Bupati Kukar Hadiri Malam Pisah Sambut dan Ramah Tamah Sertijab Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri Hadiri Malam Pisah Sambut dan Ramah Tamah dalam rangka Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong dari Suparman, A.M.d.IP, S.H., M.H. Kepada I Wayan Nurasta Wibawa, A.M.d.IP, S.Sos., M.Si. di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jum’at (14/04/2026)
Aulia Rahman Basri mengatakan momentum malam hari ini bukan sekadar seremonial pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan titik penting dalam kesinambungan pengabdian, dalam memastikan bahwa lembaga pemasyarakatan terus menjalankan perannya sebagai wadah pembinaan, bukan sekadar tempat menjalani hukuman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Suparman, A.Md.IP., SH., MH atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian selama memimpin Lapas Kelas IIA Tenggarong.
Kami mencatat bahwa di bawah kepemimpinan beliau, Lapas tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menghadirkan inovasi nyata dalam pembinaan warga binaan. Salah satu yang patut diapresiasi adala Pertama, program pembinaan kemandirian melalui ketahanan pangan, Kedua, Program Gerakan Etam Mengaji (Gema) Idaman Terbaik melalui pesantren” Katanya
Lanjut Aulia mengatakan dirinya percaya, dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, akan mampu melanjutkan program-program baik yang telah dirintis, melakukan inovasi baru yang lebih progresif, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Kami di Pemerintah Kabupaten Kukar membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi yang lebih erat, terutama dalam Penguatan program pembinaan berbasis ekonomi produktif, reintegrasi sosial warga binaan, serta pencegahan residivisme melalui pendekatan yang lebih humanis.

“Perlu kita sadari bersama, tantangan ke depan tidak ringan. Lapas bukan hanya menghadapi persoalan kapasitas hunian, tetapi juga tantangan dalam membina warga binaan dengan latar belakang yang beragam, menyiapkan mereka kembali ke masyarakat, dan memastikan mereka tidak kembali pada kesalahan yang sama.
Karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya struktural, tetapi juga kultural dan humanistik”ujarnya
Tambah Aulia menegaskan satu hal penting“Pemasyarakatan yang berhasil adalah ketika warga binaan kembali ke masyarakat bukan sebagai beban, tetapi sebagai kekuatan”, dan untuk mencapai itu, kita semua memiliki peran Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat itu sendiri.
“Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Suparman atas pengabdiannya, dan selamat bertugas kepada Bapak I Wayan Nurasta Wibawa, semoga amanah dan sukses dalam menjalankan tugas.
Dan kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Tenggarong, teruslah menjadi garda terdepan dalam membina, membimbing, dan memanusiakan manusia.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian kita” Tutupnya (Prokom09)



