Bupati Kukar Hadiri Tasyakuran Budaya Sedekah Bumi Kelurahan Bukit Biru 2026
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri hadiri Tasyakuran Budaya Sedekah Bumi Kel. Bukit Biru 2026 Bertempat di Panggung Gembira Kel. Bukit Biru Kecamatan Tenggarong, Rabu, (13/05/2026) Malam.
Kegiatan tersebut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Bukit Biru sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah.
Bupati Kukar dalam sambutannya mengatakan Sedekah bumi bukan hanya sekadar tradisi seremonial. Lebih dari itu, ini adalah simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang telah diberikan, sekaligus bentuk doa dan harapan agar musim tanam berikutnya diberikan keberkahan, kesuburan tanah, hasil panen yang melimpah, serta dijauhkan dari segala musibah dan kegagalan panen.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Bukit Biru yang terus menjaga tradisi dan budaya leluhur dengan sangat baik” Katanya
Lanjut Aulia mengatakan dirinya memahami bahwa mayoritas masyarakat Bukit Biru merupakan warga transmigrasi dari Pulau Jawa yang sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat pekerja keras, ulet, tekun, dan memiliki budaya gotong royong yang sangat kuat.
Karena itulah dirinya merasa bangga melihat kawasan ini berkembang menjadi salah satu sentra pertanian yang sangat penting di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sawah-sawah yang kita lihat hari ini bukan hadir begitu saja. Di balik itu ada perjuangan panjang, ada keringat para petani, ada pengorbanan keluarga, dan ada semangat untuk membangun kehidupan yang lebih baik di tanah Kutai Kartanegara.

“Oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus makin giat dan makin bersemangat dalam usaha pertaniannya. Kalau petani kuat, maka daerah kuat. Kalau pertanian maju, maka ekonomi masyarakat akan maju. Dan kalau pangan kita aman, maka bangsa ini akan berdiri dengan kokoh.
Maka dari itu saya berharap masyarakat Bukit Biru jangan pernah merasa kecil hati menjadi petani. Justru profesi petani adalah profesi yang sangat mulia. Petani adalah penyangga kehidupan. Semua orang membutuhkan hasil kerja para petani” Ucapnya
Tambah Aulia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga sawah dan lahan pertanian ini sebagai warisan masa depan. Pertahankan identitas Bukit Biru sebagai kawasan pertanian yang produktif dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Dirinya juga ingin pembangunan pertanian di Kuka benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan petani-petani di Bukit Biru menjadi contoh keberhasilan pertanian yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan selamat melaksanakan Tasyakuran Budaya Sedekah Bumi. Semoga tradisi luhur ini terus terjaga dari generasi ke generasi. Semoga masyarakat Bukit Biru selalu diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, hasil panen yang melimpah, serta kehidupan yang rukun dan harmonis.
Mari kita terus jaga persatuan, semangat gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah pertanian yang menjadi sumber kehidupan kita bersama” Tutupnya (Prokom09)




