gerakan bersama yang mengoptimalkan seluruh potensi daerah, dengan mendorong kreativitas dan inovasi seluruh pelaku pembangunan dalam menciptakan daya saing dan kemandirian daerah didasari atas semangat kolaborasi dan sinergitas antara Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi dan Masyarakat untuk mewujudkan Kukar yang lebih baik.
Luas Wilayah Kukar 27,263.10 km², 20 Kecamatan, 193 Desa
44 Kelurahan, jumlah penduduk 765.284 jiwa (sumber DISDUKCAPIL 2023).
Kutai Kartanegara dalam Pandangan Bupati – Wabup Edi dan Rendi memiliki segenap potensi sumber daya alam terbarukan dan non terbarukan, keunikan budaya dan peninggalan sejarah sebagai pusat kerajaan hindu tertua di nusantara.
Wilayah Kukar yang masuk delineasi IKN, meliputi Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Sanga Sanga, Muara Jawa, dan salah satu Kecamatan yang baru saja dimekarkan pada Tahun 2020, yakni Samboja Barat. Adapun di Kabupaten Penajam Paser Utara, yaitu Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Penajam.
Harapan Pemkab Kukar agar pemindahan IKN akan membawa perubahan yang lebih baik, memberikan dampak positif bagi Otonomi Daerah untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pemerintah daerah melakukan pengembangan yang disesuaikan pada wilayahnya masing-masing.

“Kukar sebagai Mitra IKN daerah yang beririsan langsung dengan wilayah IKN menginginkan agar berdiri berdampingan sebagai MITRA IKN dan pembangunan di Kukar diharapkan seiring dengan terbangunnya IKN,” tegasnya.
Adapun kebijakan Kukar menyambut IKN diantaranya yaitu Pola ruang wilayah berkaitan dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang IKN, Pemkab. Kutai Kartanegara sudah menyiapkan konsep berkaitan dengan mitra IKN (masih menunggu rencana detail tata ruang IKN). Revisi Tata Ruang Wilayah (RTRW), proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang wilayah Ibu Kota Kecamatan (RDTR-IKK), yang mengacu pada kebijakan pembangunan IKN. Infrastruktur wilayah, berkaitan dengan interkonektivitas wilayah, mulai dari Pembangunan infrastruktur jalan menuju IKN. Kerjasama Antar Daerah, pusat ketahanan pangan, kondisi eksisting Kutai Kartanegara merupakan lumbung pangan Provinsi Kaltim, peningkatan produktivitas dan perluasan kawasan-kawasan pertanian dan perikanan budidaya yang terintegrasi, skema kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha. Pengembangan SDM tenaga kerja, telah diperkuat dengan perencanaan pembangunan pusat-pusat pelatihan tenaga kerja sesuai dengan potensi lapangan kerja dan kesempatan berusaha dalam rangka meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Keberadaan IKN tentunya juga berpotensi mengurangi aset Kukar, aset milik Pemerintah Kukar khususnya aset tidak bergerak juga tersebar di enam kecamatan tersebut meliputi aset tanah, gedung dan bangunan, serta jalan irigasi dan
jaringan. Aset tersebut termasuk aset yang tercatat pada 6 OPD kecamatan diatas dan juga aset milik OPD lain yang berlokasi di wilayah pendukung IKN Nusantara.

Diakhir, Sekda menyampaikan bahwa Pemkab Kukar sebagai Mitra Pembangunan IKN, mendukung segala proses pembangunan IKN secara sinergi dan terintegrasi, seiring dengan semangat UU/3/2022 tentang IKN yang telah diubah dengan UU/21/2023.
“Daerah sekitar IKN merupakan daerah Mitra, sehingga proses pembangunan IKN harus diikuti dengan pembangunan wilayah sekitar IKN,” demikian ujarnya. (prokom04)
HUT Damkarmatan se Kaltim, Kukar Raih The Best Fair Play Team
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) H Akhmad Taufik Hidayat didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakan dan Keselamatan (Damkarmatan) Kukar H. Fida Hurasani menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahu (HUT) ke-105 Damkarmatan tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2024, di halaman gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan, Jumat (8/3).


Kepala Dinas Damkarmatan Provinsi Kaltim, Arih Frananta Filifus Sembiring bertindak Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan kegiatan tersebut, yang diikuti satuan BPBD, Pramuka, Dishub, Satpol PP, TNI-Polri, Lapas, dan Damkarmatan se Kaltim.
Berbagai perlombaan dalam rangka HUT Damkarmatan se Kaltim tahun ini, anggota Damkarmatan Kukar menjadi The Best Fair Play Team.
Dalam kesempatan itu, Fida memberikan penghargaan dan apresiasi kepada anggotanya. Dan selalu bersyukur apapun yang di peroleh Damkarmatan Kukar di ajang kompetisi se Kaltim tahun ini.
“Insayaallah saya berjanji pada peringatan HUT ke-106 Damkarmatan se Kaltim tahun 2025, Kukar akan menjadi tuan rumah. Kita akan memberikan yang terbaik pada tim, pimpinan, daerah, dan masyarakat bukan hanya sukses pelaksanaan tetapi sukses prestasi dalam perlombaannya,” tegasnya.

Sebagai persiapan tahun depan, kata Kadis Damkarmatan Kukar sepulang dari Balikpapan pihaknya akan melakukan rapat untuk membentuk tim kecil administrasi.
Karena ada berita acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) terkait keputusan menunjuk Kabupaten Kukar sebagai tuan rumah pelaksanaan peringatan HUT ke-106 Damkarmatan tahun 2025 tingkat provinsi Kaltim.

“Dan saya bersama jajaran akan berusuha memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah pelaksanaan Damkarmatan tingkat provinsi tersebut,” demikian pungkasnya. (prokom05)
Pemkab Kukar Dukung Proses Pembangunan IKN Nusantara
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendukung segala proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara secara sinergi dan terintegrasi, seiring dengan semangat UU/3/2022 tentang IKN yang telah diubah dengan UU/21/2023.
Dalam UU IKN (No. 21 Th 2023) disebutkan Kawasan Strategis Nasional IKN Nusantara mencakup area darat 252.660 hektar dan perairan laut 69.769 hektar. Wilayah Kukar yang masuk delineasi IKN, meliputi Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Sanga Sanga, MuaraJawa, dan salah satu Kecamatan yang baru saja dimekarkan pada Tahun 2020, yakni Samboja Barat. Adapun di Kabupaten Penajam Paser Utara, yaitu Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Penajam.
“Sebagai Mitra Pembangunan IKN, kami Pemda mendukung proses pembangunan IKN secara sinergi dan terintegrasi,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar H Sunggono saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan dan Tata Kelola Ibu Kota IKN, Kamis (7/3/24) pagi di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur.

Sebagai dukungan terhadap pembangunan IKN Nusantara, Pemkab Kukar telah membuat kebijakan, antara lain yaitu pola ruang wilayah berkaitan dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang IKN, Pemkab Kukar sudah menyiapkan konsep berkaitan dengan mitra IKN (masih menunggu rencana detail tata ruang IKN).
Revisi Tata Ruang Wilayah (RTRW), proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang wilayah Ibu Kota Kecamatan (RDTR-IKK), yang mengacu pada kebijakan
pembangunan IKN.
Infrastruktur wilayah, berkaitan dengan interkonektivitas wilayah, mulai dari Pembangunan infrastruktur jalan menuju IKN, yakni rencana peningkatan jalan tembus dari Tenggarong ke Sepaku, melalui desa Jonggon Loa Kulu, dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan konektivitas di wilayah Kukar, kemudian peningkatan cakupan layanan air bersih dan energi listrik, sebagai pendukung pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru, diantara Tenggarong dan Sepaku.
Selanjutnya, melakukan kerjasama Antar Daerah, menyusun perencanaan bersama Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Kutai Timur, ada hal-hal yang menjadi lintas antar Kabupaten/Kota yang memang harus disampaikan kepada pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Penggunaan lahan untuk distribusi pemukiman dimanfaatkan, kepadatan, zonasi area serta variasi pola desa – kota, untuk mengantisipasi perpindahan/mobilitas penduduk.
Kerjasama Antar Daerah, pusat ketahanan pangan, kondisi eksisting Kutai Kartanegara merupakan lumbung pangan Provinsi Kaltim, peningkatan produktivitas dan perluasan kawasan-kawasan pertanian dan perikanan budidaya yang terintegrasi, skema kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha.
Serta Pengembangan SDM tenaga kerja, telah diperkuat dengan perencanaan pembangunan pusat-pusat pelatihan tenaga kerja sesuai dengan potensi lapangan kerja dan kesempatan berusaha dalam rangka meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Daerah sekitar IKN merupakan daerah Mitra, sehingga proses pembangunan IKN harus diikuti dengan pembangunan wilayah sekitar IKN,” demikian ujarnya. (prokom04)
TP PKK Kukar Tinjau Pemberdayaan Dasawisma Desa Sumberjaya Bekasi
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperBekasi – Dasawisma sebagai Ujung Tombak PKK adalah upaya untuk meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dasawisma merupakan elemen terkecil dalam struktur PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang memiliki peran penting dalam merumuskan, merencanakan, dan melaksanakan program-program PKK di tingkat desa.
Guna memantapkan keterampilan Dasawisma, TP PKK Kukar yang diketuai Maslianawati Edi Damansyah melihat langsung seperti apa pembinaan yang dilakukan di Desa Sumberjaya Kabupaten Bekasi, yang disambut oleh Pj Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi Ria Sabaria Dani Ramdan, di RT 005 RW 014 Desa Sumberjaya Kabupaten Bekasi, Selasa (05/03/24).

Tidak hanya kelompok dasawisma, Desa Sumberjaya juga memiliki program Kampung Sega (Sentra Edukasi Keluarga) yang telah berhasil menjalankan 10 program pokok PKK dengan baik. Adapun Sentra Edukasi Keluarga tersebut juga terintegrasi dengan Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Keterampilan), sehingga banyak inovasi yang telah dilakukan dan prestasi yang telah diraih baik di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.
Datang ke RT 005 RW 014 rombongan langsung melihat kerajinan apa saja yang dibuat oleh kelompok dasawisma. Dari pembuatan berbagai kerajinan tangan yang dibuat oleh kelompok dasawisma Desa Sumberjaya sudah banyak dipasarkan, seperti tikar, tas, tempat tisu,dll. Yang semuanya berasal dari bungkus plastik kopi daur ulang dari bank sampah setiap RT dimana setiap pengumpulannya dibeli dari warga.

“Ini sebuah hasil karya yang menarik untuk kita pelajari dan dalami sehingga bisa kita tiru nantinya di Kukar, berbagai inovasi dan kreasi banyak sekali kita lihat disini. Selagi masih punya kemauan dan tekad untuk membuat sesuatu yang baru segalanya pasti mungkin kita lakukan untuk perkembangan dan kemajuan dasawisma Kukar,” kata Maslianawati sembari memegang tikar hasil karya dari kelompok dasawisma Desa Sumberjaya.
Ia berharap apa yang sudah dilihat dan dipelajari di setiap kunjungannya semua ilmu bisa diambil dan dibawa untuk dikreasikan di daerah nantinya. “Dari segi seperti apa cara pembinaan kelompok dasawisma setiap RT agar bisa bersaing untuk lebih kreatif dan berinovasi lagi bisa diambil dari Desa Sumberjaya ini, karena mempunyai kader yang inspiratif dengan berbagai cara yang unik untuk terus memberikan semangat bagi setiap anggotanya agar tidak pernah berputus asa dalam mengasah kemampuannya membentuk suatu yang bisa dikreasikan”,tuturnya.

Perjalanan TP PKK Kabupaten Kukar berlanjut ke Gedung Juang Tambun, yang terdapat sebuah situs sejarah yang terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan melihat hasil karya seni khas Bekasi di Dekrasnada tepat berada disamping Gedung Juang Tambun.(Prokom06)
Sambut Ramadhan, DWP Kukar Adakan Tausiyah
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Untuk menyambut Ramadhan tahun 1445 Hijriyah yang hanya tinggal beberapa hari lagi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan tausiyah di Masjid At-Taqwa di Kompleks Perkantoran Bupati Kukar, Kamis (07/03/24).
Ketua DWP Kabupaten Kukar Hj Yulaikah Sunggono mengatakan guna mempererat tali silahturahmi dengan sesama anggota DWP Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar dan menyambut datangnya bulan suci ramadhan. DWP kembali mengadakan pertemuan yang biasanya juga dilakukan setiap bulan.

“Dengan semangat menyambut bulan suci ramadhan ini alangkah baiknya kita kembali mempererat tali silahturahmi kita untuk kembali merefresh diri dengan siraman tausiah, semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua”,ungkapnya.
Sementara Ustadz HM Luqman dalam tausiahnya mengatakan sebentar lagi akan datang bulan suci ramadhan yang ditunggu – tunggu oleh kaum Muslim diseluruh dunia.
“Itu artinya, kalau Allah masih memberikan usia panjang, maka kita, umat Islam kembali akan mendapati bulan yang sangat istimewa tersebut”,katanya.

Pertanyaan sederhananya adalah “sudahkah kita, sebagai Muslim mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan ini?”,tanyanya. Masyarakat Indonesia khususnya, biasanya cukup sibuk mempersiapkan segala sesuatunya tatkala harus kedatangan atau menyambut tamu agung nan terhormat. Tuan rumah juga dapat mengukur kepantasannya untuk penghormatan yang telah dilakukan.
Demikian pula dengan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan dan sarat keistimewaan, serta sangat dimuliakan Allah swt. Karenanya, umat Islam seyogyanya harus lebih mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan yang hanya bisa didapati dalam setahun sekali.
Dikatakannya ada beberapa hal yang dapat dilakukan umat Islam (Muslim) sebelum Ramadhan tiba. Mengucapkan selamat atau tahni’ah atas datangnya bulan Ramadhan. Tahni’ah sebagai tanda atas kegembiraan menyambut bulan Ramadhan lantaran rahmat Allah akan dibuka lebar untuk umat Islam. Rasa gembira tersebut perlu ditularkan kepada sesama Muslim dengan cara mengingatkan bahwa di bulan Ramadhan terdapat banyak momentum berharga yang tak boleh disita-siakan begitu saja. Di antaranya Allah swt membuka pintu-pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya, bahkan pahala amal umat Islam akan dilipatgandakan.

Demikian ini dapat dimaknai bahwa umat Islam dalam berpuasa harus betul-betul karena Allah, bukan karena yang lainnya. Pada waktu yang sama, Muslim harus menjaga diri dari perbuatan-perbuatan tercela, baik dalam ucapan maupun perbuatan.
Lebih lanjut kata Ustadz HM Luqman, pentingnya berbuat baik selama ramadhan dianjurkan memperbanyak amalan baik. Termasuk menyeimbangkan pekerjaan dengan ibadah.

“Ingatlah selalu bahwa ramadhan tidaklah datang setiap saat, tidak datang setiap pekan dan tidak datang setiap bulan, oleh karena itu, mari manfaatkan kesempatan emas ini dan manfaatkan momen yang indah ini untuk meraih keuntungan”,pungkasnya. (Prokom06)
Sebagai Mitra IKN, Pembangunan Kukar Diharapkan Beriringan Dengan Terbangunnya IKN
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Dr H Sunggono menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan dan Tata Kelola Ibu Kota Negara (IKN), Kamis (7/3/24) pagi di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur.
Saat diberi kesempatan berbicara, Sunggono menyampaikan terkait KUKAR IDAMAN, Gambaran Umum Kukar, Kebijakan Kukar Sebagai Mitra IKN, Pembangunan dan Tata Kelola Keterlibatan Kukar pada pembangunan IKN.

Kukar Idaman adalah Filosofi Pembangunan Kutai Kartanegara 2021-2026, merupakan suatu gerakan bersama yang mengoptimalkan seluruh potensi daerah, dengan mendorong kreativitas dan inovasi seluruh pelaku pembangunan dalam menciptakan daya saing dan kemandirian daerah didasari atas semangat kolaborasi dan sinergitas antara Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi dan Masyarakat untuk mewujudkan Kukar yang lebih baik.
Luas Wilayah Kukar 27,263.10 km², 20 Kecamatan, 193 Desa
44 Kelurahan, jumlah penduduk 765.284 jiwa (sumber DISDUKCAPIL 2023).
Kutai Kartanegara dalam Pandangan Bupati – Wabup Edi dan Rendi memiliki segenap potensi sumber daya alam terbarukan dan non terbarukan, keunikan budaya dan peninggalan sejarah sebagai pusat kerajaan hindu tertua di nusantara.
Wilayah Kukar yang masuk delineasi IKN, meliputi Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Sanga Sanga, Muara Jawa, dan salah satu Kecamatan yang baru saja dimekarkan pada Tahun 2020, yakni Samboja Barat. Adapun di Kabupaten Penajam Paser Utara, yaitu Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Penajam.
Harapan Pemkab Kukar agar pemindahan IKN akan membawa perubahan yang lebih baik, memberikan dampak positif bagi Otonomi Daerah untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pemerintah daerah melakukan pengembangan yang disesuaikan pada wilayahnya masing-masing.

“Kukar sebagai Mitra IKN daerah yang beririsan langsung dengan wilayah IKN menginginkan agar berdiri berdampingan sebagai MITRA IKN dan pembangunan di Kukar diharapkan seiring dengan terbangunnya IKN,” tegasnya.
Adapun kebijakan Kukar menyambut IKN diantaranya yaitu Pola ruang wilayah berkaitan dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang IKN, Pemkab. Kutai Kartanegara sudah menyiapkan konsep berkaitan dengan mitra IKN (masih menunggu rencana detail tata ruang IKN). Revisi Tata Ruang Wilayah (RTRW), proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang wilayah Ibu Kota Kecamatan (RDTR-IKK), yang mengacu pada kebijakan pembangunan IKN. Infrastruktur wilayah, berkaitan dengan interkonektivitas wilayah, mulai dari Pembangunan infrastruktur jalan menuju IKN. Kerjasama Antar Daerah, pusat ketahanan pangan, kondisi eksisting Kutai Kartanegara merupakan lumbung pangan Provinsi Kaltim, peningkatan produktivitas dan perluasan kawasan-kawasan pertanian dan perikanan budidaya yang terintegrasi, skema kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha. Pengembangan SDM tenaga kerja, telah diperkuat dengan perencanaan pembangunan pusat-pusat pelatihan tenaga kerja sesuai dengan potensi lapangan kerja dan kesempatan berusaha dalam rangka meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Keberadaan IKN tentunya juga berpotensi mengurangi aset Kukar, aset milik Pemerintah Kukar khususnya aset tidak bergerak juga tersebar di enam kecamatan tersebut meliputi aset tanah, gedung dan bangunan, serta jalan irigasi dan

jaringan. Aset tersebut termasuk aset yang tercatat pada 6 OPD kecamatan diatas dan juga aset milik OPD lain yang berlokasi di wilayah pendukung IKN Nusantara.
Diakhir, Sekda menyampaikan bahwa Pemkab Kukar sebagai Mitra Pembangunan IKN, mendukung segala proses pembangunan IKN secara sinergi dan terintegrasi, seiring dengan semangat UU/3/2022 tentang IKN yang telah diubah dengan UU/21/2023.
“Daerah sekitar IKN merupakan daerah Mitra, sehingga proses pembangunan IKN harus diikuti dengan pembangunan wilayah sekitar IKN,” demikian ujarnya. (prokom04)
TP PKK Belajar Penyusunan Kegiatan dan Laporan Pertanggungjawaban
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperRapat koordinasi dalam rangka Sinkronisasi Program dan kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten dan PKK Kecamatan tahun 2025 dibuka Ketua PKK Kabupaten Kutai Kartanegara Maslianawati Edi Damansyah pada Kamis (7/3/24) di BPU Kecamatan Muara Jawa.
Rakor dikhususkan untuk untuk anggota PKK yang berada di zona pantai yaitu dari Kecamatan Marang Kayu, Muara badak, Anggana, Sangasanga, Samboja, Samboja Barat dan Muara Jawa.

Maslianawati Edi Damansyah mengatakan bahwa kegiatan ini bisa diikuti dengan baik oleh para anggota PKK.
Ia juga berharap pelaksanaan kegiatan ini bisa membantu para anggota PKK dalam menyusun anggaran dan juga bisa mempersiapkan laporan pertanggung jawaban kegiatan seperti laporan keuangan.
Ia juga menegaskan dalam melakukan kegiatan dan juga pengajian program kegiatan yang harus diperhatikan adalah kode rekening jangan sampai terjadi kesalahan dan juga judul kegiatan tidak boleh dobel.
Maslianawati juga menjelaskan bahwa sebagai mitra pemerintah, Pkk kabupaten itu tidak memegang uang tetapi semua kegiatan dan program diajukan di Dinas pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

“Semua yang kita kerjakan harus memiliki judul agar nantinya bila menyusun anggaran dan pertanggung jawaban tidak salah dan terdobel,”ungkapnya.
Diakhir ia berharap dengan rakor ini apa yang dilaksanakan oleh PKK kabupaten bisa juga diikuti oleh PKK kecamatan dan desa .(Prokom08)
Dari Rakor Adbang: Transformasi Digital Untuk Dekatkan Pelayanan Publik
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara diwakili Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Wiyono dan Kepala Bagian Pembangunan Etty Sumarni menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Administrasi Pembangunan (Abang) Se-Kalimantan Timur 2024 di Grand Ballroom Hotel Kyriad Sadurengas Tana Paser, Selasa (5/3).
Pada Rakor yang mengangkat tema peran penting administrasi pembangunan dalam memperkuat sinergitas pembangunan daerah tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi birokrasi (PANRB) secara langsung memberikan arahan kepada jajaran pemerintah daerah di Kalimantan Timur, mulai provinsi hingga Kabupaten/Kota, untuk menerapkan digital leadership guna mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Digital leadership harus segera diterapkan, transformasi digital meliputi aspek digital structure, digital competence, dan digital culture,” ungkapnya.
Kepemimpinan digital ini diharapkan mampu menyelesaikan berbagai masalah di Kalimantan Timur dalam menjangkau daerah yang secara geografis jauh dari pusat pemerintahan.ini mengingat luasnya wilayah Kaltim sebagai salah satu provinsi terluas di Indonesia, sehingga dengan digital warga yang jauh dari pusat aktivitas layanan publik dapat mengaksesnya dengan mudah.
Dalam kesempatan itu, Wiyono mengungkapkan hal-hal yang ditekankan Menteri PANRB telah diimplementasikan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Digitalisasi Pelayanan Publik (Disapa) yang pada penilaian reformasi birokrasi tahun 2023 memperoleh Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) dengan predikat B, demikian pula dengan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Kutai Kartanegara meraih predikat terbaik III Nasional.

“Implementasi reformasi birokrasi melalui digitalisasi pelayanan publik telah kita laksanakan melalui program disapa dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Untuk mendorong reformasi birokrasi yang berdampak, pemerintah daerah sebaiknya fokus pada program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat oleh karena itu perlu perubahan paradigma dari orientasi input ke orientasi outcome, artinya kinerja nyata yang dihasilkan dan kinerja tambahan yang diperlukan.(Prokom)
Bahas Dampak IKN Bersama BPKP, Sekda Harap Komitmen Pemerintah Pusat Jelas Untuk Kukar Kedepan
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima Kunjungan Tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dalam rangka pembahasan isu dampak pembangunan dan tata kelola Ibu Kota Nusantara (IKN). Rombongan yang dipimpin Auditor utama BPKP, Antar MT Sianturi itu diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono diruang Eksekutif kantor bupati, Rabu (6/3).
Turut mendampingi Sekda Sunggono dalam penerimaan itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan Yani Wardana, Sekretaris BPKAD Akhmad Marisi, perwakilan Bappeda, perwakilan Inspektorat, dan perwakilan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Perkim) serta perwakilan OPD terkait lainnya.
Sekda Sunggono dalam paparannya menjelaskan bahwa terkait pembangunan IKN Kukar sebagai mitra strategis sudah berkali-kali mengikuti forum-forum baik di daerah maupun tingkat nasional. Berbagai usulan terkait pembangunan dan tata kelola baik itu kependudukan maupun kepegawaian telah dilakukan, namun belum ada respon dari Pemerintah pusat.

“Masalah IKN ini sangat forum kajian yang telah saya ikuti, namun hingga kini usulan – usulan kami belum mendapatkan respon positif,” ujarnya.
Dijelaskan terdapat lima kecamatan yang wilayahnya masuk dalam IKN, yaitu : Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Muara Jawa, Sanga Sanga, Samboja dan Kecamatan Samboja Barat, dari lima kecamatan tersebut terdapat 34 desa atau kelurahan.
Ini akan mengakibatkan Kukar kehilangan potensi pendapatannya kurang lebih tiga sampai enam triliun rupiah, karena ke lima kecamatan tersebut merupakan daerah penghasil disektor minyak dan gas bumi (migas) dan juga batubara.

Sunggono juga mengungkapkan bahwa Kukar tetap mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan pembangunan di kecamatan – kecamatan tersebut walau diketahui nantinya akan menjadi bagian dari IKN dan akan diserahkan semuanya.
Sunggono berharap komitmen yang jelas dan tegas dari kementerian atau lembaga mengenai kebijakan ke depan bagi Pemkab Kukar dengan adanya IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
“Kami pemkab Kukar berharap, agar pemerintah pusat berkomitmen untuk memikirkan dampak ke depan adanya IKN Nusantara, bukan hanya masalah batas wilayah saja, tapi juga menindaklanjuti masalah masalahain di dalamnya” harapnya.
Auditor Senior BPKP Antar MT Sianturi menjelaskan maksud dan tujuan kunjungannya ke Kukar dalam rangka menggali khususnya terkait gelar kewilayahan, masalah aset, kependudukan dan masalah tata kelola kaitan dengan kabupaten Kutai Kartanegara yang sebagian wilayahnya masuk di Otoritas Ibukota Nusantara (OIKN).
“Isu – isu apa yang ada disini, itu yang akan kita gali, kemudian kalau ada rekomendasi – rekomendasi akan kita sampaikan dan kita bahas” ujarnya.
Ia berharap melalui pertemuan ini apa yang menjadi permasalahan di Kukar terkait IKN ini bisa dicarikan solusinya, karena masih ada pertemuan lanjutan dengan pihak otoritas IKN dan pemerintah pusat. (Prokom01)
Pemkab Kukar Ikuti Kajian Sistemik IKN
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) Ahyani Fadianur mengikuti Kajian Sistemik oleh Ombudsman Republik Indonesia, dalam rangka Pengumpulan Data dan Informasi Terkait Pengawasan Pelayanan Publik Dalam Pembangunan Infrastuktur Ibu Kota Nusantara (IKN) Secara Virtual pada Rabu (6/3/24) di Ruang Vidcon Lt.2 Kantor Bupati Kukar.

Acara itu dihadiri oleh salah satu Ombudsman Republik Indonesia yang diwakili oleh Heri Susanto, Inspektorat Kabupaten PPU dan Inspektorat Balikpapan.
Dalam sambutannya Ahyani Fadianur mengatakan bahwa sebagai kabupaten penyanggah akan terus berbenah dalam menyikapi pembangunan IKN.

Pemkab Kukar sangat mendukung program-program pembangunan IKN yang saat ini sedang berjalan dan untuk kewenangan di daerah yang saat ini sudah masuk ke dalam kawasan IKN tetap terus melakukan koordinasi dengan otoritas IKN.
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat pun ikut antusias dengan perkembangan pembangunan IKN dan tentunya Pemkab Kukar akan senantiasa membuka diri jika Ombudsman dan otoritas IKN memerlukan data tentang Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Heri Susanto mengatakan bahwa Salah satu yang menjadi prioritas pembangunan Presiden Joko Widodo adalah Ibu Kota Negara bernama Nusantara (IKN). Pembangunan IKN diharapkan mengubah orientasi pembangunan menjadi Indonesia-sentris serta mempercepat Transformasi Ekonomi Indonesia yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.
Selain itu, IKN dapat merepresentasikan identitas nasional serta wujud semangat cita-cita menjadi negara maju dan bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Ditambahkan Heri, dalam rangka memaksimalkan tugas dan wewenang Ombudsman Republik Indonesia dalam melakukan pengawasan pelayanan public khususnya penyelenggaraan pelayanan publik di bidang Infrastruktur dan lingkungan maka Ombudsman bermaksud melakukan pengumpulan data dan informasi terkait rencana kajian sistemik tentang Pembangunan IKN.
Ia juga menganggap penting adanya kajian sistemik (Systemic Review) dalam Perkembangan Persiapan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengidentifikasi permasalahan perkembangan persiapan pembangunan IKN yang diharapkan dapat memberikan saran dan perbaikan.

Menurutnya, setelah kegiatan pengumpulan informasi rencana kajian pembangunan IKN diharapkan pelaksana pembangunan “Ibu Kota Negara Nusantara” dapat memberikan
pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas dan tujuan pelayanan dan juga
pengawasan yang intensif dalam pembangunan dan pengelolaannya sehingga pemindahan Ibu Kota Negara beserta perangkatnya ini dapat berjalan secara optimal.(Prokom08)
Atlet VS Taekwondo Club Tenggarong Torehkan Prestasi di Dua Event Nasional Awal Maret Ini
/in Uncategorized /by Admin 2 KukarpaperTenggarong – Atlet-atlet Kutai Kartanegara yang tergabung dalam VS Taekwondo Club Tenggarong berhasil menorehkan prestasi pada dua event nasional baru-baru ini.
Pada National Open Prabu Taekwondo Challenge di Indoor Stadion Sport Center – Tangerang (1 s/d 3 Maret 2024 ) VS Taekwondo Club Tenggarong berhasil mendulang 8 Medali Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu.
Kemudian pada Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 5 di Mabes TNI Cilangkap ( 1 s/d 4 Maret 2024) VS Taekwondo Club Tenggarong menyabet 7 Emas dan 2 Perak.
Menurutnya, hasil yang diperoleh pada dua kejuaraan tersebut tak lepas dari usaha dan kerja keras para atlet, dan juga peran besar para Pelatih VS Club.
Subono berharap para atlet tidak cepat puas akan prestasi yang telah diraih, tapi lebih haus akan prestasi-prestasi lagi ke depannya.
“Tetap semangat dalam berlatih, serta dapat membuktikan bahwa atlet VS Club dapat terus memberikan prestasi yang terbaik untuk Kukar,” demikian ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/3/24).
Sebagai mana yang diberitakan di situs Humas Polri, dalam amanat Kapolri yang disampaikan oleh Kakor Brimob Polri Komjen Pol. Drs Imam Widodo saat membuka Kejuaraan itu mengatakan, penyelanggaraan kejuaraan nasional Taekwondo Kapolri Cup ke-5 tahun 2024 merupakan salah satu langkah Polri untuk ikut mengembangkan bakat dan membentuk karakter generasi muda yang berprestasi, khususnya di bidang olahraga beladiri Taekwondo.
“Kejuaraan ini diikuti oleh 4.200 peserta yang terdiri dari 3.600 peserta umum dan 600 peserta TNI dan Polri. Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para atlet junior dan senior untuk mengikuti rekruitmen proaktif Polri sebagai SDM unggul serta menjalin interaksi dan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya pencinta olahraga beladiri Taekwondo,” harapnya
Melalui penyelenggaraan kejuaraan yang dilaksanakan secara berkesinambungan ini, diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet taekwondo baru yang berbakat dan berprestasi, tidak hanya di level nasional namun juga di level internasional, sehingga mampu membawa nama harum Indonesia di mata dunia. (Prokom04)