Kukarpaper.com
  • BERANDA
  • PROFIL
  • EPAPER
    • 2021
    • 2022
    • 2023
    • 2024
  • BERITA
  • ARSIP
    • Arsip Berita
    • Arsip Fotografi
    • Arsip Videografi
  • JADWAL KEGIATAN
  • NEXT EVENT
  • HUBUNGI KAMI
  • Search
  • Menu Menu

Buka Konferda GMNI Kaltim, Bupati Kukar Tekankan Peran Aktivis Cetak Pemimpin Masa Depan

19 September 2026/in Uncategorized /by Admin 2 Kukarpaper

TENGGARONG – Aktivis mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan kritik, tetapi juga harus mempersiapkan diri menjadi bagian dari kepemimpinan masa depan. Pengalaman berorganisasi dinilai menjadi modal penting untuk membangun karakter, kapasitas, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur (Kaltim) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (18/9/2026).

Di hadapan para kader GMNI, Aulia menegaskan bahwa pengalaman selama menjadi aktivis mahasiswa jangan berhenti sebagai pengalaman organisasi semata. Ilmu, gagasan, kemampuan berdiskusi, serta pengalaman menghadapi perbedaan harus menjadi bekal ketika para kader nantinya memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

“Di saat menduduki sebuah jabatan, hendaknya ilmu ini bisa digunakan sebaik mungkin, karena kalian-kalianlah pemimpin masa depan kelak,” ujar Aulia.

Menurutnya, perguruan tinggi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas intelektual. Namun, organisasi menjadi laboratorium sosial yang mempertemukan kader dengan dinamika, perbedaan pandangan, proses pengambilan keputusan, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pendidikan di bangku kuliah bisa melahirkan orang-orang berilmu dan pintar. Akan tetapi, proses yang dijalani dalam organisasi kemahasiswaan juga menjadi bagian sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan,” katanya.

Aulia bahkan meyakini bahwa dari kader-kader yang saat ini duduk dalam forum Konferda GMNI Kaltim, kelak akan lahir pemimpin yang mengisi berbagai posisi strategis di daerah.

“Suatu hari nanti di masa depan, yakin dan percaya, yang akan menjadi gubernur, bupati, wali kota di Kaltim ini adalah salah satu di antara orang-orang yang duduk di hadapan saya hari ini,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong kader GMNI memanfaatkan momentum kaderisasi sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperluas wawasan mengenai persoalan pembangunan. Aktivisme, kata Aulia, harus mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata dan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Aulia juga menyoroti dinamika yang muncul dalam proses konferensi dan pemilihan kepengurusan. Perbedaan pandangan, perdebatan, maupun perbedaan pilihan disebutnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi.
Namun, dinamika tersebut harus memiliki batas dan tempatnya. Setelah forum mengambil keputusan, seluruh kader harus kembali merapatkan barisan untuk menjaga soliditas organisasi.

“Mari rapatkan barisan. Dengan segala perbedaan dan perdebatan, itu hal yang biasa terjadi dan tidak masalah selama terjadi di ruang-ruang sidang,” tegasnya.

Ia menilai kedewasaan berorganisasi justru terlihat dari kemampuan kader menerima keputusan bersama dan tetap menjaga hubungan setelah perbedaan pendapat berakhir. Menurutnya, organisasi yang kuat bukan organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar proses kaderisasi tidak hanya menghasilkan pergantian kepengurusan, tetapi juga melahirkan kader yang mampu mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok.


Sementara itu, Ketua DPD GMNI Kaltim AM Dodi Prabowo menegaskan bahwa keberadaan GMNI tidak sekadar sebagai organisasi mahasiswa yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Dalam dua tahun terakhir, GMNI Kaltim memosisikan diri sebagai mitra kritis Pemerintah Provinsi Kaltim. Menurut Dodi, posisi tersebut bukan berarti organisasi harus selalu menyetujui kebijakan pemerintah.

“Mitra berarti kita berada dalam satu ruang untuk membicarakan kepentingan yang sama, yaitu kepentingan masyarakat dan masa depan daerah maupun bangsa. Tetapi kata kritis itu juga penting. Artinya, kemitraan tidak boleh dimaknai sebagai hubungan yang selalu setuju,” paparnya.

Dodi menilai perbedaan pendapat, koreksi, kritik, hingga perdebatan justru diperlukan agar kebijakan publik dapat terus diuji dan diperbaiki. Karena itu, kritik yang disampaikan organisasi mahasiswa semestinya tidak berhenti pada penolakan, tetapi disertai kajian dan alternatif solusi.

Ia berharap GMNI Kaltim dapat mengambil peran lebih awal dalam merespons berbagai persoalan daerah. Organisasi mahasiswa diharapkan tidak hanya muncul ketika masalah telah menjadi sorotan publik, tetapi turut membaca persoalan sejak tahap perumusan kebijakan.

Dengan demikian, kaderisasi GMNI tidak hanya melahirkan aktivis yang kritis, tetapi juga kader yang memiliki kemampuan membaca persoalan, menyusun gagasan, menawarkan solusi, serta siap mengambil tanggung jawab ketika kelak dipercaya berada di ruang-ruang kepemimpinan.

Konferda GMNI Kaltim pun diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus ruang untuk memperkuat komitmen kader dalam mengawal kepentingan masyarakat, pembangunan daerah, serta masa depan bangsa.(Prokom06)

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on WhatsApp
https://kukarpaper.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260919-WA0004.jpg 1066 1599 Admin 2 Kukarpaper https://kukarpaper.com/wp-content/uploads/2021/01/logo-kukarpaper.png Admin 2 Kukarpaper2026-09-19 09:20:322026-09-19 09:20:32Buka Konferda GMNI Kaltim, Bupati Kukar Tekankan Peran Aktivis Cetak Pemimpin Masa Depan

Pages

  • Arsip Dokumentasi Berita
  • Arsip Dokumentasi Fotografi
  • Arsip Dokumentasi Videografi
  • Arsip e-Paper 2021
  • Arsip e-Paper 2022
  • Arsip e-Paper 2023
  • Arsip e-Paper 2024
  • Arsip Video
  • Berita Terkini
  • Contact
  • Events
  • Home
  • Hubungi Kami
  • Jadwal Kegiatan
  • Jadwal Kegiatan Yang Akan Datang
  • Profil KukarPaper.com

Categories

  • Arsip Berita
  • Personal
  • Uncategorized

Archive

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020

Website resmi Pemkab Kutai Kartanegara yang memuat berbagai informasi kegiatan program pembangunan dengan mengedepankan pelayanan berintegritas serta memenuhi harapan masyarakat Kutai Kartanegara maju, sejahtera berkeadilan.

Prokom Kukar @pemkabkukar @prokomkukar
Sedang online1 orang
Pengunjung hari ini453 orang
Pengunjung kemarin717 orang
Jumlah klik hari ini541 kali
Jumlah klik kemarin818 orang
Total pengunjung350121 orang
Total seluruh klik614244 orang
- Enfold Theme by Kriesi
Saat Safari Subuh, Bupati Ingatkan Masyarakat Gunakan Masker Karena Kabut A... Bupati Kukar Letakkan Batu Pertama Pembangunan Klinik Utama Muhammadiyah Ku...
Scroll to top
X