Buka MTQ Muara Badak, Sekda Kukar: Mari Bumikan Nilai Qur’ani
Tenggarong – Sebagai tolak ukur keberhasilan pembinaan Al Qur’an hingga tingkat Kecamatan, Sekretaris Daerah H.Sunggono selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara membuka MTQ Tingkat Kecamatan Muara Badak di Area Utama MTQ ke-XVII Lapangan Kantor Camat Muara Badak, Sabtu (25/7).
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, mufasirah, atau peserta terbaik pada setiap cabang. MTQ adalah bagian penting dari syiar Islam dan sarana pembinaan umat. Di dalamnya terdapat proses belajar membaca dengan benar, menghafal dengan tekun, memahami dengan mendalam, menulis dengan indah, serta mengamalkan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ukuran keberhasilan MTQ tidak berhenti pada banyaknya piala yang diperoleh. Keberhasilan yang sesungguhnya tampak ketika nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, pemerintahan, dan kehidupan bermasyarakat. Al-Qur’an mengajarkan kejujuran, amanah, keadilan, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta tanggung jawab dalam menjaga lingkungan dan kemaslahatan bersama. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi karakter masyarakat Kutai Kartanegara.
Di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, kemajuan teknologi memberi banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Anak-anak dan generasi muda berhadapan dengan arus informasi yang sangat luas, budaya instan, penyebaran berita bohong, perundungan di ruang digital, penyalahgunaan media sosial, serta berbagai pengaruh yang dapat melemahkan ketahanan keluarga dan moral masyarakat. Dalam situasi seperti ini, Al-Qur’an harus menjadi kompas yang menuntun cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

“saya mengajak para orang tua agar menjadikan rumah sebagai tempat pertama anak mengenal dan mencintai Al-Qur’an”, ujarnya.
Para peserta MTQ yang tampil hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan keluarga, guru, lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat. Proses pembinaan tidak boleh berhenti. yang belum berhasil perlu terus didampingi, sedangkan peserta yang meraih prestasi harus memperoleh pembinaan lanjutan agar mampu berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Muara Badak serta Kabupaten Kutai Kartanegara pada jenjang yang lebih tinggi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Muara Badak, LPTQ, Kementerian Agama, panitia pelaksana, para kepala desa, dunia usaha, para tokoh agama dan masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan dan semangat gotong royong untuk mempersiapkan kegiatan ini. Semangat kebersamaan yang hadir malam ini merupakan bukti bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an tetap hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Muara Badak
“secara khusus, saya menyampaikan salam hormat dan apresiasi kepada Seluruh Kafilah, para Qari dan Qariah, Hafiz dan Hafizah, Mufasir dan Mufasirah, para Pelatih, Pendamping, Dewan Hakim, serta seluruh masyarakat Muara Badak yang hadir dan turut memeriahkan kegiatan ini”, pungkasnya




