Lepas Jamaah Haji, Bupati Menitipkan Doa Untuk Kukar
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri melakukan, Safari Subuh sekaligus melepas secara resmi Jamaah Haji Kukar musim haji tahun 1447 H/2026 M, di Masjid Agung Sultan Adji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Kamis (23/4).
Pelepasan jamaah haji Kukar tersebut, ditandai penyerahan bendera Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia kepada Ketua Kelompok Terbang (Kloter) Jamaah Haji Kukar, Akhmad Sofyan.

Hadir dalam kegiatan itu adalah, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Sunggono, Kepala Kemenhaj Norjali Achmad, Kepala Kemenag Ariyadi Fadhly Idris, Ketua MUI KH. Abdul Hanan, para kepala OPD dilingkup Pemkab Kukar, dan Pembimbing Ibadah haji dan Petugas Haji Daerah (PHD) serta undangan lainnya.
Aulia mengatakan,
Satu hal yang harus diresapi dengan sungguh-sungguh adalah bahwa ibadah haji bukanlah sekadar perjalanan fisik melintasi benua atau sekadar wisata religi biasa. Sejatinya, haji adalah sebuah jawaban agung atas panggilan Allah, sebuah perjalanan spiritual yang mempertemukan kerinduan terdalam seorang hamba dengan undangan langsung dari Sang Khalik.
“Karunia ini sungguh istimewa, karena kita tahu banyak orang memiliki harta melimpah namun belum tentu mendapatkan kesempatan, dan banyak pula yang sehat raganya namun belum tentu digerakkan hatinya. Keberangkatan Bapak dan Ibu adalah bukti nyata kasih sayang-Nya bagi hamba yang sabar menanti, menjadikan Anda sekalian hamba pilihan yang benar-benar mendapatkan Karunia Panggilan tersebut,” ujarnya.

Tahun ini, sebanyak 268 orang Jamaah Haji dari 20 kecamatan di Kukar akan berangkat menuju Baitullah. Penyelenggaraan tahun ini terasa istimewa karena menjalankannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Perubahan regulasi ini semata-mata hadir untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah Bapak dan Ibu sekalian benar-benar terlindungi, terlayani, dan terbina dengan kualitas yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pemkab Kukar berdiri di belakang Anda semua, ingin bapak dan ibu fokus hanya pada satu hal, yakni ibadah sekhusyuk-khusyuknya.
Oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan Pemkab Kukar kepada para tamu Allah, memfasilitasi penuh seluruh kebutuhan transportasi dan konsumsi selama proses keberangkatan hingga pemulangan nanti.
“Kami tidak ingin ada kendala teknis yang mengganggu kekhusyukan doa-doa Anda di tanah suci,” tegas Aulia.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari Kementerian Haji dan Umrah Kukar keberangkatan jamaah haji ini terbagi dalam 2 Kloter, yaitu Kloter 6 yang akan berangkat pada 4 Mei 2026, dan
Kloter 15 yang akan berangkat pada 17 Mei 2026.
Bapak dan Ibu akan didampingi oleh 6 orang petugas yang handal (Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan, dan Petugas Haji Daerah).
“Saya berpesan kepada petugas, layani mereka seolah kalian melayani orang tua kalian sendiri,” pesan Bupati Aulia.

saya juga ingin menitipkan pesan yang sangat mendalam. Di tempat-tempat yang paling mustajab nanti di depan Ka’bah, di bawah naungan langit Arafah, dan di makam Baginda Rasulullah SAW, saya menitipkan doa untuk Kabupaten Kukar.
Mohon doakan agar daerah kita ini senantiasa dijaga oleh Allah, dijadikan Kabupaten yang lebih baik, rakyatnya makin sejahtera, dan dijauhkan dari segala musibah. Doa dari lisan orang yang sedang berhaji adalah doa yang menembus langit tanpa penghalang.
Akhirnya, selamat jalan para tamu Allah. Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur, yang tidak ada balasan baginya kecuali surga. (prokom05)




