Bupati Kukar Melepas Peserta Road Race Kaltim Piala Sultan Kutai 2026
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri melepas peserta kejuaraan Provinsi Road race Kalimantan Timur (Kaltim) Round 4 Tahun 2026 piala Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke 21, Aji Muhammad Arifin di Sirkuit Non Permanen Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, Minggu (7/6/) dengan mengangkat bendera star tanda dimulainya kejuaraan tingkat provinsi Kaltim tersebut.
Turut hadir mendampingi Bupati Kukar dalam pelepasan kegiatan itu, Kadispora Kukar Aji Ali Husni BA, putra Pangeran almarhum Aji Mahmud, Aji Ades serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta, official, dan tamu undangan yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Kaltim,” kata Aulia.
Semoga kehadiran saudara-saudara sekalian di Kukar memberikan pengalaman yang menyenangkan, serta mempererat tali persaudaraan di antara insan olahraga otomotif.
Aulia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga event bergengsi ini dapat terselenggara di Kukar dengan baik.

Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Kukar karena dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, pengembangan bakat generasi muda, serta wadah mempererat silaturahmi antarkomunitas otomotif di Kaltim.
“Kami meyakini bahwa penyelenggaraan event seperti ini memberikan dampak yang positif, tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi sektor ekonomi masyarakat, UMKM, pariwisata, dan promosi daerah,” tegasnya.
Pada kesempatan ini pula, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kaltim yang selama ini terus memberikan dukungan, pembinaan, dan komitmen dalam memajukan olahraga otomotif di daerah kita.

Selanjutnya, kata Aulia kolaborasi yang baik antara IMI Kaltim dan tentu saja IMI Kukar, panitia pelaksana, Pemkab Kukar, serta berbagai pihak terkait merupakan kunci utama sehingga event ini dapat terlaksana dengan baik.
Semoga sinergi yang telah terbangun ini dapat terus ditingkatkan untuk melahirkan atlet-atlet otomotif yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional maupun internasional.
Kejuaraan ini, memiliki arti yang sangat penting karena selain menjadi bagian dari kalender resmi balap motor Kaltim, kegiatan ini juga menjadi ajang pemanasan dan persiapan bagi para atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang di Kabupaten Paser.

“Oleh karena itu, kepada seluruh atlet yang akan bertanding, saya berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebagai sarana meningkatkan kemampuan, mengasah teknik, membangun mental bertanding, serta menambah pengalaman dan jam terbang di arena kompetisi,” pintanya.
Khusus kepada atlet-atlet Kukar, saya berharap kalian mampu menjadikan event ini sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukur kesiapan menghadapi ajang-ajang yang lebih besar ke depan. Teruslah berlatih dengan disiplin, tekun, dan penuh semangat. Jangan pernah berhenti belajar dari setiap pengalaman, baik ketika meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.
Ingatlah bahwa atlet yang hebat tidak hanya dibentuk oleh bakat, tetapi juga oleh kerja keras, konsistensi, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang. _(prokom05)_



Aulia Rahman Basri selaku Senior Course pihaknya juga telah berkomitmen akan selalu mendukung kegiatan kaderisasi yang dilakukan oleh HMI baik itu basic training bahkan pelatihan lainnya. Kami juga selalu mengatakan bahwa aqidah-kaidah ini bagaikan matahari yang baru terbit yang akan memimpin matahari itu sendiri, oleh karenanya ini harus dipersiapkan dengan baik dan cara kita mempersiapkan dengan baik adalah di kawasan terbuka kaderisasi yang kita lakukan. Selanjutnya kepada yang sudah menjalani proses kaderisasi untuk membuat mahasiswa mahasiswa lain mau bergabung ke dalam organisasi yang ada maka unsur keteladanan haruslah menjadi sangat penting bagi kita semua. Makanya tadi ketika ketua panitia bilang ingin high HMI Cabang Kukar ingin lebih banyak lagi berkarya dan berkarir di HMI, Aulia mengajak untuk melanjutkan Pendidikan S2 dan tinggal di Jakarta. Di Jakarta kita punya Mess ( tempat tinggal.Red), untuk biaya kuliahnya nanti kita carikan beaiswa, kalau enggak ada beasiswa , Aulia sendiri yang akan bantu biaya pendidikannya, yang penting mau untuk berpisah dengan keluarga dan merantau ke Jakarta, bersama teman teman yang satu generasi biar saling menguatkan satu sama yang lain.
Melalui kegiatan ini ia juga berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar, bisa membawa manfaat membawa maslahat bagi para peserta training dan juga bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kami berharap di dalam forum kajian yang dilaksanakan itu nantinya bisa membahas mengkaji beberapa isyu strategis. Terkait dengan IKN bahwa Kutai Kartanegara kita memiliki konsep mitra Ibukota Nusantara .Jangan pernah berpikir atau berkata bahwa Kutai Kartanegara penyangga Ibukota Nusantara, kita adalah Mitra Ibukota Nusantara. Menurut hemat kami ini juga bisa menjadi ide spirit atau semangat bagi para peserta kaderisasi sehingga setelah mengikuti proses belajar saat ini ada semangat yang tepat ada kekuatan dalam diri kita untuk memperbaiki daerah kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik sehingga bisa menjadi andalan dari pemerintah atau masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan kaderisasi disiapkan sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kemampuan kader dalam membaca persoalan sosial dan pemerintahan. HMI tetap menempatkan tradisi intelektual sebagai fondasi utama dalam proses kaderisasi. Karena itu, Training Nasional LK II dan Senior Course banyak diisi dengan forum dialog, pertukaran gagasan, dan diskusi intensif.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi sudut pandang yang relevan bagi kader HMI dalam menghadapi tantangan zaman,jelas M Ibnu Ridho.( Prokom 03).j


















Lebih jauh, pendidikan Al-Qur’an juga berperan sebagai fondasi pembentukan budaya masyarakat yang religius dan beradab. Para santri yang hari ini diwisuda, kelak akan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, dan berkontribusi dalam pembangunan sosial maupun ekonomi di lingkungan sekitar.





