Sekda Kukar Terima Kunjungan Direktur Manajemen Risiko BGN RI, Bahas Penguatan Program Makan Bergizi Gratis
TENGGARONG– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono menerima Kunjungan dan Silaturahmi Direktur Manajemen Risiko Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia beserta rombongan, bertempat di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Selasa sore (13/10/2026).
Kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi dan penguatan pelaksanaan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Turut hadir mendampingi Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta OPD terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Sunggono menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan BGN RI ke Kabupaten Kukar. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar sangat mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas Presiden RI untuk meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka stunting.
Sunggono sangat menekankan pentingnya pengawasan higienitas dapur SPPG. Mengingat besarnya jumlah porsi makanan yang didistribusikan setiap hari, pemda berkomitmen mendukung pengawasan ketat bersama Dinas Kesehatan dan BPOM setempat guna menghindari risiko keracunan massal pada siswa. Manajemen risiko dari pusat diselaraskan dengan SOP lokal agar rantai pasok dari bahan baku hingga ke tangan siswa benar-benar aman.
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko BGN RI Rufriyanto Maulana Yusuf menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan di tahap 2 yaitu wilayah Sumatera, Kalimantn dan Bali. Dengan Aktivasi ini Insyaallah secara bertahap Jaringan Kemitraan/ Supolier Dapur bisa kita layani dengan lebih maksimal, dan dilakukan secara bertahap dan berul-betul diseleksi mana yang memenuhi syarat dan tidak langsung otomatis distribusi MBG , jadi butuh waktu 3 minggu atau 1 bulan proses persiapan, untuk panggilan dan pembagian kerja SPPGnya, aktivasi virtual accountnya maupun pelatihan penjamin makanan dan relawannya. Untuk mengindari kasus keracunan, jangan sampai dengan kita membuka Aktivasi baru malah menambah keracunan. Ujarnya

“Jadi kami sangat berterimakasih dan menyadari penuh bahwa peran dari Pemerintah Daerah (Pemda) sangat vital dan sangat vatal karena yang punya wilayah, dan kami berharap dengan adanya MBG ini bisa ada ekonomi sirkular (circular economy) dan efek pengganda (multiplier effect) untuk perputaran ekonomi maupun penyerapan lapangan kerja”. Ungkapnya. (Prokom10)




