Pemkab Kukar dan Eni Muara Bakau Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM Menuju Kemandirian Daerah
Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut ditandai dengan pertemuan Courtesy Visit antara Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dengan Vice President Security & External Relations Eni Muara Bakau B.V., Movina Nasriati, di Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Eni Muara Bakau dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan masyarakat, pendidikan, lingkungan, pertanian, hingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Movina Nasriati menjelaskan bahwa Eni Muara Bakau kini berada di bawah naungan Searah, perusahaan patungan independen antara ENI dan Petronas yang resmi dibentuk pada Juni 2026. Entitas tersebut mengelola 14 dari 19 aset utama minyak dan gas di Indonesia, termasuk wilayah kerja strategis ENI Muara Bakau yang menaungi operasional Lapangan Jangkrik di lepas pantai Kalimantan Timur.
Menurutnya, kolaborasi strategis tersebut menggabungkan kekuatan teknis dan pengalaman regional kedua perusahaan energi internasional dalam mengembangkan potensi migas Indonesia. Searah juga didukung pendanaan sekitar Rp108 triliun untuk pengembangan sumber daya energi nasional, dengan fokus utama pada proyek laut dalam di Cekungan Kutai.
Salah satu aset strategis yang dikelola adalah Lapangan Jangkrik dan North East Jangkrik yang menyuplai gas alam ke Kilang Badak NGL di Bontang sebagai bahan baku produksi LNG dan LPG.

Meski berfokus pada pengembangan sektor energi, Movina menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat tetap menjadi prioritas melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang selaras dengan visi pembangunan daerah, termasuk mendukung program Kukar Idaman Terbaik.
“Kami ingin menyusun rencana kolaborasi bersama Pemkab Kukar dalam pengembangan SDM masyarakat. Perubahan struktur perusahaan tidak mengubah komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” ujar Movina.
Ia menjelaskan, Eni Muara Bakau selama ini secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan dan pemberdayaan UMKM di Kutai Kartanegara. Bersama Universitas Mulawarman, perusahaan membangun laboratorium, menyelenggarakan pelatihan riset terapan, serta melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM guna meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga tengah menjajaki kerja sama dalam pengelolaan sampah, pengembangan laboratorium bersama Universitas Mulawarman, kerja sama bidang pertanian dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), serta berbagai program peningkatan kesehatan masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, Eni Muara Bakau selama ini telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Banyak kegiatan yang sudah berkolaborasi dengan Eni Muara Bakau. Semoga apa yang akan kita kolaborasikan ke depan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.
Dalam kesempatan itu, Aulia juga mengusulkan pengembangan konsep boarding school di Kutai Kartanegara pada jenjang SMP dan SMA. Menurutnya, sistem sekolah berasrama akan memberikan ruang bagi peserta didik untuk lebih fokus belajar, membentuk karakter, mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai, sekaligus mempersiapkan arah pendidikan dan masa depan mereka sejak dini.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Kutai Kartanegara harus mulai mempersiapkan transformasi ekonomi daerah agar tidak terus bergantung pada sektor minyak, gas, dan batu bara. Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan adalah membangun kualitas sumber daya manusia sehingga mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

“Kukar harus mampu keluar dari ketergantungan terhadap hasil migas dan batu bara. Yang harus kita siapkan adalah SDM yang berkualitas agar masyarakat kita mampu bersaing dan menjadi pelaku utama pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Kukar saat ini juga memiliki Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan yang mencakup berbagai program lintas sektor, mulai dari penanganan persoalan sampah, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Aulia, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan peningkatan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri, putra-putri Kutai Kartanegara diharapkan mampu mengisi peluang kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerahnya sendiri sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.
Kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Eni Muara Bakau diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, meningkatkan daya saing masyarakat, serta mempercepat terwujudnya Kutai Kartanegara yang mandiri, maju, dan sejahtera.(Prokom06).




