Bupati Sambut 1.006 Mahasiswa KKN di Kecamatan Wilayah Kukar
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri, menghadiri penyambutan dan serah terima Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 dengan tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”. Bertempat di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (13/7) sore.
Aulia menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa peserta KKN Kolaborasi Tahun 2026 di Kabupaten Kukar, dan juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Universitas Mulawarman. Sebagai penyelenggara bersama DPMPD Provinsi Kalimantan Timur dan perguruan tinggi mitra yang telah mempercayakan sejumlah desa dan kelurahan, di Kabupaten Kukar sebagai lokasi pelaksanaan KKN Kolaborasi Tahun 2026.

Program ini, katanya mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”, melibatkan ribuan mahasiswa yang ditempatkan di ratusan desa dan kelurahan di Kalimantan Timur, termasuk banyak desa dan kelurahan di wilayah Kukar.
Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Pemkab Kukar beserta seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN ini.
Kegiatan KKN sesungguhnya bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik mahasiswa. Lebih dari itu, KKN merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sebagaimana amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KKN adalah ruang bertemunya ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat. Di desa, teori diuji oleh kenyataan. Di desa pula, kreativitas diuji oleh keterbatasan.Dan di desa, kepemimpinan diuji oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.

“Saya berharap, selama berada di desa/kelurahan, mahasiswa tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga membawa semangat belajar, semangat melayani, dan semangat berkolaborasi,” harapnya.
Selanjutnya, kata Bupati
tema KKN tahun ini sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Kukar. Saat ini, pembangunan desa menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Meyakini bahwa kemajuan kabupaten hanya dapat terwujud apabila desa-desa berkembang menjadi desa yang mandiri, produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Pembangunan desa hari ini tidak lagi cukup diukur dari pembangunan fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa, memperkuat kelembagaan, meningkatkan pelayanan publik, mendorong ekonomi masyarakat, memperluas literasi digital, menjaga lingkungan hidup, hingga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Di sinilah sesungguhnya kontribusi mahasiswa sangat dibutuhkan. Kalian adalah generasi muda yang memiliki pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, serta semangat inovasi. Potensi inilah yang harus dihadirkan untuk membantu desa menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya ingin menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar agent of change, tetapi juga harus menjadi agent of development.
Bukan hanya menjadi penggerak perubahan pola pikir masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan daerah. Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebutuhan riil masyarakat desa,” tegasnya.
Untuk diketahui, jumlah peserta dalam KKN kolaborasi ini melibatkan 1.006 orang dengan jumlah 106 titik (lokasi) di 19 Kecamatan wilayah Kukar selama 40 hari.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Moh. Bahzar, Kepala DPMD Kabupaten Kukar Arianto, Kabag Kesra Setkab. Kukar Fathul Alamin serta Mahasiswa peserta KKN Kolaborasi. (prokom05)




