Asisten II Resmikan Kick Off Program EnABLE Tingkat Kabupaten Kukar
TENGGARONG – Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kukar Muhammad Iriyanto membuka kebiatan kick off program EnABLE (Enhancing Access to Benefit while Lowering Emission) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara “Dukungan komunikasi dan penjangkauan serta pendampingan teknis pemberdayaan masyarakat” yang berlangsung di Grand Fatma Hotel di Tenggarong, Selasa ( 7/7).
Menurut Ketua Panitia pelaksana Rudy mengatakan, kegiatan ini merupakan program pengurangan emisi di Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring oleh Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara, Seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Direktur ESG Kemitraan, Tim Leader EnABLE, dan seluruh perwakilan CSO Mitra Pelaksana Program EnABLE, para Camat dan Kepala Desa/Kelurahan, dengan lokasi sasaran EnABLE di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kubar, Mahulu , tokoh adat Dayak Kenyah Leboq Timei Kampung Baru, Dayak Punan Lisum Muara Belinau, dan perwakilan masyarakat adat lainnya serta sejumlah undangan lainnya. Pertemuan multistakholder sosialisasi program EnABLE dalam rangka mendukung pengurangan Emisi. Bertindak sebagai nara sumber Daddy Ruhiyat Ketua Harian Dewan Perubahan Iklim DOPI Provinsi Kaltim, Erma Wulandari ( Yayasan Bumi )Institute Samarinda.

M Iriyanto saat menyampaikan pesan tertulis Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri mengatakan, bahwa pelaksanaan Kick Off Program EnABLE hari ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendukung upaya global dan nasional untuk mengatasi perubahan iklim melalui pengelolaan lahan dan hutan yang berkelanjutan.
Pemkab Kukar ingin setiap desa, kelurahan, organisasi perangkat daerah, dan elemen masyarakat merasa memiliki dan terlibat aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Program EnABLE (Enhancing Access to Benefit while Lowering Emission) adalah inisiatif strategis yang dikelola oleh Kemitraan bagi Pembaharuan Tata Pemerintahan (KEMITRAAN) dengan dukungan FCPF-CF, yang bertujuan tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat yang membawa dampak positif yang luas antara lain: peningkatan kapasitas aparatur desa dan tokoh masyarakat dalam pengelolaan hutan dan lahan berkelanjutan, penguatan sistem komunikasi dan penjangkauan publik tentang isu lingkungan dan iklim, serta penciptaan ruang partisipasi bagi kelompok marginal dalam proses pengambilan keputusan pembangunan.

Program EnABLE ini juga selaras erat dengan visi “KUKAR IDAMAN TERBAIK” dan misi-misi strategis dalam RPJMD 2025–2029, khususnya Misi 4: “Terbaik dalam mendidik karakter dan pelestarian lingkungan berbasis lokal.” Melalui Program Lingkungan Hidup Kukar Terbaik, kami mendorong desa-desa untuk mengimplementasikan bank sampah, TPS-3R, dan program daur ulang. Program Sadar Wisata Kukar juga memastikan bahwa kebersihan dan estetika desa menjadi daya tarik pariwisata lokal.
Untuk itu, kepada seluruh pimpinan OPD, camat, kepala desa, tokoh adat, dan perwakilan masyarakat, M Iryanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Gunakan forum ini bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk berkomitmen, bertindak, dan menggerakkan masyarakat:“Rawatlah bumi Etam ini sebagai tanggung jawab terhadap alam. Karena di sanalah letak keberlanjutan masa depan kita.”

“Semoga pertemuan ini menjadi titik tolak sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat adat, akademisi, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan yang rendah karbon, inklusif, dan berkelanjutan,harap M Iryanto. ( Prokom 03 ).




