BPS Kukar Temui Bupati, Matangkan Penilaian Desa Cantik dan Persiapan Sensus Ekonomi 2026
TENGGARONG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan audiensi dengan Bupati Kutai Kartanegara di Pendopo Odah Etam, Rabu (17/9/2025).
Pertemuan ini dalam rangka pembinaan dan arahan terkait pelaksanaan Penilaian Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Kepala Dinas Sosial Kukar, serta Kepala Desa Loa Sumber, Kepala Desa Sumber Sari, dan Kepala Desa Ponoragan dan Instansi Terkait.

Plh Kepala BPS Kukar Khairil Anwar dalam paparannya menyampaikan bahwa Program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi dan peran aktif perangkat desa dalam pengelolaan data statistik di tingkat desa. Data yang valid dan akurat dari desa menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Desa Cantik adalah pembinaan statistik di tingkat desa. Kita ingin perangkat desa melek data, mampu mengelola data potensi desanya sendiri. Untuk di Kukar, ada tiga desa yang menjadi lokus penilaian tahun ini yaitu Loa Sumber, Sumber Sari dan Ponoragan,” ujarnya.
Selain itu,Khairil Anwar juga melaporkan progres persiapan Sensus Ekonomi 2026. Sensus yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk mendapatkan data lengkap tentang karakteristik usaha di semua sektor ekonomi, kecuali sektor pertanian.

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyambut baik dan mengapresiasi program yang dijalankan BPS. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk mendukung penuh pelaksanaan kedua program tersebut.
Aulia Rahman Basri meminta kepada seluruh OPD terkait, khususnya DPMD, Perkim dan Dinsos, serta pemerintah desa untuk bersinergi dan memberikan data yang dibutuhkan secara terbuka dan akurat.
“Data adalah kunci. Pembangunan Kukar Idaman Terbaik tidak akan berjalan baik tanpa data yang valid. Saya minta semua OPD dan Kepala Desa yang ditunjuk untuk serius mendukung Desa Cantik dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 nanti. Ini untuk kemajuan ekonomi Kukar,” tegas Aulia.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan Kabupaten Kutai Kartanegara dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi Desa Cantik dan meraih hasil maksimal dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Prokom.10)




