Bupati Kukar Berikan Kuliah Umum “Merajut Harmoni Membangun Karakter & Intelektualitas Mahasiswa dalam Keberagaman” di Unikarta
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memberikan pembekalan dan materi kuliah umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, dengan tema “Merajut Harmoni : Membangun Karakter & Intelektualitas Mahasiswa dalam Keberagaman” bertempat di Universitas Kutai Kartanegara, Rabu (26/08/2026)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan bahwa pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menjaga persatuan di tengah heterogenitas masyarakat. Keberagaman latar belakang suku, budaya, dan sudut pandang di lingkungan kampus dinilai sebagai modal sosial untuk memperkuat toleransi, bukan memicu perpecahan.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Kukar menyampaikan apresiasi dan bangga kepada seluruh mahasiswa yang ada, tentu keberagaman yang kalian miliki ini bukanlah sebuah kebetulan, apalagi sebuah sekat penjelas perbedaan. Keberagaman adalah benang-benang warna-warni yang sedang kita persiapkan untuk merajut satu kain keindahan yang dinamakan harmoni.
Namun, adik-adikku sekalian, merajut harmoni di tengah dinamika dunia modern bukanlah perkara mudah. Kepintaran akademis saja tidak pernah cukup jika tidak diimbangi oleh fondasi yang kokoh. Di sinilah dua pilar utama harus berdiri tegak dalam diri kalian : Karakter dan Intelektualitas. Intelektualitas adalah tentang bagaimana kalian mengasah ketajaman berpikir, menganalisis masalah, mencari solusi, dan menguasai teknologi. Tetapi ingatlah, intelektual tanpa karakter bagaikan kapal canggih tanpa kemudi, ia hanya akan berlayar tanpa arah atau bahkan menghantam karang.
Karakterlah yang membimbing intelektualitas kalian. Karakter itulah yang mengajarkan integritas, kerendahan hati, empati, dan sikap saling menghargai. Ketika kalian menggabungkan kecerdasan otak dengan kelembutan hati, kalian tidak hanya menjadi orang pintar, tetapi menjadi pemimpin yang bijaksana” Ujarnya

Lanjut Aulia mengatakan di era sekarang, perbedaan cara pandang sering kali memicu benturan. Tetapi bagi seorang mahasiswa berkarakter dan berintelektual tinggi, keberagaman bukanlah bahan bakar untuk konflik, melainkan bahan bakar untuk berinovasi. Perbedaan pendapat di ruang kuliah, perbedaan latar belakang di lingkungan masyarakat, itu semua adalah laboratorium terbaik bagi kalian untuk melatih kedewasaan berpikir.

“Pesan saya kepada kalian semua, jadilah mahasiswa yang inklusif, bukan eksklusif. Rangkul teman-temanmu tanpa memandang dari mana mereka berasal. Jadikan kampus ini sebagai rumah persemaian toleransi, tempat di mana ide-ide besar lahir dari dialog yang santun dan terbuka. Gunakan pengetahuanmu untuk merangkul dan membangun, bukan untuk memisah-misahkan” Katanya

Tambah Aulia mengajak seluruh mahasiswa untuk bisa membuktikan bahwa dari daerah kita, dari kampus ini, akan lahir generasi emas Indonesia, generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu menjahit perbedaan menjadi harmoni yang indah bagi bangsa dan negara (Prokom09)




