Satgas Kecamatan Diminta Tingkatkan Prokes
TENGGARONG – Penyebaran Covid-19 di Kutai Kartanegara masih terjadi, salah satu penyumbang angka positif Covid-19 di Kukar menurut Bupati Edi Damansyah yakni klaster perusahaan. Hal itu dikatakannya, Senin (18/1) saat berada di Kecamatan Marangkayu.
Dengan masih terjadinya klaster penularan Covid-19 sektor perusahaan di beberapa kecamatan, khususnya perusahaan Migas yang berada di Delta Mahakam, Edi Damansyah meminta Satuan Tugas Penganan Covid-19 di Kecamatan untuk meningkatkan monitoring protokol kesehatan (prokes) di perusahaan-perusahaan wiayah kerjanya masing-masing.
Edi mengakui bahwa perusahaan Migas telah mengontrol penerapan Prokes karyawan yang berada di camp lingkungan perusahaan. Hanya saja, bagi karyawan yang aktifitasnya masuk-keluar dari rumah ke perusahaan mungkin kurang terkontrol.
“Misalnya security, sopir, motoris speedboat dan sebagainya yang pulang pergi ini sepertinya kurang terkontrol,” ujarnya.
Untuk itu Edi mengimbau Camat berserta Satgas Penanganan Covid-19 di Kecamatan dapat memberi perhatian akan hal tersebut.
“Saya harap ini menjadi perhatian Satgas Kecamatan, lakukan prokes tak hanya di base camp saja tapi ada beberapa pendukung lainnya yang juga bagian dari struktur perusahaan itu yang perlu diperhatikan,” demikian ujarnya.
Untuk diketahui, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono menyampaikan presentasi tentang pandemi Covid-19 di Kukar. Presentasi itu disampaikan Sunggono di hadapan Bupati Kukar Edi Damansyah, Dandim 0906 Tenggarong Letkol Charles Aling, Waka Polres Kukar Kompol Erick Budi Santoso, Senin (18/1) di Kantor Bupati setempat.
Dikatakannya, jumlah kasus dan atau jumlah kematian telah meningkat dan meluas lintas wilayah dan lintas negara dan berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan serta kesejahteraan masyarakat, termasuk di Kukar. Dari 5.749 kasus terkonfirmasi positif di Kukar, kasus terbanyak dari Kecamatan Tenggarong 32,9 persen dan jumlah paling sedikit dari Kecamatan Muara Wis atau 9,6 persen.
Pola sebaran Covid-19 di Kukar diawali kasus terkonfirmasi di 7 Kecamatan pada Maret 2020, kemudian menyebar ke 18 Kecamatan. Loa Janan dan Anggana menjadi 2 kecamatan yang belum pernah lepas dari terkonfirmasi Covid-19.
Trend jumlah desa di Kukar yang terpapar Covid-19 dari 237 desa / kelurahan, terdapat 101 desa / kelurahan yang terpapar kasus aktif Covid-19. Jumlah tersebut terus meningkat dari Bulan Agustus hingga Desember 2020.
Tercatat 22 Desa atau kelurahan selalu masuk Zona Merah sejak bulan Agustus karena terdapat kasus aktif Covid-19 yang berasal dari dari 7 Kecamatan di Kukar yaitu Muara Jawa, Samboja, Loa Kulu, Loa Janan, Muara Badak, Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang.
Lanjut Sunggono, berdasarkan data di Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online, terdapat 186 kasus terkonfirmasi positif yang dirawat di Rumah Sakit Kukar dari 859 kasus aktif. Ketersedian tempat tidur / Bed Occupancy Rate ( BOR ) rata – rata 52 persen. Sementara ketersedian tempat tidur ICU mencapai 73 persen.
“Hal tersebut menandakan severty level (tingkat keluhan) kasus Covid-19 di Kukar sangat tinggi,” ujar Sunggono yang juga Sekda Kukar itu. (prokom04)