Kunjungi Lapas Perempuan Tenggarong, TP PKK Kaltim dan Kukar Beri Motivasi serta Apresiasi Karya Warga Binaan
Tenggarong – Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hj. Wahyu Hernaningsih Seno, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Jumat (30/10/2026).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti. Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian dan dukungan terhadap proses pembinaan, pemberdayaan, serta peningkatan keterampilan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam jantung sehat bersama para warga binaan. Selanjutnya, rombongan meninjau sejumlah unit kegiatan pembinaan keterampilan yang dikelola di lingkungan lapas, mulai dari layanan laundry, kegiatan berkebun, peternakan ayam petelur, kerajinan tangan, pembuatan kue, hingga layanan salon.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Wahyu Hernaningsih Seno memberikan motivasi kepada warga binaan agar tetap bersemangat, produktif, dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap program pembinaan yang diberikan.

Menurutnya, berbagai keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal penting untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
“Dari sini, warga binaan mendapatkan berbagai pembekalan dan keahlian di bidang masing-masing. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi mereka ketika nantinya kembali ke masyarakat, sehingga mampu mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Ia juga berharap kunjungan tersebut dapat memberikan energi positif, kekuatan, dan semangat baru bagi seluruh warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan, meskipun berada di balik tembok lapas.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan hasil karya yang dihasilkan para warga binaan. Ia menilai produk yang dibuat memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Karya mereka luar biasa sekali. Kue-kue yang diolah memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan produk yang dijual di pasaran. Begitu pula dengan hasil kerajinan tangan yang sangat cantik dan kreatif. Ini merupakan potensi yang harus terus dikembangkan dan dipasarkan agar bisa dikenal masyarakat luas,” ungkapnya.
Menurut Andi Deezca, keterampilan dan kreativitas warga binaan perlu mendapatkan dukungan serta ruang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, hasil pembinaan tidak hanya menjadi aktivitas selama berada di lapas, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat.

Pada akhir kunjungan, rombongan menyerahkan bantuan kepada warga binaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi dan perhatian berbagai pihak terhadap pemberdayaan warga binaan terus diperkuat. Sebab, pembinaan yang berkelanjutan, dukungan moral, serta pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara produktif dan mandiri.(Prokom06)



