Grand Final Pemilihan Duta GenRe 2026, Mereka Role Model dan Figur Remaja Pilihan Kukar
Tenggarong – Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat, membuka Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat Kabupaten Kukar tahun 2026, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (27/6/2026) malam.
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melalui Asisten I mengatakan, genRe atau generasi berencana adalah program strategis yang dikembangkan oleh BKKBN dengan kelompok sasaran remaja berusia 10-24 tahun yang belum menikah. Saat ini, Program Ketahanan Remaja dituntut untuk terus melakukan penyesuaian karena target sasarannya adalah para remaja yang merupakan bagian dari Generasi Z.

Program ini harus didesain dan dilaksanakan berdasarkan prinsip Pelibatan Remaja Secara Bermakna (Meaningful Youth Participation). Artinya, remaja harus benar-benar menjadi subjek, bukan sekadar aksesoris, pelengkap, atau objek program semata. Remaja harus terlibat di setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Bentuk nyata dari partisipasi aktif tersebut adalah dengan menjadi Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya, menjadi pengurus PIK Remaja, atau aktif di Forum GenRe Kabupaten. Wadah ini bukan hanya tempat untuk mewujudkan kepedulian terhadap sesama, tetapi juga ruang aman bagi remaja untuk mengekspresikan ide, pemikiran, kreativitas, dan menyuarakan hak serta kebutuhannya sebagai warga negara.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap permasalahan kritis yang dihadapi generasi muda saat ini. Arus modernisasi dan dunia gadget seringkali membawa celah yang menjerumuskan remaja pada pergaulan bebas, seks pranikah, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Hal ini pada akhirnya akan membawa kehancuran, baik bagi masa depan remaja itu sendiri maupun keluarganya,” katanya.
Faktanya, hal tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Di daerah kita Kukar, kenyataan pahit ini masih terjadi. Hingga saat ini, kita masih menemukan kasus remaja pengguna narkoba, tingginya angka seks pranikah yang memicu kehamilan di luar nikah dan kasus aborsi, yang pada gilirannya berdampak pada masih tingginya angka kematian ibu dan bayi. Ini adalah contoh kecil dari sekian banyak kompleksitas permasalahan remaja di Indonesia.

Selanjutnya, menghadapi hal tersebut, diperlukan dasar keimanan dan tuntunan agama yang kuat sebagai perisai dan perlindungan diri. Berkaca dari permasalahan inilah, pemerintah melalui BKKBN Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten terus berupaya melakukan optimalisasi program yang ada. Tujuannya memberikan daya ungkit untuk memotivasi anak bangsa agar mampu berdaya saing dan memajukan daerahnya di masa kini maupun masa mendatang.
Kepada para peserta ajang pemilihan Duta GenRe malam ini, kalian telah memperoleh pembekalan yang berharga dari kakak-kakak pembina selama masa karantina internal (baik offline maupun online).
“Kini, tugas kalian adalah mengimplementasikan semua hal baik tersebut, minimal pada lingkungan terdekat. Kalian adalah role model, figur remaja pilihan. Bawalah selalu misi positif ini, jauhi seks pranikah, cegah pernikahan di usia dini, dan katakan tidak pada minuman keras serta obat-obatan terlarang. Perilaku negatif tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan lingkungan, daerah, dan terlebih lagi, menghancurkan hati orang tua dan keluarga kalian,” pintanya.
Bersainglah secara positif. Menang atau kalah dalam ajang Duta GenRe ini jangan dijadikan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah kesuksesan kalian dalam membentuk diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, dan tentunya bagi kemajuan Kukar. Akhirnya, semoga kesuksesan selalu menyertai ayunan langkah kita. Selamat berkompetisi, berikan yang terbaik.

Sementara itu, Kepala
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kukar, Maman Setiawan mengatakan kegiatan ini digelar oleh DP2KB Kabupaten Kukar bersama Forum GenRe Kukar secara rutin sebagai wadah pembinaan remaja.
Ajang ini diselenggarakan untuk mencetak role model atau figur teladan bagi generasi muda.
Untuk mempersiapkan remaja yang berkarakter, berencana, dan terhindar dari triad KRR (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Remaja), yaitu menjauhi pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan Napza.

“Dengan sasaran peserta, remaja putra dan putri tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat dan mahasiswa/i di wilayah Kabupaten Kukar,” jelasnya. (prokom05)




