Festival Olahraga Tradisional Digelar, Perkuat Posisi Erau Sebagai Event Budaya dan Pariwisata Unggulan Kukar
TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dr H Sunggono membuka Festival Olahraga Tradisional dalam rangka memeriahkan Erau Adat Kutai Kartanegara Tahun 2026, Senin (21/9/2026), di area parkir Pulau Kumala, Tenggarong, ditandai dengan memutar gasing.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sunggono menyampaikan sambutan Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri yang menegaskan, olahraga tradisional dalam rangkaian Erau bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya merawat ingatan budaya, menghidupkan kembali permainan masyarakat, serta meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya.
Disebutkan, olahraga tradisional seperti belogo, begasing, menyumpit dan ketapel tradisional memiliki nilai pendidikan dan karakter. Permainan tersebut mengajarkan ketangkasan, konsentrasi, keberanian, kesabaran, kerja sama dan sportivitas.
Dalam sambutan Bupati tersebut juga ditekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui ruang latihan, kaderisasi pelatih dan juri, dokumentasi aturan permainan serta kompetisi berjenjang bagi generasi muda. Menurutnya, penyelenggaraan lomba di kawasan Pulau Kumala juga dapat mempertemukan unsur budaya, olahraga, masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kehadiran penonton dan keluarga sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM serta memberikan pengalaman budaya yang lebih lengkap bagi wisatawan.
Kepada para peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan dan keputusan juri serta menjadikan pertandingan sebagai ruang silaturahmi dan bertukar pengalaman antar penggiat olahraga tradisional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni dalam laporannya menyampaikan, Festival Olahraga Tradisional merupakan agenda rutin yang digelar untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya daerah, meningkatkan prestasi dan semangat generasi muda, serta menumbuhkan sportivitas, kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Erau sebagai event budaya dan pariwisata unggulan Kutai Kartanegara.
Tahun ini, festival mempertandingkan empat cabang olahraga tradisional, yakni menyumpit dengan 65 peserta, begasing 200 peserta, belogo 95 peserta, serta ketepelan/ketapel sebanyak 52 peserta.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur, serta perwakilan dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.
Aji Ali Husni menambahkan, terdapat hal baru dalam pelaksanaan tahun ini, yakni dibukanya kategori usia anak-anak tingkat SD hingga SMP. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi sekaligus memastikan olahraga tradisional tetap dikenal, dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda.
Festival Olahraga Tradisional berlangsung 21–26 September 2026 di area parkir Pulau Kumala. Melalui kegiatan tersebut, Dispora Kukar berharap festival dapat terus berkembang, memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah, serta semakin memperkuat Erau sebagai salah satu event Karisma Nusantara yang dikenal secara nasional.

Sebelum acara pembukaan tersebut digelar eksibisi pertandingan gulat.(prokom04)




