Hadiri Bepelas Malam Ke dua, Asisten I: Adat Budaya Dijaga dan Dilestarikan Bagi Anak Cucu Kita
Tenggarong – Prosesi Bepelas Malam Kedua dalam rangkaian Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026, dilangsungkan di ruang pertemuan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura (Museum Mulawarman, Tenggarong) pada Senin malam, 21 September 2026.
Pelaksanaan ritual tersebut, dipimpin langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Yang mulia Aji Muhammad Arifin.

Penanda ritual, ditandai dengan dentuman meriam sebanyak dua kali dari halaman keraton dan langkah khidmat Sultan menuju Tiang Ayu.
Makna dari Ritual sakral malam kedua Bepelas berfungsi sebagai pembersihan diri, penguatan mental spiritual pemimpin, serta doa tolak bala bagi negeri.
Rangkaian acara Ritual Bepelas malam itu, Pembacaan Mantra (prosesi sakral ini diawali dengan pembacaan mantra oleh dewa atau pawang adat/acara).

Tarian Pengiring, Dilanjutkan dengan tarian sakral oleh para dewa yang mengitari Tiang Ayu, seperti Tari Dewa, Dewa Memanah, Ganjur Laki, Kanjar Bini, dan Kanjar Laki.
Meniti Tapak Leman, Sultan memasuki area prosesi saat Tali Juwita dan Kain Cinde direntangkan, lalu berjalan meniti Tapak Leman (tangan kiri memegang kain Cinde dan tangan kanan memegang Tali Juwita).
Menginjak Gong Raden Galuh, Kaki kanan Sultan berhenti dan menginjak pusaka Gong Raden Galuh, yang kemudian disusul dengan proses pelas oleh Dewa Belian serta dentuman/leduman meriam dua kali sebagai penanda.

Tari Penutup, pementasan Tari Kanjar Laki yang juga ditarikan bersama para pejabat atau kerabat Kesultanan yang hadir, dan ditutup pembacaan doa.
Turut hadir mendampingi Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, dalam acara sakral tersebut Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar Rendra Abadi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diaspur) M. Ridha Darmawan, Plt. Kepala Dinas Periwisata (Dispar) Kukar Awang Agus Darmawan serta Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setkab Kukar, Fathul Alamin.
Kegiatan Bepelas malam kedua ini yang merupakan acara spiritual, alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berharap, mudah mudahan acara ini sampai penutupan Erau nanti berjalan dengan lancar,” harap Taufik, saat ditemui usai acara tersebut.
Ia juga mengaku, saat ikut menari bersama dengan Ganjar Laki tarian yang satiu ini memang mudah gerakannya. Tetapi kalau tarian Beganjur agak berat karena kaki harus kuat dan tangan juga harus selaras mengikuti gerakan kaki, dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah malam ini merasakan juga bagaimana situasi adat budaya ini, bisa kita nikmati karena ini bagian dari pada adat budaya yang harus kita jaga, dan terus dilestarikan untuk anak cucu kita,” tutur Asisten I tersebut. (prokom05)




