Asisten I Pimpin Apel, Sampaikan Arahan Sekda Kukar terkait Antisipasi Dampak Karhutla dan Cuaca Panas
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan langkah-langkah antisipasi menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta teriknya paparan sinar matahari yang akhir-akhir ini melanda wilayah setempat. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah kabupaten Kukar Akhmad Taufik Hidayat memimpin langsung apel pagi sekaligus menyampaikan arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, berdasarkan hasil koordinasi dan evaluasi Tim Terpadu Penanganan Karhutla Kabupaten Kukar, di Ruang Serba Guna Setkab Kukar, Senin (7/9/2026) Pagi.

Dalam arahannya, Asisten I menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi Tim Terpadu, masih ditemukan sebaran asap dampak Karhutla yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Kukar, bersamaan dengan teriknya paparan sinar matahari yang dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya akibat paparan asap dan panas terik.
Oleh karena itu, sesuai arahan Sekda Kukar, disampaikan beberapa kebijakan yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh perangkat daerah, antara lain:
1. Penyesuaian Kegiatan di Luar Ruangan
Kegiatan di luar ruangan atau halaman kantor seperti senam pagi, apel, upacara, dan kegiatan lainnya untuk ditiadakan sementara. Kegiatan tersebut dapat diganti dengan Apel Pagi, Upacara, atau pertemuan yang dilaksanakan secara indoor (di dalam ruangan) maupun melalui media daring (online), dengan menyesuaikan tingkat urgensi dan kebijakan dari kepala perangkat daerah masing-masing.
2. Penggunaan Alat Pelindung Diri
Seluruh pegawai dan masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan mengenakan topi saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi diri dari paparan asap dan sengatan matahari.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Kukar dalam melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat di tengah situasi darurat kesehatan akibat Karhutla. Sebelumnya, Pemkab Kukar juga telah membatalkan sejumlah kegiatan massal seperti Pawai Pembangunan 2026 demi mencegah risiko penularan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mengintai.
Taufik berharap seluruh jajaran dapat mematuhi arahan ini dan tetap menjaga produktivitas kerja dengan mengutamakan kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Pemkab Kukar terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan penanganan Karhutla secara terpadu guna meminimalisir dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.(Prokom.10)




