Sekda Kukar Hadiri Workshop Monitoring dan Evaluasi Proyek Tunu South
Tenggarong – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, menghadiri kegiatan Workshop Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Proyek Tunu South yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada 10–11 Februari 2026 di Bandung.
Kegiatan tersebut merupakan forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan dalam rangka penyamaan persepsi serta penguatan dukungan terhadap pelaksanaan Proyek Tunu South di wilayah Kukar.
Dalam sambutannya, Sunggono menyampaikan apresiasi kepada PHM atas terselenggaranya workshop tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung kelancaran proyek strategis nasional di sektor migas.

“Forum ini sangat penting dan strategis karena mempertemukan seluruh stakeholder untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam mendukung pelaksanaan proyek,” ujar Sunggono.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar mendukung penuh pengembangan Proyek Tunu South. Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut, Pemkab Kukar telah membentuk Tim Terpadu Dukungan Pengembangan Proyek Tunu South dan Tunu-Handil-Tambora melalui SK Bupati Kutai Kartanegara Nomor 804/SK-BUP/HK/2024.
Tim Terpadu tersebut memiliki sejumlah tugas, antara lain melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi terkait, melakukan identifikasi dan inventarisasi lokasi proyek, memfasilitasi mediasi permasalahan sosial dan lingkungan, hingga menyampaikan hasil pendataan kepada pihak PHM sebagai referensi pelaksanaan proyek.

Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh tahapan mulai dari sosialisasi, identifikasi, inventarisasi, verifikasi hingga fasilitasi dan mediasi telah berjalan dengan lancar serta berbagai kendala dapat diselesaikan dengan baik.
Sekda juga menjelaskan bahwa Proyek Tunu South merupakan bagian dari pengembangan lapangan migas di Blok Mahakam yang bertujuan mendukung produksi gas nasional serta menjaga ketahanan energi. Bagi Kukar, keberadaan proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH), Participating Interest (PI), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Migas, serta kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Terkait program CSR, Pemkab Kukar berharap agar PHM dapat melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah daerah, sehingga program yang dilaksanakan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara 2025–2029.
“Harapan kami, kehadiran proyek ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi energi nasional, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar melalui penyediaan lapangan kerja, perbaikan sarana prasarana, serta pemberdayaan masyarakat,” tugasnya.

Melalui workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama seluruh pihak untuk memastikan pelaksanaan Proyek Tunu South berjalan sesuai harapan, serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara menuju visi “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik.” (prokom04)




