Rakor Kesehatan Kukar, Evaluasi capaian SPM dan Imunisasi 2026
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kukar, Sabtu (30/10/2026).
Rakor ini membahas 2 (dua) agenda utama: Capaian 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dan Capaian Imunisasi 2026.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kukar beserta jajaran
Dalam paparan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Ismi Mufiddah,
Berdasarkan data Dinkes Kukar per Triwulan III 2026, rata-rata capaian 12 SPM Kesehatan Kabupaten Kukar baru mencapai 63,1%.
Capaian terendah berada pada pelayanan Usia Produktif, menjadi PR besar untuk deteksi dini penyakit tidak menular.
Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sekitar 5.890 anak. Dari 30 indikator imunisasi, hanya 1 indikator yang sangat baik (≥80%) yaitu HPV Rutin Kelas 5 (81,7%), 15 indikator baik (50-80%), 10 indikator perlu percepatan, dan 4 indikator sangat perlu percepatan (<30%) seperti DT Kelas 1 yang masih 0% dan TD Kelas 2 2,2%.
Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan, angka 63,1% ini harus menjadi alarm untuk bekerja lebih keras di lapangan.
"SPM ini bukan sekadar angka laporan. Ini nyawa. Ibu hamil, bayi, balita, penderita hipertensi dan diabetes itu ada orangnya di Kukar. Kalau capaian usia produktif baru 25,4%, berarti skrining kita belum jalan maksimal. Saya minta Kadis Kesehatan dan semua Kapus turun, jemput bola," tegas Aulia.

Aulia meminta 3 langkah konkret:
1. Fokus pada 10 SPM yang belum tercapai, terutama Usia Produktif, Ibu Hamil, dan Bayi Baru Lahir
2. Integrasikan dengan program imunisasi dan posyandu, jangan jalan sendiri-sendiri
3. Perbaiki validasi data by name by address, agar tidak ganda dan lebih akurat
Dalam hal ini diharapkan komitmen seluruh Puskesmas untuk melakukan percepatan capaian SPM hingga 100% pada akhir tahun 2026 sesuai target nasional.(prokom10)




